
Ini adalah hari keempat aku di Bali bersama mereka berdua, dan bukannya aku semakin dekat dengan kertha malah aku semakin menjauh dari keduanya, dan entah kenapa semua terasa semakin canggung sekarang, aku sedikit menjauh dari tristan dan mencoba lebih dekat lagi dengan kertha, dan kau tau pasti betapa cueknya abang kertha ini.
Aku sengaja memilih menonton tv di ruang keluarga sendirian, setelah beberapa menit aku menonton film di layar TV tiba tiba tristan sudah duduk di sebelahku, lagi lagi dia mencoba menggangguku.
" kakak jangan coba coba menghindar dariku, karena kakak tak akan pernah bisa melakukannya " katanya, dan dia juga sudah meletakkan kepalanya di pundakku.
Dan yaa.. Aku sudah kesal.
" apa yang akan terjadi kalo abang elo ngeliat semua ini..? " tanyaku,
Aku hanya ingin menyadarkan kalau posisi seperti ini tak baik, bisa bisa kertha mengira kalau aku sudah menjalin hubungan tersembunyi dengan adiknya sendiri, meskipun sebenarnya sudah terjadi.
" abang kertha gak akan pulang.. " katanya dengan santainya, tapi tiba tiba ada suara pria dan wanita sedang mengobrol di luar sana.
Tristan langsung berdiri sedangkan aku memilih untuk tertawa melihat ekspresi kaget tristan tadi.
Eh... Tunggu dulu.. Itu suara seorang wanita.
Dan ya. Seorang wanita sangat cantik berjalan di sebelah kertha, dia sangat cantik sampai aku tak bisa mengedipkan mataku saat melihatnya, apakah dia malaikat? Kenapa dia bisa secantik ini..???
Dia tersenyum kearahku dan juga tristan, wajahnya berubah saat melihat tristan, tunggu adegan apa ini? Tristan tak membalas tatapan ramah wanita ini, malah tristan memilih untuk duduk di sampingku lagi.
" Dia akan ikut kita pulang ke jakarta besok " kata kertha dengan nada dinginnya.
" Hai... Kenalin aku Tasya Teman kecil kertha dan tristan " katanya, dan aku sudah menjabat tangannya, ya Tuhan itu sangat lembut tentu saja beda denganku yang tak pernah perawatan sedikitpun.
Tristan tak menggubris sama sekali, dia memilih mengganti channel televisi sesuka hatinya.
Sedangkan aku? Aku sudah berada di antara kedua pria yang sedang mencintai wanita yang sama, kenapa aku masuk kedalam kehidupan kedua pria ini..?
Wanita yang bernama tasya berjalan menuju kamar kertha, dan itu membuat hatiku sedikit sakit, dan aku sudah bisa melihat dengan jelas kalau wanita itulah yang selama ini dia cintai, pantas saja dia tak mau melihatku. Tasya wanita yang sangat cantik dan aku bukan siapa siapa baginya..
Ah.. Sudahlah.. Aku menyerah saja.. Aku tak akan bisa mendapatkan cinta kertha.
Malam ini, kertha sudah berangkat lebih dulu ke restoran bersama tasya mereka meninggalkan aku dan tristan berdua saja, bagaimana bisa kertha sangat terang terangan kalau dia tak menginginkan aku? Setidaknya kau hargai aku sebagai tunanganmu.
Aku sudah kesal dan memilih memasak mie instan, yang penting aku kenyang sekarang dan besok aku sudah pulang, lebih baik aku menikmati kehidupan burukku ini, daripada mengharapkan cinta kertha yang tak pantas itu.
Dan tiba tiba tristan sudah berdiri di belakangku, dia sudah memelukku dari belakang sedangkan aku masih mengunyaH mie yang masih belum habis kumakan.
" Kakak pasti sedang marah " katanya, sepertinya dia sudah mengerti perasaanku sekarang, dan aku merasa tenang karena ada seseorang yang bisa mengerti perasaanku.
" kakak jangan sedih.. Ada aku disini "
Dan entah kenapa aku merasa aneh dengan perkataan tristan, apakah dia sedang mencoba menghiburku atau dia mencoba menghibur dirinya sendiri?