
Malam ini, benar saja hannah sudah datang memakai mobil sport terbaru lagi, ah. Dan sepertinya kali ini bukan mobil kertha, aku tau kau selalu saja memakai mobil mahal kemanapun kau pergi, enak banget hidup mu.
Aku langsung memeluk hannah setelah bertemu, betapa aku sangat merindukan wanita ini, meskipun aku sering kesal dan iri padanya tapi dia mmang sahabat terbaik dan sangat realistis.
" elo tambah kurus " kata hannah yang kini sudah duduk di sofa bersamaku,
Ya.. Aku sangat kurus karena aku hanya bisa memikirkan tristan saja..
" hehe.. Aku memang gak pernah gemuk " jawabku sekenanya.
" mobil siapa lagi tuh? " tanyaku sambil menaikkan alis, hannah tersenyum setelah mendengar pertanyaanku, dia sudah sangat hafal dengan sifat kepo aku.
" elo masih kepo aja "
" ya.. tentu saja "
" hhhh... Itu mobil baru punya gue asli " katanya dengan bangga,
Aku langsung menelan ludah, namun aku sadar tak ada yang tak mungkin saat dia masih menjadi wanita penghibur.
" lo beli mobil itu hasil dari... " aku menggantung kalimatku, aku tau hannah tak akan marah dia malah tertawa sekarang.
" hahaha... Bener.. Gak usah di lanjut " kata hannah, aku pun diam saja, aku tak mau bahas karena mungkin akan menyakiti hatinya.
" ya udah.. Makan dulu yuk. Dan lo harus nginep disini malam ini " ancamku yang kini sudah menarik paksa tangan hannah.
Sampai di meja makan kuperkenalkan hannah ke mama papa dan juga arka, ah.. Seperti biasa muka pengen arka terlihat sangat jelas, tapi kali ini hannah memakai baju yang sangat sopan.
" bocah.. Lo ngeces kampret..!! " teriakku, arka langsung mengelap mulutnya yang sebenarnya memang tak pernah ada air liur disana.
Mama sama papa pun tertawa.
Setelah makan malam aku membawa hannah masuk kedalam kamarku, dan inilah waktu paling pas bercurhat dengan wanita ini.
" hannah... Gue kangen " kataku yang kini sudah memeluk tubuh hannah, betapa banyak hal yang ingin aku ceritakan padanya.
" elo mau cerita dari bagian yang mana dulu nih.? " tanya hannah,
Aku melepas pelukanku dan mulai berfikir, sebenarnya punya teman untuk bercurhat itu sangat nyaman dan aku bersyukur karena aku mendapat sahabat seperti hannah ini
" gue gak bisa ketemu tristan lagi " kataku yang kini sudah memasang wajah sedihku.
" kenapa? "
" dia tiba tiba berubah hanya karena aku tak cemburu itu saja " kataku
Kulihat hannah tersenyum sedikit.
" kenapa? Kenapa lo malah senyum kayak gitu? " aku pura pura tak suka dengan senyuman hannah, aku tau dia sedang meledek aku.
" Al.. Lo harus tau.. Kadang ada seorang pria yang lebih suka di perhatikan, dan dia juga ingin di perlakukan lebih dari cowok lainnya, dan ada juga cowok yang tak ingin mengekspresikan perasaannya dengan sangat jelas... Dan elo harus bisa membedakan tipe yang mana cowok elo itu "
Aku berfikir...
Dulu tristan adalah pria yang sangat cuek, dan juga tak peduli dengan apapun, malah kita saling bertukar keuntungan karena sebuah misi, lalu kita semakin dekat hanya karena sebuah ciuman pertama lalu semakin intim karena mabuk dan. Aaahh.. Aku tak tau dia pria seperti apa. Hanya saja dia menjadi sangat sensitif saat aku sudah sangat mencintainya... Apakah tristan tipe orang yang ingin lebih di perhatikan? Itu terdengar sangat konyol bukan? Tristan tidak seperti itu.
" lo tenang aja... Gue bisa bantu elo dapetin dia lagi " kata hannah yang kini sudah memeluk tubuhku
Ya.. Aku harap kau bisa membatu aku kembali padanya.