
Masih dalam keadaan sangat canggung, mama tristan bertanya aku sekolah dimana? Sibuk apa dan bla bla bla..
Aku katakan yang sebenarnya kalau aku hanya lulus SMA dan hobyku hanyalah melukis dan menulis dan satu lagi.. Memasak.
Dan entah kenapa mama tristan sangat senang saat aku bilang hobiku memasak,
" akhirnya.. Aku bisa menemukan menantu yang pandai memasak " katanya, wanita itu sangat senang dengan perkataanku yang terakhir.
Hei.. Bukankah aku wanita yang tak berguna? Kenapa dia sangat senang saat aku mengatakan kalau aku suka memasak?
" berjanjilah.. kamu akan memasakkan aku makanan yang paling lezat nanti " kata mama tristan.
Aku bisa apa? Tentu saja tersenyum kan? Atau mengangguk?
Haha sangat lucu.
Tiba tiba saja seorang pria datang kemeja putih,
Dia.. Kertha..
Jantungku sudah berdegub sangat kencang, tunggu.. Jangan biarkan wajahku memerah sekarang..
Aku sangat senang sekarang..
" Alberia..? "
Sepertinya dia sangat kaget saat melihatku, apakah dia senang atau apa..?
Kulihat dia tersenyum seakan sangat terpaksa,
Eh. Apa ini? Terpaksa? Apakah aku tak salah lihat.?
" kertha.. Kamu juga sudah kenal dia? Syukurlah.. Kami tak perlu susah payah untuk mengenalkan kalian lagi.. "
Kertha tersenyum padaku, tentu saja aku balas, tapi aku adalah wanita yang sangat peka..
Aku tau kertha tak suka dengan perjodohan ini, ya.. Aku di jodohkan dengan kertha.. Bukan tristan..
Awalnya aku bersyukur karena harus dijodohin dengan kertha.. Tapi setelah melihat ekspresi kertha, aku menjadi sangat tak nyaman.
Mungkinkah kertha sedang menyukai wanita lain?
Sepertinya saat pertama bertemu dengan kertha, aku sudah menyukainya.. Dia sangat baik dan lembut, dia juga sangat perhatian saat itu,
Dia juga menerima permintaan tristan untuk kencan bersamaku, jalan jalan dan nonton, tapi waktu itu aku tak sadar kalau dia terpaksa, tapi entah kenapa sekarang dia terlihat sangat berubah..
Haruskah aku menolak pertunangan ini?
Meskipun tidak mungkin bisa kutolak dengan mudah, tapi ekspresi wajah kertha membuat aku sangat ragu..
" mari kita bersulang dengan perjodohan ini"
Mama terlihat sangat bahagia, lihatlah wajah mama ku itu..
Aku benci.
aku tak sengaja melihat tristan, dia juga melihatku lalu tersenyum.
Dan akhirnya aku benar benar jadi kakak ipar tristan, awalnya aku hanya ingin pacaran dengan kertha, tak di sangka kali ini aku malah menjadi tunangan kertha..
Takdir sangat baik padaku kan?
Meskipun aku bisa melihat dengan jelas perubahan dari kertha, tapi aku harus bertanya dulu agar aku tak salah jalan nantinya.
Makan malam berakhir dengan sangat sempurna, bulan depan aku akan bertunangan dengan kertha, dan kami harus pendekatan dulu supaya lebih kenal dengan sifat masing masing.
Setidaknya aku belum bertunangan dengan kertha, masih ada banyak kesempatan aku untuk mengenali kertha lebih dalam lagi,
Bolehkah aku bersyukur dengan semua ini? Aku bahkan akan bertunangan dengan orang yang sudah aku kenal, pria itu juga sangat tampan..
Apalagi yang akan aku sesalkan?
Hidupku sempurna sekarang, dari dulu aku sangat menyukai pria tampan kan? Aku sudah mendapatkannya, yaa.. Aku mendapatkan kertha.
---------
Mohon maaf gaes.. Kalo ceritanya membosankan..
Aku butuh komen kalian dan juga like kalian..
Pliss kasih like nya dong..
Komen kalian tuh penting banget untuk aku, setidaknya semangatin diriku ini yang sudah susah payah bikin novel meskipun ngebosenin.
Hehe
Janji bakal di bagusin lagi deh bahasanya.