He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
84



Dan benar saja, rasanya tubuhku sudah sangat sakit dan juga nyilu di mana


-mana, tentu saja beberapa lukisan melekat di bagian leher dan juga dua gundukan ini.


bagaimana pun, tristan memang tak dapat di percaya. Aku sangat yakin sewaktu-waktu bisa saja dia akan melanggar perjanjian ini.


Semalam tristan berhasil melakukannya hingga berkali-kali, aku bahkan tak bisa menghitungnya.


ternyata pria muda sangat bertenaga dan itu membuatku sangat lelah.


Aku sudah selesai mandi dan mulai mencari sesuatu yang bisa aku masak, kulihat di lemari pendingin ada banyak sekali minuman dan susu tapi tidak ada satu pun makanan yang bisa aku masak.


sepertinya aku harus memesan makanan online.


Setelah memesan beberapa makanan di Gfood, aku kembali ke kamar mungkin tristan belum bangun aku ingin membangunkan nya seperti drama drama korea yang sering aku lihat.


Sampai di kamar aku terpana melihat pria itu berdiri tanpa baju hanya memakai celana pendek se lutut.


Aku terpesona seperti melihat bunga bunga bermekaran di sisinya, aku seperti melihat seorang malaikat tanpa busana yang tampan, Ya Tuhan.. kenapa dia terlihat semakin mempesona saat mengeringkan rambutnya dengan handuk, aku bersyukur karena pria setampan dia jatuh cinta padaku.


" udah ngeliatinnya? nanti aku kasih bonus ciuman kalau kamu mendekat padaku " katanya penuh dengan kegenitan.


aah sayangnya pria ini sangat mesum saat melihatku saja.


" huh... sepertinya semalam kau belum puas " kataku sambil mendekat padanya.


Hey... tunggu kalau aku mendekat aku akan mendapatkan bonus ciuman darinya, dan tentu saja aku berharap dia menciumku di pagi hari yang segar ini, melihat wajahnya yang semakin tampan setelah mandi membuatku ingin menciumnya..


" haha.. kau mendekat, aku akan menciummu sekarang"


tristan sudah berjalan mendekatiku dengan cepat ia meraih pingganggku lalu meraup habis bibir mungilku ini...


Aku merasakan lumatan hangat bibir tristan, rasanya aku tak ingin waktu berlalu begitu cepat,


Waktu.. bisakah kau berhenti sejenak..??


tiba tiba tristan sudah menghentikan ciumannya ia tersenyum sambil mengusap lembut bibirku yang baru saja ia mainkan, ada rasa kecewa di hatiku sepertinya aku sudah ketagihan pada pria ini.


" itu... tentu saja masih berlaku " kataku ragu


" tapi kau harus berjanji tetap akan menciumku saat bertemu "


" haha.. tentu saja.."


aaah sial... aku sudah salah bicara kenapa aku harus meminta bertemu seminggu sekali, aku yakin aku akan sangat merindukan bibir hangat ini.


" hmmm oke.. aku akan rajin dan fokus kuliah saja, dan berjanjilah kau akan selalu menepati janji " katanya sambil memelukku.


tubuh hangatnya ... aku masih sangat merindukannya.


tiba tiba bel apartemen tristan berbunyi sepertinya makanan yang ku pesan sudah datang.


Aku langsung mengambil makanan yang aku pesan tadi,lalu aku meletakkannya di meja makan, tak lama kemudian tristan datang dan menarik kursi untuk duduk lebih dekat denganku.


" Ya Tuhan... aku ingin wanita ini setiap hari melakukan ini terhadapku, menyiapkan makanan dan juga merapikan rumahku " katanya sambil memeluk pinggangku.


aku sudah tertawa mendengar perkataan tristan.


" kau tau.. aku sangat mencintaimu " katanya lagi masih memeluk pinggangku.


" aku juga mencintaimu tristan , ayo makan "


jawabku sambil memberikan nasi kepiring.


aku bahagia... aku sudah merasa seperti istrinya saja, aku berharap waktu berbaik hati padaku agar aku tetap bahagia selamanya bersama tristan.


" sayang.. semalam aku sangat puas.." bisiknya.


kontan saja aku sudah tersedak mendengar ucapan konyol tristan.


Ya Tuhan... kenapa dia sangat mesum