
Aku masih belum percaya kalau aku akan bertunangan dengan kertha, bagaimana bisa takdir begitu baik padaku.
Aku memang sangat menyukai pria ganteng seperti kertha, siapa yang tak suka pria ganteng?
Aku ini normal se normal normalnya, aku tak bisa bohong kalau aku sudah sangat senang banget bisa dengan mudahnya akan bertunangan dengan kertha.
Kertha itu pria baik, dewasa dan sangat pengertian, aku sangat nyaman saat jalan jalan bersamanya,
Tapi sekarang masalahnya adalah, sikap kertha sudah berubah, dia yang baik, dewasa dan sangat tenang sudah tak lagi kulihat, malah sekarang kertha menjadi seorang yang cuek dan pemarah, kadang juga dia tak peduli dengan apa yang sudah aku bicarakan.
Setelah resmi bertunangan, keluarga kertha meminta aku untuk tinggal di rumah keluarga kerta.
Awalnya aku sangat grogi dan kaku, bayangkan, ini pertama kali aku berkumpul dengan orang asing, aku tuh tipe orang yang gak suka rame.. Aku sangat pendiam meskipun sebenarnya aku juga cerewet sih, nah gimana tuh? Aku juga bingung sendiri dengan sifatku.
Hari ini adalah hari kelima aku tinggal di rumah kertha, mereka menitu inkan aku tinggal disini,
Aku sering membantu Mama kertha memasak, dan ternyata mama kertha suka banget dengan masakanku, yah setidaknya orang tak berguna ini bisa menyenangkan hati mertua kan?
Kulihat kertha sedang bersiap untuk pergi ke kantor, dia sibuk mempersiapkan semua keperluannya.
" bisa aku bantu.? " tanyaku,
Kertha sudah melihatku, tapi dia tak peduli sama sekali denganku, bahkan dia tak menjawab pertanyaanku.
Ah.. Aku tak suka di perlakukan seperti ini,
" kertha, sepertinya kita harus bicara " kataku, aku bukan tipe wanita yang diam saja saat tak di hargai seperti ini,
" bicara saja " katanya, nadanya sudah agak dingin,.
Aku tak mengerti dengan sikapnya yang sekarang, kenapa dia jadi pemarah setelah resmi bertunangan denganku? apakah dia sudah menyesal karena Sudah bertunangan denganku?
" Apa kamu tidak senang Dengan pertunangan ini? Ayo kita bicara baik baik sebelum semua ini menjadi semakin rumit, aku bisa jelasin nanti sama mamaku.. " kataku, sebisa mungkin aku bersikap lembut padanya,
Kertha menghentikan kegiatannya, dia sudah menatapku dengan sinis.
Katanya,
Kertha membawa tasnya dan pergi meninggalkan aku,
What..?
dia meninggalkan aku begitu saja sebelum mengatakan sesuatu lagi?
Ya Ampun... aku tuh paling gak suka di gantung kayak gini, kenapa dari awal dia mau aja pas di Paksa tunangan, harusnya dia menolak kan?
Sedangkan aku? Ya aku setuju aja pas tau cowok yang akan jadi tunangan aku tuh si kertha, dari awal aku juga sudah suka kan sama kertha?
Aku baru sadar kalau cowok hanya manis di awalnya saja.
Ah. Menyebalkan.. Dia terlihat baik di luarnya saja, dia tak pernah bisa mengerti perasaanku, aku Telah salah menilainya.
Dengan malas aku masuk kedalam kamarku, menikmati kamar yang sangat asing bagiku, hidupku sudah membosankan sejak awal dan selamanya akan membosankan.
Tristan apa kabar ya? Semenjak aku resmi bertunangan, dia sudah tak pernah muncul dan menggangguku lagi..
Aku jadi kangen padanya.
Kupejamkan mataku sejenak, mungkin saja kenyataan bisa berubah dengan cepat, aku tak tau harus bagaimana lagi sekarang, padahal aku telah menaruh hatiku pada kertha, tapi ternyata dia tak pernah benar benar menyukai aku..
Jadi selama ini dia hanya ingin mempermainkanku saja.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Melanjutkan hubungan tanpa rasa ini? Atau kutinggalkan saja dan mempermalukan orangtua ku sendiri.?
Ahh.. Kenapa jadi serumit ini hidupku.