He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Memutuskan hubungan



Mereka membawaku pergi dari club malam, dan sikap sok berkuasa mereka membuatku menjadi seorang wanita bodoh dan penurut, kini aku sudah sampai di apartemen kertha, tentu saja tristan juga ikut, dan aku merasa tristan hanyalah seorang pengganggu sekarang,


Hai tristan, tolong sadarlah posisimu sekarang, kau ini menjadi perusak diantara aku dan kertha sekarang.


" jadi al.. Kenapa kamu bilang kalau aku ini temanmu? " tanya kertha, rahangnya mengeras dan aku tau dia marah sekarang, dia egois kan? Dia suka marah padaku tanpa alasan, dia bahkan bisa mendekati wanita lain dan kali ini saat aku hanya mengatakan dia hanya temanku dia jadi sangat marah.


" bukankah tak ada apapun antara kita.. " kataku, dan itu mampu membuat kertha terdiam.


" ayolah kertha, kau tak pernah menyukai aku dan aku juga begitu, aku tak ingin kita menikah karena terpaksa " kataku lagi,


Aku memang sudah menyukai kertha dan aku sedang berusaha agar dia menyukai aku juga, tapi aku tau semua tak akan tercapai karena kertha menyukai wanita lain secara terang terangan di hadapanku. Dan itu sangat tidak adil kan? Aku baru saja bertemu dengan kevin, pria yang aku suka saat aku SMA dulu dan aku tau itu akan membuatku lebih baik sekarang, dan aku tak perlu merasa tersakiti karena harus melihat kertha dengan wanita lain.


" sepetinya perasaan kakak cepat sekali berubah " kata tristan tiba tiba, dan ya.. Kau yang membuat aku menjadi seperti ini.. Sepertinya kaulah dalang dari semua ini tristan, kau yang membuat aku menjadi wanita bodoh seperti ini.


" semua ini tidak ada hubungannya denganmu lebih baik kau diam saja " kataku sinis,


Ya Tuhan.. Betapa rumitnya hidupku ini.


Aku bingung menjalani semua ini, sebenarnya aku hanya ingin menghindari mereka saja, aku tak mau terjebak dalam percintaan rumit ini.


" Baiklah AL.. Mari kita putuskan hubungan ini " kata kertha tiba tiba, dan itu membuat aku sedikit kecewa, tapi semua harus berakhir.


" baiklah kertha, kita jalani hidup masing masing.. Aku juga tak perlu bersusah payah lagi membuat kamu mencintaiku " kataku, dan rasanya aku sudah ingin menangis.


Tiba tiba kertha sudah mendekatiku dan menyentuh pipiku,


" tan.. Bawa dia pulang bersamamu, dan besok gue akan bilang ke mama tentang semua ini " kertha sudah berdiri dan menjauhi aku yang masih duduk di sofa.


Tristan sudah membawaku keluar dari apartemen kertha, dia berjalan sambil terus menggenggam tanganku.


Aku masih saja menangis, dan aku tak tau apa yang harus aku tangisi,


" maaf kak... Kita tak berhasil membuat abang kertha jatuh cinta sama kakak " katanya di dalam lift, dan aku hanya diam saja masih dengan tangisanku


" kakak jangan nangis lagi, masih ada aku kak" katanya sambil maraih tubuhku kedalam perlukannya.


Dan aku tau satu hal... Kalau tristan lah satu satunya yang bisa membuat aku tenang, aku merasa sangat damai saat dia bersikap sangat baik padaku,


" terima kasih atas bantuanmu.. "


Ucapku dan masih di dalam pelukannya.


Tristan mencoba menghiburku, ya sepertinya begitu, dia membawaku melihat bintang bintang yang bertebaran, sepertinya cuaca menjadi sangat cerah setelah hujan menimpa. Aku masih berdiri memperhatikan taburan bintang yang sangat indah.


Tiba tiba tristan sudah memelukku dari belakang, aku sedikit kaget.. Aku tau ini bukan pertama kali dia memperlakukan aku seperti ini, dan aku selalu saja menerima perlakuannya terhadapku.


Dan dia berbisik di telingaku membuat tubuhku semakin lemas dan perasaanku semakin tidak karuan.


" kak.. Menikah denganku saja "