He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Shock



Sepertinya urat urat ototku sudah tak berfungsi lagi, tubuhku menjadi sangat lemas melihat seseorang yang aku lihat, rasanya aku sudah tak sanggup untuk tetap tinggal disini, rasanya aku ingin menghilang dari tempat ini sekarang juga...


Kertha.. Dia kertha.. Dia adalah orang sudah meminjamkan mobilnya pada hannah ... Ya Tuhan.. Bagaimana bisa seorang pria yang sudah menikah masih mencari wanita lain di luar.. Malah.. Dia sudah membeli hannah dengan harga yang sangat fantastis... Ah.. Aku masih belum bisa percaya dengan semua ini, bagaimana bisa seorang kertha seperti ini? Aku tak percaya kalau dia kertha.. Tapi dia masih sama seperti yang 3 bulan lalu.. Dia masih sangat angkuh dan juga ganteng.. Ya di masih sangat ganteng bahkan lebih ganteng dari sebelumnya.


Aku tak berani menatap kebelakang lagi dan aku sudah menunduk karena takut kertha melihatku, aku belum siap bertemu dengan mantan tunanganku ini, aku bahkan sudah kabur karena takut untuk menikah dengannya. Sepertinya kertha tak menyadari diriku, dia masih asik ngobrol bersama hannah, bahkan hanna sudah berani mencium kertha di tempat umum seperti ini, ya ampun... Sepertinya aku sedang bermimpi.


" ayo duduk dulu, kamu belum makan apapun kan? " kata hannah, dan aku sudah ketar ketir takut kertha melihat diriku ini. Tapi kudengar kertha menolak ajakan hannah dan itu audah membuatku sangat tenang.


" baiklah kalau begitu... Sampai jumpa satu jam lagi " kata hannah, dan aku sudah merinding mendengar ucapan hannah barusan, mereka akan berhubungan satu jam lagi... Tidak... Aku bahkan hanya sekali mencium kertha sedangkan hanna? Dia sudah dapat banyak dari kertha, bahkan dia sudah tidur berkali kali bersama kertha kan..? Huaaaah... Ini tak adil.. Aku sudah gila aku merasa tidak terima dengan semua ini.


" hei.. Elo kenal dia? " tanya hannah yang sudah duduk di hadapanku, sepertinya dia sadar dengan perubahan sikapku.


" iya.. Dia itu mantan tunangan gue.. Gila lo tuh yah " jawabku sewot, hannah langsung tertawa mendengar pengakuanku.


" hahaha jadi dia yang selama ini elo kejar? Ya Ampun... Elo salah orang Al.. Dia itu pria kurang kasih sayaang " kata hannah masih dengan tawanya, dia masih sangat cantik meskipun cara tertawanya sangat jellek.


" dan gue khawatir adiknya kertha juga pernah boking gue " kata hannah lagi, dan aku sudah melotot padanya, dan sepertinya itu bisa saja terjadi aku tau tristan juga sama seperti kertha, bahkan dulu aku sering memergoki tristan sedang begituan dengan wanita cantik.


Aah.. Yasudahlah... Lagian sudah berahir dan aku sudah tak ada hubungan lagi dengan mereka, aku bebas.. Aku bahkan bisa mencari pria lain lagi..


Setelah selesai makan malam mewah tadi aku menunggu taxi online yang kupesan, hannah masih sibuk dengan hapenya, sepertinya dia sedang berchatingan dengan para pelanggannya.


" apa elo gak bosen kerja begituan? " tanyaku iseng, dan hannah tersenyum padaku.


" sebenarnya itu kebutuhan Al, dan aku juga sangat menikamati jadi gak akan pernah bosen " jawabnya santai dan kembali lagi memainkan hapenya, sepertinya hape hannah tak pernah sepi, gak kayak hapeku yang hampir tak pernah berbunyi kecuali dari manager resto dan grup karyawan resto. Aku hanya mengangkat bahu mendengar jawaban sahabatku...


Benar juga sih.. itu adalah kebutuhan