He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Hanya ingin Memelukmu



" ya baiklah.. Terserah elo..!! "


Al sudah tak kuat lagi berdebat dengan pria menyebalkan ini, bahkan sudah berkali kali dia mengusir tetap tak membuat pria ini bergeming sedikitpun, bahkan dia dengan santainya tidur di sofa seakan ini adalah rumahnya sendiri.


Al pun masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang masih sangat kesal.


Dari awal nih aku memang gak perlu punya temen cewek, dimana mana cewek itu semuanya memang mulut ember bocor, hannah memang gak cocok di jadikan teman curhat uuukkhh kessel kessel kessel..


Batin Al sambil membenamkan wajahnya di bantal empuk itu, dia benar benar merasa kesal dengan sahabatnya ini, dia masih di kuasai ego.. Dia bakan tak menyadari niat baik sahabatnya sendiri.


Perasaannya terusik, Al tak bisa memejamkan matanya, otaknya masih terus memikirkan pria yang tidur di sofanya, malam ini Al benar benar tak bisa tidur karena hatinya terus tergelitik memikirkan pria itu, bahkan sesekali pipi Al memerah karena mengingat kejadian ciuman pertama mereka, entah kenapa malah pikiran mesum yang menguasainya malam ini, lalu Al menggelengkan kepalanya saat dia sadar kalau pikirannya sedang bermasalah.


Tubuh dan pikirannya tidak sama, bahkan tubuhnya sangat jujur.. Tanpa sadar Al sudah berjalan mengintip tristan yang sudah tertidur disana..


Apakah tidurnya nyenyak? Itu sofa lho.. Badannya bisa sakit semua.


Batin Al, bahkan batinnya pun sangat jujur kan..?


Tanpa dia sadari tubuhnya sudah berjalan mendekati tristan yang sudah tertidur lelap, Al terus memandangi wajah ganteng tristan yang sangat tenang, bahkan dia terlihat semakin menawan setelah hanya beberapa bulan saja tak bertemu, Al tersenyum senang, bahkan dia juga tak tau kenapa dia harus senang, mungkinkah karena tristan disini?


Al kaget ketika tiba tiba mata tristan sudah terbuka dan kini tatapan mereka sudah bertemu, dari saking shocknya Al jatuh terduduk karenanya.


" Udah puas liatin..? " tanya tristan, dan itu membuat Al gelagapan tak bisa menjawab, bahkan dia sudah sangat malu karena ketahuan sedang memandangi pria ini dengan jarak yang amat sangat dekat.


Al bisa merasakan tristan mencium bahu Al yang memang tak ada kain yang menutupinya, karena Al masih memakai dress rumahannya.


Tubuh Al menegang karena kecupan lembut dari tristan barusan.


" tan.. Bisa lepasin aku dulu " pinta Al yang sudah tak tenang, dia bisa saja terlarut dengan perasaan nyaman ini, posisi seperti ini sangat berbahaya.


Tristan semakin menarik tubuh Al agar tak menjauh satu sentipun, hembusan nafas tristan menerpa leher Al yang tentu saja sudah membuat Al semakin merinding di buatnya.


" tetap disini Al, aku hanya ingin memelukmu"


Jantung Al semakin berdetak tidak karuan, ini bisa merusak jantungnya, bahkan Al sudah di buat tidak tenang dengan posisi ini, mungkin kau hanya ingin memelukku saja, tapi bisa saja terjadi hal yang tidak aku inginkan, aku bahkan sudah merasakan sensasi tak karuan saat kau terus menghembuskan nafas di leherku ini. Batin Al terus mengoceh, karena dia sadar ia juga sangat normal, apalagi dia juga sangat merindukan pria ini.


Suara hembusan nafas tristan semakin tenang, dan sepertinya tristan sudah tertidur.


Pelan pelan Al mengangkat tangan tristan yang sejak tadi memeluk pinggangnya.


Lalu Al bangun dan menatap wajah tenang tristan lagi, dia masih seperti yang dulu namun kali ini dia terlihat lebih tampan dan dewasa.


Al tersenyum, dan tanpa dia sadar dia sudah mencium bibir tristan, meskipun hanya sekilas saja, tapi jantung Al sudah berdetak tak karuan, Al berharap pria ini tak sadar kalau dirinya sudah berani mengambil kesempatan saat pria itu tertidur.