He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Sudah tau



What..? Apa.? Hannah?


Aku langsung melotot setelah mendengar permintaan arka barusan, ya Tuhan apakah adikku juga sudah terjerat pada wanita seperti hannah? Bukannya aku mau jelekin temenku sendiri tapi dia emang udah jellek banget dalam pandanganku, aku tau dia baik banget malah lebih dari baik, tapi profesi dia itu bikin aku harus berfikir lagi untuk menerima kalau adikku jatuh cinta pada hannah, tunggu.. Apakah adikku juga sudah menjadi langganan hannah?


" bocah.. Jangan bilang elo juga udah tidur dengannya"


Aku sudah memasang wajah tak suka sekarang.


Arka hanya tersenyum tak memberikan jawaban apapun, dia sedang menguji kesabaranku rupanya.


" jawab gak? Mau gue lempar pakek ini? " ancamku yang sudah mengambil sepatu kets kesukaanku.


" hahaha.. Ampun kak.. Enggak sumpah gue belum ngapa2in sama cewek itu " katanya sambil mengangkat kedua tangannya.


" belum..? Berarti ada keinginan untuk melakukan hal itu.. Iya kan..!! " tebakku lagi, kulihat arka menggaruk kepalanya yang jelas gak gatal, dan dia juga sudah memasang wajah seriusnya kemudian.


" enggak kak.. Gak akan, gue gak mau ambil barang orang lain " katanya dan itu membuat timbul pertanyaan full di otakku, aku yakin dia tau sesuatu.


Aku berjalan duduk di sebelah arka, dan kali ini aku harus mendapat banyak informasi tentang sahabatku itu, entah kenapa aku malah takut kalau tristan juga punya hubungan dengan hannah.


" elo pasti tau sesuatu tentang hannah kan? " tanyaku, arka hanya diam saja wajahnya masih tenang saja namun serius.


" emang kakak gak tau kalau hannah itu cewek seperti apa? " tanya arka, ya yang jelas aku sudah tau pasti.


" gue cuman gak sengaja aja waktu itu minum bareng bang kertha dan semua temen temen gue.. Itu aja sih " katanya, oke fix berarti yang dia tau sama kayak gue.


"Ya udah.. Gue tau kalo gitu " jawabku dan itu membuat wajah arka berubah seketika.


" jadi kakak tau kalau bang kertha selingkuh sama cewek kayak hannah? " tanya arka, dan aku mengangguk saja.


Ku jawab dengan gelengan saja


" ooh.. Iya.. Gue lupa kalo kakak sukanya sama tristan "


Deg.


Entah kenapa jantungku seperti berhenti berdetak saat mendengar nama tristan di sebutkan, aku masih belum menjelaskan apapun padanya, dan seperti aku harus mencari pria itu sekarang juga.


" anter gue ke apartemen tristan sekarang " kataku, sedangkan arka menjadi bingung sendiri mendengar permintaanku yang sangat tiba tiba.


" ayoo cepet " kataku memaksa.


Arka yang masih bingung juga sudah berdiri dengan refleks, dan aku ikut berjalan di belakang arka.


Aku masih belum meminta maaf dengan apa yang aku ucapkan kemarin, aku baru menyadari kalau perkataanku sudah menyakiti hatinya, dan aku harus memperbaiki semua ini, sebelum terlambat.. Ah.. Kenapa aku harus takut terlambat? Aku bahkan baik baik saja dengannya, tak akan hal buruk selanjutnya.. Karena semua masih sangat baik baik saja..


Tapi entah kenapa dalam hati kecilku Menjadi sangat takut hal buruk akan terjadi..


Aku takut kehilangan pria ini, Aku bahkan sudah meyakini hatiku bahwa aku sudah sangat mencintainya.


Sampai di depan pintu aparemen tristan, dengan cepat aku memencet tombol bel disana, aku merasa tak sabar ingin meminta maaf dan akan bersikap lebih baik lagi nantinya.


" kak. Aku pulang duluan aja, nanti gue ganggu kakak lagi " kata Arka, aku pun mengangguk setuju..


Aku yakin tristan akan mengantarku pulang kan?


Lalu arka pun pergi meninggalkan aku yang masih berdiri menunggu pintu terbuka.