He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Pulang



Gerbang ini, aku sangat merindukan suasana ini, tempat ini masih terlihat sama dan tak berubah, aku sudah meneteskan air mataku saat melihat rumah yang selama ini menjadi naunganku.


Sampai disana semua pembantu menyambutku lalu membukakan pintu untukku,


Aku sudah menagis setelah melihat mama duduk bersama papa di sofa, dan kulihat mama juga sangat senang melihat aku sudah pulang..


" Ya Tuhan... Kau sudah pulang nak "


Itu suara mama, dan betapa senangnya aku mendengar mama mengatakan itu padaku, aku langsung berlari dan memeluk mama seerat mungkin.


" dasar anak nakal, tak tau diri.. Darimana saja kamu hah..? " kata mama yang sudah melepaskan pelukanku, dia juga sudah mencubit pipiku tapi dia menangis.. Mama menangis karena mengkhawatirkan aku.


Mama memelukku lagi tak henti henti dan mencium keningku.


" Aaal.. Aaal.. Kamu ini memang nakal, kenapa kamu gak bilang kalau kamu gak suka sama kertha " kata papa,


Aku pun tersenyum mendengar perkataan papa, lalu aku duduk dia antara mereka.


" trus.. Kalo aku bilang gak mau nikah sama kertha mama bakalan setuju gitu? " kataku sambil cemberut, dan kini mama sudah mencubit pipiku.


" kalo kamu gak bahagia mana mungkin mama kasih kamu sama kertha, lagian mama liat kamu suka sama kertha " kata mama dan aku cemberut lagi.


" ya udah.. Mama janji gak akan jodohin kamu lagi " kata mama, dan aku merasa mamaku menjadi berubah setelah aku pergi hampir setahun.


" jadi.. Apakah sudah ada calon sayang? " tanya papa dan aku sudah melotot mendengar pertanyaan papa, dan di sambut dengan tawa papa.


" sepertinya anak papa yang suka ngomel ini belum punya kekasih " kata papa lagi,


Huaah.. Andai papa tau pria yang aku suka kali ini adalah adik kertha...


Aku masih belum berani untuk mengatakan semuanya, karena aku takut akan membuat mood mama berubah lagi, jarang jarang mama bersikap seperti ini.


Aku sudah masuk kedalam kamar kesayanganku, aaah... Rasanya aku tenang dan senang sekali..


Dan kulihat poster poster itu masih sama seperti yang dulu..


Hahaha betapa konyolnya aku yang dulu, entah kenapa aku menjadi lebih dewasa sekarang.


Aku mencopot semua poster kartun dan juga para artis korea di dindingku, entah kenapa kamarku terasa sesak kalau banyak poster, hahaha aku sudah berubah sekarang.


Tiba tiba kamarku di buka paksa, dan siapa lagi kalau bukan adikku yang paling ngesellin yang berani nerobos masuk kedalam kamarku.


" uiiihh... Yakin mau di copot posternya? " tanyanya dengan nada usilnya. Aku pura pura tak peduli dengan ucapannya.


" waah.. Kakak gue udah dewasa yah sekarang " katanya, dan aku berbalik dan menatap arka dengan sinis.


" diem lo, jangan bacot " kataku


" hahaha kakak masih aja galak, hehe " katanya masih dengan cengirannya,


Ehh tunggu.. Kalo arka udah nyengir gini nih aku yakin dia mau sesuatu.


" apa? Lo mau apa?? " tanyaku yang sudah pasti tepat sasaran.


" aah kakak tau aja kalau gue pengen sesuatu" katanya yang kini sudah nyengir lagi


" kak.. " arka mendekat dan duduk di sebelahku lalu dia memijat kakiku, dan aku sangat kaget dengan sikapnya, aah ada hal besar yang dia inginkan aku yakin itu.


" lo mau apa sih bocah "


" hmmm gue.. Gue.. Pengen kakak bawa hannah main kerumah " katanya sambil menggaruk kepalanya yang aku yakin gak gatel sama sekali.


Eeh tunggu.. Apaa..???? Hannaah?? Dia mau aku bawa hannah kesini??


Aku sangat kaget mendengar ucapan arka barusan.