He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
83



Ada rasa lega di dalam hatiku, aku tak perlu takut lagi sekarang.


semua sudah selesai dan aku harus melanjutkan kehidupanku yang baru, yang penuh dengan cinta.


setelah makan malam bersama mama tristan aku langsung pamit.


" tante ... aku harus pulang sekarang " kataku


dan aku bisa melihat raut wajah kecewa.


" jangan panggil aku tante lagi, panggil mama saja .. sebentar lagi kalian akan resmi menikah " kata mama tristan.


aku langsung melihat kearah tristan yang masih tenang tenang saja.


" Ma.. jangan terlalu keburu gitu, bisa bisa Al gak mau menikah denganku " goda tristan.


mama langsung tertawa mendengar perkataan tristan.


" kamu gak perlu khawatir tentang tristan Al, setelah Lulus dia akan langsung mengurus perusahaan di kota, kamu tidak akan kelaparan sayang " kata mama tristan lagi, aah.. aku yakin tak akan kelaparan bersama keluarga kaya seperti ini.


" haha..bukan gitu tante, yang terpenting sekarang tristan harus fokus kuliah dulu sampai selesai, setelah itu.. baru kita menikah" jawabku


tristan tersenyum mendengar ucapanku.


" dan juga... tristan harus menjaga jarak dan fokus kuliah saja titik " tambahku lagi yang tentu saja membuat tristan tak terima.


" tunggu maksud kamu apa nih.."tanya tristan tak mengerti


" kita harus jaga jarak untuk sementara selama kamu masih kuliah, dan kita harus jarang jarang bertemu" jawabku dengan senyuman menyakitkan hahaha


" hei... tidak bisa begitu Al.. aku butuh energi untuk menyelesaikan kuliah, " katanya tak terima


dan itu membuat mama tristan tertawa merasa geli dengan tingkah tristan,


Ya.. bagaimana pun percintaan membuat semua orang gagal fokus, aku harus bisa membuat tristan belajar dengan rajin dan lulus kuliah.


setelah itu kita akan menikah dan hidup bersama selamanya.


" gak bisa gitu Al... aku harus tetap bertemu kamu " mohon tristan lagi.


" kita akan tetep bertemu di setiap akhir pekan, dan tak ada mampir ke apartemen lagi" jawabku,


" Al.. kau adalah energi bagiku, satu ciuman darimu bisa membuatku semangat ber jam jam , pliss... biarkan aku tetap menciummu saja " pintanya,


aku merasa lucu dengan ekspresi tristan, seakan akan aku sudah mencuri mainan kesayangannya.


" hahaha.. baiklah.. hanya ciuman di akhir pekan, aku janji setelah kau lulus kita akan melakukannya lagi "jawabku tenang.


" Aaaakkkh... kau tau Al.. itu semakin membuat aku tidak fokus, bagaimana bisa aku menahan semua itu selama 6 bulan kedepan, bahkan kau juga membatasi ciuman kita " tristan terlihat semakin frustasi dan tak terima.


Aku hanya bisa tertawa melihatnya, dan jujur saja sepertinya aku juga tidak akan bertahan selama itu, dan hormonku semakin naik setelah aku bersama dengannya.


" ini tidak adil.." umpat tristan lagi.


" kau harus kuat.. semangat belajar dan lulus kuliah... kau juga pasti akan sangat sibuk di masa hampir skripsi seperti ini " kataku lagi, mana mungkin kau tidak sadar dengan niat baikku, demi masa depan kamu tan.. kita harus semangat.


Tristan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan tiba tiba dia mengerem mobilnya hingga mobil itu berhenti.


" baiklah.. kita lakukan, setiap akhir pekan kita bertemu tanpa melakukan ****.. oke aku terima setidaknya kita masih sering bertemu, aku janji akan fokus belajar dan berhasil lulus" katanya dengan tenang,


Aku langsung tersenyum senang mendengar ucapannya barusan, kali ini tristan sangat mudah untuk di rayu.


" baguslah... kau harus semangat tristan " kataku sambil memberinya semangat.


" tapi malam ini... kau harus tidur di apartemenku " katanya dengan ekspresi usil lagi .


aku langsung melotot mendengar apa yang baru saja ia katakan.


" enggak bisa..! untuk sementara kita tidak boleh melakukan itu lagi " tolakku dengan cepat.


" itu tidak berlaku untuk hari ini, " jawab tristan dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju apartemennya.


huaaah... dan aku yakin malam ini badanku akan remuk..