
Setelah semalaman curhat bersama hannah dan kini aku bangun jam 10 siang, hahaha gila kan? Semalem aku curhat sampek jam lima subuh bahkan seorang arka menjadi nyamuk diantara aku dan hannah, ya semalam arka juga ikut nimbrung bersama kami tapi aku menganggap arka tak pernah ada,
" ya ampun.. Udah jam sepuluh " kata hannah, dan aku masih susah payah tak bisa membuka mataku
" hmm.. Tidur aja dulu. Ntar malem kita begadang lagi " kataku yang kembali memejamkan mataku. Tentu saja aku masih ingin curhat dengannya.
" enggak. Nanti malem gue ada pesta ulang tahun temen, lagian semalem udah puas curhatnya " kata hannah yang kini sudah beranjak dari kasur empuk ini.
" elo juga di undang sama rio? " tanya arka,
Dan gue gak tau kalo kita tidur bertiga di kamar ini semalem, ya ampun.. Arka niat banget deketin hannah.
" Ya. Rio.. Dia ngundang gue juga " jawab hannah.
" Yess... Kita berangkat bareng nanti oke " kata Arka, dan aku kembali memejamkan mataku dan berharap waktu akan memberikan sedikit kebaikan padaku agar bisa bertemu dengan tristan, dan aku juga berharap waktu memberikan kesempatan untuk kembali pada tristan lagi
-
-
-
-
Kami bertiga sudah sampai di sebuah hotel berbintang, pesta ulang tahun dan juga sekaligus hari pertunangan rio di laksanakan penuh dengan kemewahan, oh ya tuhan.. Orang kaya memang selalu pemborosan.
Aku menikmati beberapa makanan yang sudah tersedia disana dan kebetulan aku memang belum mengisi perutku sejak tadi, dan kini aku di buat kaget dengan kedatangan kertha dan juga istrinya tasya.
" hai juga, aku baik sekali " jawabku sambil mengunyah makananku yang belum habis
" hari ini tristan tak akan datang kau jangan banyak berharap "
Deg.
Tristan tidak akan datang? Apakah itu benar? Apakah tristan sudah tidak ingin bertemu denganku lagi?
Aku sudah menjadi sangat lemas mendengar ucapan tasya yang baru saja ia katakan, dan kini aku sudah tak ada kepentingan lagi di tempat ini.
" kau tau.. Dia juga mulai berpacaran dengan seorang model, dia bahkan sangat cantik, kau bukan apa apa untuknya " katanya lagi,
Rasanya aku sudah ingin merobek habis mulut wanita ini, dia sengaja mengatakan hal yang tidak masuk akal hanya karena aku sudah berpisah dengan tristan, tidak. Kau tidak akan bisa membuat aku sakit hati.. Aku sangat kuat dan aku juga masih sangat yakin kalau tristan juga masih mencintaiku, aahh wanita ini benar benar tidak sadar diri, Dia bahkan juga menjadi wanita yang di tolak tristan.
" dan kau.. Tidak akan pernah bisa mendapatkan salah satu dari mereka " bisiknya lagi lalu meninggalkan aku, oh astaga.. Haruskah aku tertawa sekarang? Dia bukan apa apa untuk kertha, dia hanya seorang pendamping yang tak ada artinya, bahkan kertha juga sudah menyatakan perasaannya padaku berkali kali, dia terlihat lebih menyedihkan daripada diriku ini.
" Al.. Cepet sini " kata hannah yang sudah memberikan isyarat padaku, lalu aku berjalan mendekati hannah setelah menghabiskan minumanku.
" ada apa? " tanyaku,
Hannah langsung membalik kepalaku ke sebuah meja dan disanalah aku bisa melihat seorang tristan berdiri sambil memegang gelas yang masih berisi minuman disana.
Hatiku langsung berdesir saat melihat wajah pria itu tersenyum dengan sangat manisnya, dan tanpa sadar aku sudah menangis, entah karena senang atau sedih.. Aku pun tidak tahu itu...