
Dan aku baru sadar kalau aku telah salah setuju dengan pertunangan ini, awalnya aku pikir kertha akan juga menyukai aku, tapi ternyata dia malah secuek ini, seperti sekarang ini, mama kertha maksa banget supaya aku makan malem di luar bareng kertha, dan ternyata.. Aku di cuekin kayak sapi ompong, dia malah main hape dan senyum senyum sendiri..
" apa aku se membosankan itu? " tanyaku agak sinis, lalu dia meletakkan hapenya dan kembali meminum jus yang dia pesan tadi,
" aku rasa, lebih baik kita akhiri saja semua ini, aku gak mau kamu merasa terpaksa dengan pertunangan ini " kataku.
Dia sudah bersikap seakan tak suka dengan apa yang sudah aku katakan,
" dari awal kamu memang naksir sama aku kan? " tanyanya..
Aku langsung terdiam, yaa pertanyaanmu tepat sasaran kertha, dari awal aku memang sudah suka sama kamu, karena kamu sangat baik saat itu, tapi sekarang.. Hampir di bilang aku sudah benci dirimu.
" diam, berarti iya kan..? " katanya dengan sangat angkuh.
Ah.. Dasar pria tampan, kau bersikap sesuka hatimu.. Bersyukurlah kau dengan wajah itu.
" siapa juga yang suka sama kamu.." jawabku sambil mengalihkan pandanganku, jujur saja aku sudah mati kutu sekarang, aku memang sudah menyukainya, ini pertama bagiku jalan sama orang yang aku suka ya. Meskipun aku tau kebenarannya kertha tak pernah menyukai aku.
" Aku sudah terlanjur setuju,sebenarnya dari awal aku sudah tau kalau kamu akan menjadi tunanganku, makanya aku mau saat arka ngajakin aku liburan di pantai, arka juga sudah tau itu " katanya,
Mataku sudah melotot sekarang,
Aku sudah shock mendengar perkataan kertha,
" kau tau kenapa semua ini terjadi? karena orang tua ku berhutang banyak dulu, jadi mereka berjanji akan menjodohkan aku denganmu " tambahnya lagi.
Ya Tuhan.. Ini sebuah konspirasi kan? Aku korban bisnis orang tua, ini tak adil.. Tapi aku suka kertha menjadi tunangan aku..
Aku masih terdiam, aku tak percaya dengan semua ini,
" begini saja AL, kau jalani hidupmu, dan aku juga akan menjalani hidupku, kau boleh kencan dengan siapa saja yang kau suka, dan aku juga seperti itu.. Jujur saja AL.. Aku sudah punya pacar.. " katanya,
Sekali lagi aku semakin shock, dia sudah punya pacar. Sedangkan aku? Aku sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu, apa apa an ini hah? Tak adil banget... Saat pertama bertemu dia sudah memberi harapan padaku, dia juga dengan suka rela ngajakin aku jalan kan? Huaaah.. Parah.. Kenapa hidupku tak pernah indah seperti mereka semua..?
Aku hanya bisa mengangguk dan melanjutkan makananku, berarti sejak tadi dia tersenyum bahagia karena chatingan sama pacarnya kan?
Oleh karena itu dia kacangin aku kan?
Okelah kertha, kita lihat sampai kapan kau bertahan, aku akan membuat kamu mencintaiku nanti hingga kau tak akan pernah bisa berpaling dariku, bagaimana pun caranya.. Aku akan membuatmu mencintaiku titik.
Tristan..!!
Kau harus membantuku sekarang, aku akan benar benar menjadikanmu guru private aku, ya aku jadi ingat bocah tengik itu, dan aku sudah membayarnya dengan ciuman pertamaku kan? Dan itu bayaran yang setimpal.
Kalau kau berhasil membuat kertha mencintaiku, akan kubayar kau dengan ciuman lagi. Hahaha