He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Sebuah kesalahan



Aku membuka mataku karena cahaya matahari terasa sangat hangat, tubuhku rasanya sakit dan remuk, tunggu dulu..? Sejak kapan aku sudah di apartemen tristan? Kulihat tristan yang masih tertidur pulas di sampingku, dia masih sangat nyenyak sampai sampai.. Mulutnya terbuka.. Apakah selelah itu semalam..?


Hatiku berdesir mengingat kejadian semalam, aahhh.. Pergulatan semalam membuatku merasa malu pada diriku sendiri, bagaimana bisa aku melakukannya dengan calon adik iparku...? Aah tidak.. Lebih tepatnya akan menjadi mantan adik ipar, kertha akan memutuskan hubungan ini kan? Yayaya... Itu pasti sudah dilakukannya sekarang,


Ya Tuhan.. Aku masih belum percaya karena aku sudah melakukannya dengan tristan, apa yang sudah aku lakukan..??? Bagaimana kalau aku hamil..? Ya Tuhan... Tunggu dulu.. Ini bukan pertama kali aku melakukannya dengan tristan.. Ini sudah yang kedua kali.. Dan aku juga sudah lupa kapan terakhir aku datang bulan, ya Tuhan... Aku mohon... Jangan kau biarkan aku hamil semudah itu... Aku tak mau hamil dulu.. Aku masih ingin menikmati hidupku..


Aku langsung meraih hapeku, dan kulihat beberapa angka tanggal yang masih kuingat kapan terakhir datang bulan, aku semakin shock.. Karena aku sudah telat seminggu lebih, apa apa an ini..? Bagaimana bisa aku sudah telat lebih dari seminggu,? Aku takut.. Tak mungkin kan tiba tiba aku akan menikah dengan tristan..? Semua orang juga sudah tau kalau aku bertunangan dengan kertha.


Tiba tiba tristan sudah meraih tubuhku kedalam pelukannya.


Dan tentu saja aku sudah sangat kaget karenanya..


" Selamat pagi kakak.. " katanya yang sudah mencium keningku.


Aku bingung dengan apa yang sudah aku lakukan, aku sangat dekat dengan pria ini bahkan lebih dari hanya sekedar dekat, dan aku bahkan sudah menyatu dengannya, dia bukan orang yang aku tuju sebenarnya... Tujuanku adalah bersama kertha bukan dengan tristan, tapi kenapa aku malah semakin dekat dengannya..??


" Tan.. Gue harus pergi sekarang.. " kataku dan langsung melepaskan pelukan tristan, dan aku sudah memakai bajuku dengan cepat.


" ada apa lagi kakak? " tanya tristan yang seakan akan tak menyadari apapun.. Ini salah tristan.. Kau harus sadar semua itu.


" ini gak benar, kita harus akhiri semua ini.. " jawabku sedikit emosi, entah kenapa aku menjadi sangat benci pada diriku ini, aku sangat murahan kan..?


" Kenapa harus berakhir kak.. Kita baru saja memulainya " kata tristan,


" kita tidak akan pernah melanjutkan hubungan ini " kataku tegas.


Dan itu membuat triatan semakin tak terima dengan apa yang aku katakan.


" Kak.. Sebenarnya apa masalahnya? " tanya tristan, dan entah kenapa dia tak menyadari letak kesalahan yang sudah kita lakukan sekarang..


" tan... Apa elo benar benar tak menyadari apapun..? Ini semua salah... Kita tak seharusnya melakukan semua ini, aku masih tunangan kertha, lalu apa yang kita lakukan? Kita malah berhubungan seks di belakang kertha, itu tidak benar..!! "


" abang kertha tak pernah mencintai kakak..!! Tak masalah jika kita melakukan semua ini.. "


Apa..?? Tak masalah kita melakukan semua ini..? Aku bahkan melakukan ini untuk pertama kali sedangkan kau..???


Ya Tuhan.. Sepertinya aku akan menyesali semua ini... Aku sudah bodoh menerima semua perlakuannya padaku.


" apa ini benar benar tak masalah? Bagaimana kalau gue hamil hah..?? Apakah ini akan menjadi benar untuk kita lakukan? Elo gak pernah mencintai gue dan gue juga tidak.. Lalu apa semua ini..? Gue akan hamil dengan pria yang tidak pernah gue cintai.. "


Dan aku sudah menangis sekarang, aku juga sudah tak tau apa yang harus aku lakukan, aku bahkan sudah tau kalau aku sudah telat datang bulan.


Ya Tuhan....


Aku sangat bodoh menjadi orang polos selama ini... Bagaimana bisa aku sebodoh ini..????