He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Miliknya



Aku sangat kaget mendengar apa yang tristan katakan barusan, Dia ingin aku menikah denganya? Apa yang ada di dalam otaknya sekarang?


Dia masih memeluk tubuhku dengan sangat erat, dan aku tau aku memang sangat dekat dengannya, saking dekatnya aku melakukan apa saja bersamanya.


Dia sudah mengambil segalanya dalam hidupku, ciuman pertama dan juga kesucianku, dan aku merasa tak masalah dengan semua itu.


Aku tak tau apakah aku sudah menyukainya atau tidak, tapi aku benar benar sangat bergantung padanya, lalu apa jadinya kalau aku malah akan menikah dengan tristan, sedangkan aku sudah bertunangan dengan kertha.


" jangan ngaco.. Aku kakak iparmu " jawabku dan mencoba melepaskan pelukan tristan.


Tapi tristan masih memaksa untuk memeluk tubuhku ini,


" kak.. Kita sudah sangat dekat, lalu apalagi yang kakak fikirkan.. " tanyanya,


Ya benar.. Kita sangat dekat.. Bahkan kita lebih dekat bagaikan prangko.


" tan.. Gue tunangan abang elo.. " kataku, dan kini tristan sudah membalik tubuhku agar menghadap padanya, dan sudah pasti dia akan menciumku setelah ini.


Dan benar saja.... Dia sudah melumat bibirku dengan sangat lembut.


" Kak.. Jangan bahas abang saat kakak sedang bersamaku " katanya sambil menyatukan bibirnya lagi denganku. Dan aku sudah Menikmati perlakuannya, aku selalu luluh saat di perlakukan seperti ini, aku tak tau dengan perasaan ini.


Tristan sudah meraih tubuhku kedalam pelukannya, dan aku bisa merasakan detak jantungnya yang sangat keras. Badannya sangat tinggi hingga aku bisa mendengar dengan jelas detak jantungnya saat dia memelukku.


" apakah kakak bisa mendengar degub jantungku? " tanyanya, seakan mengerti apa yang sudah aku pikirkan.


" kak.. Sepertinya aku sudah sangat menyukai kakak.. " ucapnya dan itu membuat aku kaget, apakah benar seorang tristan yang playboy menyukai aku?


" apakah detak jantungku belum bisa menjadi bukti kalau aku sudah sangat menyukai kakak? " tanyanya, dan lagi lagi seakan dia bisa mendengar isi hatiku.


Tristan mencium bibirku lagi, dan lagi... Lalu dia menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam mobilnya.


Dia menciumku lagi, kali ini sangat berbeda, ciumannya sangat menuntut agar kita bisa melakukannya lebih.


Dan benar saja, ciuman ini sudah sangat panas, aku sampai merasa gerah pada tubuhku, rasanya sangat panas hingga aku ingin membuka seluruh pakaianku.


Seperti bisa mendengar isi hatiku, tristan sudah membuka baju bagian atasku, sedangkan tristan sudah membuka kemejanya sejak tadi


Tristan sudah payudaraku, dan aku sudah merasakan sensasi yang sangat aneh, aku sangat menyukai semua ini dan aku sudah rambut tristan menahan rasa geli yang sudah menyerangku.


Entah sejak kapan aku sudah menjadi polos begini, tristan menyentuh bagian bawahku dan aku sudah mendesah karena sentuhan lembutnya itu.


" sepertinya kakak sudah sangat basah.. " bisiknya dan itu sudah membuat tubuhku menegang.


" Aaahh... Tan.. "


Aku sudah mendesah, sedangkan tristan memilih melumat bibirku saat aku mendesahkan namanya.


Ini sangat nikmat, aku menjadi hilang akal karena semua ini...


Semakin tristan mendorong lebih dalam, semakin aku keras mendesahkan namanya, apakah ini yang di sebut dengan bercinta? Apakah benar senikmat ini?


Aku bahkan sudah kehilangan kesadaranku sekarang.


Tristan semakin mempercepat gerakannya dan itu semakin menusuk ku semakin dalam,


" aaaah.. Tan... Sepertinya ada sesuatu yang akan meledak " kataku lirih, tristan tersenyum dan berkata.


" tunggu aku kak... Ayo kita keluarkan bersama.. " katanya


Aku sudah memeluk tubuh tristan dengan erat, tristan semakin mendorong lebih dalam, dan aku sudah tak tahan.


" aakh.. Kak.. Ini sangat nikmat " desah tristan sambil melumat bibirku lagi.


Beberapa detik kemudian, tristan semakin mempercepat gerakannya dan aku sudah tak kuat lagi...


" Aaaaaaaakkkkkh.... " entah apa ini... Ini sangat geli dan nikmat, dan itu semakin nikmat setelah tristan juga mengeluarkannya di dalam sana...


" Aaaaaaakkkh.. "


Suara erangan tristan, sepertinya dia sangat puas dengan semua ini.


" Kak... Kau sudah menjadi milikku.. " bisiknya di telingaku, dan terus memelukku.


Rasanya sangat lemas setelah melakukannya tadi, dan sudah banyak cupang di bagian payudara ku, aku sangat shock melihat lukisan yang tristan berikan.


" Oh My.. Kenapa sebanyak ini..? " aku bertanya pada diriku sendiri, tristan sudah tertawa merasa sangat puas.


" itu tanda kepemilikan kak... Itu berarti kakak adalah milikku sekarang.. " kata tristan dan kembali mencium bibirku lagi..


Entah kenapa sepertinya tristan merasa sangat candu pada diriku ini.


Dan sekali lagi...


Tristan melakukannya di dalam mobil ini..