He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Penentuan



Pesta makan malam dirumah kertha sangat mewah, malam ini adalah penentuan kapan AL dan kertha akan menikah, kali ini kertha benar benar mengatakan ingin cepat cepat menikah dengan AL, dia bahkan tak membiarkan Al untuk berfikir yang kedua kalinya.


Malam ini Al sangat cantik dengan gaun putih mewah yang mama berikan, malam ini aura kecantikan Al semakin terlihat membuat semua orang yang melihat akan kagum karenanya.


Kertha tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah cantik AL, matanya terus tertuju pada Alberia, sedangkan Al menjadi sangat risih dengan tatapan tak nyaman dari kertha.


" apa aku terlihat sangat menyeramkan? Kenapa sejak tadi kau terus saja menatapku seperti itu " tanya Al yang sudah merasa sangat risih dengan tatapan Kertha.


" kau.. Cantik sekali Al " bisik kertha, membuat pipi Al menjadi semakin merona. Dan kini kertha baru menyadari betapa cantiknya wanita yang selama ini dia tolak. Kertha semakin terpesona saat melihat Al tersenyum dengan cantiknya.


Tiba tiba terdengar orang mulai berbisik saat melihat seseorang masuk dengan gagahnya ke ruangan ini,


Dia tristan, dengan jas merah hati membuat wajah tampannya semakin terlihat dengan jelas. Jantung Al semakin berdetak kencang saat tristan sudah berdiri tepat di hadapannya.


" hai kak.. " sapa tristan sambil mencium tangan Al, dan sepertinya kaki Al sudah lemas sekarang, seakan tak kuat untuk berdiri lagi


" tan.. Jaga sikapmu " ucap kertha, tristan hanya tersenyum.


Suasana yang sangat aneh, Al di dampingi oleh dua pria tampan saat seorang MC membuka acara malam ini, tangan tristan terus menggenggam erat tangan Al, hal itu yang membuat Al semakin berkeringat dingin, tristan tak membiarkan Al berdiri dengan tenang sedangkan Al penuh dengan rasa khawatir orang orang akan melihat tangannya yang terus bergandengan.


" mari kita sambut Pasangan kita, Kertha dan Alberia... Silahkan naik tuan dan Nona " kata MC.


Tristan masih *** tangan dingin Al, seakan tak ingin melepaskan sedetikpun.


" Kak.. Jangan menikah. " bisik tristan,


Tubuh Al terasa semakin kaku saat mendengar permintaan tristan, yaa itu sangat terdengar seperti sebuah permintaan.


Setelah naik ke atas, kertha mempersilahkan semua untuk menikmati hidangan dan memulai hiburan.


Al sudah mengambil minuman jus karena merasa tenggorokannya semakin kering karena tak bisa berkata apapun sejak tadi.


Tiba tiba... Tangannya sudah di tarik dengan paksa oleh seorang tristan,


" tan.. Lepasin.. Kita akan dilihat semua orang " kata Al yang sudah ketakutan dengan sikap tristan yang sembarangan, namun tristan tak peduli, dia semakin mempercepat jalannya dan ahirnya sampai di sebuah ruangan gelap dan pengap, sepertinya ini sebuah gudang kosong.


" tan... Elo ngap.... Mmmbbmm " belum sempat Al berkata tristan sudah melumat habis bibir Al, seakan tak ingin ketinggalan setiap inci bibir Al, tristan sudah meraup habis bibir Al.


Dan akhirnya Al pasrah begitu saja saat tristan sudah menciumnya dengan rakus.


Setelah merasa kehabisan nafas tristan mengadu dahinya dengan Al, nafas tak beraturan mereka beradu hingga bisa merasakan hembusan nafas mereka yang beradu.


" jangan menikah kak.. Aku mohon... Jangan menikah dengan bang kertha " ucap tristan, sedangkan Al semakin bingung dengan perkataan bocah ini.


" tan... Pernikahan sudah di tentukan " jawab Al, tristan sudah memeluk tubuh Al dengan erat.


" aku takut kehilangan kakak, aku sangat mencintaimu kak... Ini pertama kalinya aku takut kehilangan seperti ini " kata tristan lagi dan kini Al semakin bingung dengan semua ini.


Tristan mencium bibir Al lagi, hanya sebentar lalu melepaskan pelukannya.


" setelah acara.. Kakak harus mencariku " kata tristan dan lalu menyuruh Al keluar lebih dulu dari gudang ini.


Sikap tristan semakin membuat kacau hati Al.