
Setelah me make over aku menjadi cantik seperti ini Arka langsung membawaku ke sebuah Club malam, dan aku tau tempat ini tak pernah baik, aku pikir dia akan membawaku jalan jalan kemana gitu dan memerkenalkan aku sama teman perempuannya, setidaknya aku harus punya satu teman perempuan kan..?
Aku merasa tak asing dengan seorang pria yang terus memandangiku, sepertinya aku pernah bertemu dengannya entah dimana dan kapan, dia tersenyum padaku dan itu membuatku agak risih, entah kenapa aku merasa sangat familiar dengan wajahnya.
" Hai.. AL.. Apa kabar.? "
Pria itu mengulurkan tangannya, sedangkan aku masih sangat heran dan sangat bingung, apakah dia kenal denganku ini? Aku bukan tipe wanita yang suka berkeliaran.
" Lo gak inget sama gue? " tanyanya, ekspresinya sangat meyakinkan kalau dia kenal denganku. Tentu saja aku mengagguk karena aku merasa tak kenal dengannya.
" hahaha sepertinya dulu gue bukan orang yang berarti dalam hidup elo " katanya lagi dan itu membuatku terus berfikir keras mencoba untuk mengingat pria ini,
Dan aku tak menginggat apapun, kulihat arka sudah tersenyum melihat aku yang merasa ke bingungan.
" kakak beneran lupa sama kevin? " tanya arka.
Dan aku masih mengernyitkan dahiku masih tak ngeh tapi aku langsung menutup mulutku saat mendengar kata kevin, apakah dia benar benar kevin? Apakah benar pria itu kevin yang dulu pernah aku suka saat masih SMA..? Ya Tuhan... Kenapa baru sekarang aku bertemu dengannya? Sudah bertahun tahun aku mencari kabarnya tapi tak pernah kudapat kabar tentangnya, dan sekarang.. Aku di pertemukan lagi dengannya di waktu yang sangat tidak tepat kan? Ya.. Sangat tidak tepat.. Aku sudah bertunangan kevin... Kenapa kamu baru muncul sekarang?
" kayaknya gue beneran berubah ya.. Sampek seorang AL bisa melupakan gue begitu saja " kata kevin yang seakan bisa mendengar isi hatiku.
" elo semakin cantik AL, gue gak nyangka cewek tomboy kayak elo bisa berubah secantik ini " katanya dengan senyuman khasnya,
Bisa di bilang aku senang saat bertemu dengannya, sudah 3tahun aku mencari sosok kevin, dulu aku sangat menyukai kevin tapi tak berani mengatakan kalau aku sebenarnya sangat menyukainya, kevin adalah cowok yang sangat baik dan juga perhatian, dulu saat masih SMA tak ada yang ingin berteman denganku, tapi kevin selalu saja mengejarku dan mencoba untuk berteman denganku, aku sangat senang saat itu, aku semakin akrab saat kevin bersahabat dengan adikku hampir setiap hari kami menghabiskan waktu nongkrong bersama hingga akhirnya aku jatuh cinta padanya, dan disaat aku sudah lulus sekolah SMA aku berinisiatif ingin mengatakan kalau aku menyukai kevin, tapi ternyata kevin sudah pergi entah kemana, aku sangat patah hati saat itu hingga aku menjadi wanita murung dan suka sendirian dirumah, ya hingga semua sifat kesepianku menjadi hobi paling asyik untukku, aku jadi tak suka dunia luar karena aku takut jatuh cinta lagi seperti dulu, kau pasti tau bagaimana rasanya di tinggalkan tanpa kabar sedikitpun.
Kevin sudah menyodorkan minuman padaku, dia masih sama seperti dulu, bersikap ramah dan lembut padaku, dan aku sangat suka.
" AL.. Hari minggu apakah elo ada waktu luang? " tanya kevin, dia terus saja memandangiku hingga aku menjadi sangat grogi karena di perhatikan terus olehnya.
Dan aku mengangguk tanpa melihat wajah kevin,
Entah kenapa aku menjadi ingin kembali ke masa saat aku bersama kevin dulu.