
Berita hilangnya aku memenuhi televisi swasta, ya Ampun.. Apakah aku menjadi berharga sekarang? Haha lihatlah mama menangis karena aku hilang.. Tapi entah kenapa aku jadi sedih melihat mama menangis, sepertinya aku sudah merindukan mama, sudah sebulan aku hidup di rumah susun ini, dan aku jadi banyak teman setelah pindah kesini, ada berbagai macam penghuni rumah susun ini, malah aku sekarang sudah punya temen cewek yang seksinya mintak ampun...
Dan setiap dia lewat banyak sekali mahasiswa meliriknya, kadang aku merasa lucu dengan ke kontrasan antara aku dan teman baruku ini, namanya Hanna aku tak banyak bertanya tentang hidupnya, yang aku tau dia adalah pekerja **** yang sering di boking sama orang orang tajir, hanya saja banyak orang penghuni rusun tidak tau kalau sebenarnya hanna bekerja seperti itu, hanya aku yang tau.
Sejak aku kabur.. Hidupku memang normal awalnya, tapi aku merasa ada sesuatu yang tak nyaman dalam hatiku, ya... Entah kenapa otakku penuh dengan kenangan bersama tristan, aku pikir aku sudah membenci pria ini setelah kejadian di masalalu, tapi ternyata tidak... Aku malah semakin merindukannya saat aku sedang mengingatnya saja..
Dan sepertinya... Aku sudah jatuh cinta pads tristan.... Hidupku menjadi tidak tenang karena terus memikirkan tristan, kenapa baru kusadari kalau aku sudah jatuh cinta? Bukankah sudah berkali kali aku memastikan agar aku tau perasaanku yang sebenarnya, tapi kenapa datangnya sangat terlambat? Kenapa rasa ini datang saat aku sudah mantap untuk meninggalkan semuanya.? Sepertinya aku sudah menyesal karena aku sudah meninggalkannya.
Dan sekarang aku bekerja di sebuah restoran kecil di pinggiran kota, aku tau akan jarang ada orang kaya makan di tempat seperti ini, tapi aku bersyukur karena gajiku sangat cukup untuk membayar biaya bulanan rumah susun. Aku benar benar mandiri.
Setelah menyelesaikan pesanan aku langsung keluar mencari udara segar, dan disanalah cowok itu berada... Lagi dan lagi ada cowok yang sering megusili aku. Dia adalah tetanggaku dirumah susun.
" hai.. " sapanya saat melihatku sudah keluar dari pintu belakang dapur.
" jadi bolehkan gue disini sekarang..? " tanyanya dengan penuh semagat, ku jawab dia dengan sebuah senyuman, dan dia semakin meloncat girang, dia lucu.. Sejak pertama bertemu dia adalah orang pertama yang sangat banyak membantuku.
" gue traktir elo makan bakso lagi deh, asal elo senyum terus ke gue " katanya lagi dan aku langsung ngakak karenanya, dia akan traktir bakso lagi hanya karena aku tersenyum padanya, aku ingat dia juga pernah bilang gitu karena aku sudah tersenyum di pagi hari saat bertemu dengannya, dia sangat aneh tapi lucu.. Sumpah.
" trus.. Gue harus senyum terus nih..? " tanyaku sambil sedikit menggodanya, " wah.. Seyuman gue menghasilkan berapa mangkok bakso udah ya..? " tanyaku pada diri sendiri tapi memang udah niatan becanda sama cowok ini, dan dia juga tertawa lagi... Aku terhibur disini, banyak sekali orang yang datang menjadi temanku dalam sekejap, kau tau kan... Aku bukan tipe orang yang cepat bergaul, tapi aku yang sekarang sudah berbeda... Aku merasa sangat puas dengan hidupku yang sekarang.
Aku bebas... Tanpa beban dan juga tuntutan, bisa di bilang aku sudah bahagia meskipun otakku masih saja memikirkannya.
Sedangkan Kertha... Dia sudah menikah dengan tasya, dan aku pun ikut bahagia karena kertha berhasil hidup bahagia bersama tasya... Tapi aku tau satu hal... Kalau tasya memang tak pernah tulus mencintai kertha, tapi aku berdoa semoga mereka bahagia.