
Jam 6 sore aku sudah di jemput hanna, kita sudah berjanji akan makan di restoran tempat dia bertemu dengan kliennya, katanya sih sekalian ngembaliin mobilnya yang dia pinjem, kadang aku mikir.. Kenapa hidupnya sangat santai.. Padahal pekerjaannya itu sangat mengerikan lho.. Bisa bisa dia di grebek polisi pas lagi kerja kan..? Tapi dia selalu bilang Aman dan aman.
Aku sedikit takut sih karena harus bergaul dengan cewek kayak gini, tapi dia sangat realistis... Hidupnya membuatku semakin semangat untuk hidup lebih baik lagi, " di dunia ini semua butuh uang, jadi lakukan apa saja yang penting menghasilkan uang " Katanya, dan aku masih ingat betul dengan ucapannya itu.
Kadang dia juga cerita kalo orang kaya selalu tidak puas dengan istrinya sendiri, dan mereka lebih suka cewek seperti dirinya yang lebih memuaskan dan sangat agresif...
Euuuhh...
Apakah **** sepenting itu..?
Aku sudah duduk menunggu makanan yang sudah ku pesan, sedangkan hanna masih sibuk memainkan hapenya, dan aku yakin dia sedang menerima pesan dari pelanggannya.
" hanna... Pernah gak sih.. Elo tuh jatuh cinta sama klien elo..? Kayaknya elo biasa aja kalo udah berhubungan dengan cowok yang berbeda beda..? " tanyaku, yaa selama ini aku sudah ingin bertanya tentang hal ini, tapi aku gak enak hati.. Tapi sekarang udah enggak lagi sih.. Karena aku sudah mulai terbiasa dengannya yang kadang juga suka ngeledekin aku, dan bisa di bilang kami sudah jadi sahabat sekarang.
" hmmm... Elo penasaran ya.? " dia malah balik nanya dan aku sudah pura pura kesal sekarang
" haha.. Ok ok... Hmmm ada sih.. Dan sampek sekarang dia masih sering boking gue, dulu sebelum gue kerja seperti ini.. Dialah orang pertama yang merampas keperawanan gue.. " ceritanya, matanya menerawang jauh seakan merasa sangat sakit jika mengingat semua itu, aku tak tau betapa kerasnya kehidupan seorang hannah, dia terlihat baik baik saja saat kau hanya melihatnya, tapi saat kau sudah dekat dengannya.. Kau akan menemukan banyak ke pahitan dalam hidupnya.
" sejak awal... Gue sudah jatuh cinta dengan pria itu, tapi dia mengira kalau gue hanya wanita bayaran saja, jadi.. Gue terus melanjutkan hidup gue yang hanya sebuah perkiraan cowok itu saja.. Sampai sekarang dia masih sering boking gue, dan dia juga bayar gue dengan harga paling mahal, malah sekarang dia pinjemin mobil mewah ini ke gue " katanya sambil memainkan kunci mobil, dan aku tersenyum.
Aku tau... Selalu ada cinta yang terjalin saat melakukan hal seperti itu, dulu aku juga seperti itu kan? Aku pikir itu biasa saat di lakukan.. Tapi lama lama aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta.
Jadi... Tristan.. Bagaimana kabarmu sekarang?
Aku merindukanmu,
" elo nangis..? Apa elo merindukan orang itu lagi..? "Tanyanya sambil menepuk bahuku, dan aku sudah mengangguk yang langsung di ikuti dengan tangisanku...
Ya... Aku merindukanmu tristan.. Aku sangat merindukanmu.
Apakah kau mencariku? Atau kau hanya diam saja saat aku sudah menghilang seperti ini.
Pernahkah kau merindukan aku tristan..?
Aku bahkan tak bisa menahan rasa rinduku lagi.. Aku sudah tidak kuat, aku ingin bertemu denganmu sekarang juga...
Aku sudah menangis, hannah terus memeluk tubuhku dan mencoba menenagkanku, aku masih punya sahabat yang bisa menghiburku, terima kasih hannah.. Karena kau datang di saat aku benar benar butuh.
Setelah drama nangis bombaiku kami langsung menghabiskan makanan yang kami pesan tadi, lalu hanna mebayar semua tagihan malam ini, hahaha keuangannya berbeda denganku.
* sebentar.. Gue telpon yang punya mobil dulu, sekalian gue anterin elo pulang " katanya sambil meraih hape di dalam tasnya, dan aku hanya mengangguk saja.
" hai.. Aku mau ngembaliin mobil, kamu udah sampek belum? " tanya hanna pada orang di sebrang sana,
" Oh ya..? Kau sudah disini? Apa..? "
kulihat hanna sudah celingak celingkuk kekanan kekiri dan kulihat matanya langsung berbinar dan sudah jelas dia terlihat sangat senang lalu melambaikan tangan kearah belakangku, aku yang penasarsn dengan cowok itu langsung membalikkan badanku, dan betapa shocknya aku saat melihat pria yang berjalan dengan gagahnya menuju kami berdua.