He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Kejar



" praang..!!! "


Tristan melempar botol anggur yang ada di atas meja, namun tak membuat wanita itu takut malah wanita itu semakin duduk dan memeluk tubuh tristan.


" lo yakin gak akan ngejar dia? " tanya wanita itu dan masih memeluk tubuh sahabatnya ini.


" meskipun gue kejar, dia gak akan pernah menerima gue lagi " jawab tristan yang masih meremas rambutnya, dia tertunduk frustasi dengan apa yang dia lakukan barusan, tristan sangat mencintai Al dia bahkan rela melakukan apapaun hanya untuk wanita itu, namun dilema membuat dirinya harus melakukan hal yang tak pernah dia inginkan.


Mungkin dulu dia memang sangat baik hati pada wanita polos itu hingga dia dengan suka rela membantu wanita polos itu agar kakaknya sendiri jatuh cinta pada wanita itu, namun kebersamaan membuatnya egois dan terjebak dalam permainannya sendiri, sejak awal tristan memang sudah tertarik kepada kakak sahabatnya ini, betapa konyolnya seorang wanita yang sudah berusia 26 tahun dan masih polos tak mengenal apa itu cinta, apa itu ****, dan apa itu kebebasan, awalnya mungkin hanya sebuah permainan bagi tristan, tapi entah kenapa setiap tingkah wanita itu membuat tristan selalu rindu dan sangat gemas ingin merayunya, dan entah kenapa semakin lama perasaanya semakin berubah dan semakin ingin memilikinya, tristan sadar kalau dia sudah jatuh cinta.. Bagaimana pun kalau sudah cinta kau harus berusaha untuk mendapatkannya.


Karena cinta dia menjadi sangat egois, meskipun bukan pertama kali merasa jatuh cinta tapi dia yakin kalau wanita ini akan menjadi efek baik dalam hidupnya, namun sekali lagi... Dia harus bersaing dengan kakaknya yang kini sudah berhasil di buat jatuh cinta oleh dirinya sendiri, ya.. Dialah yang membuat kakaknya jatuh cinta pada wanita polos itu, bahkan sang kakak menolak mentah wanita yang sejak dulu dia cintai hanya untuk mengejar Alberia wanita polos yang kini sedang merebut hatinya juga.


Dan terjadi lagi... Kejadian beberapa tahun yang membuat mereka bertengkar hebat, ya.. Dulu mereka juga bertengkar hebat hanya karena berebut seorang wanita, dan kali ini sejarah terulang lagi, mereka kembali bertengkar hanya karena berebut seorang wanita..


" elo harus kejar dia sebelum elo menyesal " kata sahabatnya lagi, dan kali ini tristan mantap ingin mengejar Al kembali padanya. Ini tidak boleh terjadi untuk kesekian kalinya, kali ini dia harus menang dari kakaknya.


Tristan sudah berlari mengajar Al yang sejak tadi sudah pergi meninggalkan apartemennya, sampai di lobi dia tersenyum senang melihat wanita itu masih berjalan seakan tak bernyawa, rasanya tristan ingin cepat datang dan memeluk tubuh wanita itu dan memberinya sebuah nyawa untuknya.


Tristan semakin memepercepat langkahnya saat melihat al sudah keluar dari gedung apartemennya, namun langkahnya terhenti saat melihat kertha sudah menghampiri wanita itu, bahkan Al sudah memeluk kertha dengan eratnya dan menangis di dalam pelukan kertha, tubuh tristan menjadi lemas seketika, dan dia tau dia sudah terlambat sekarang.


Mata tristan masih tertuju pada mereka yang masih berpelukan sangat lama, lalu kemudian kertha membawa Al masuk kedalam mobilnya dan mobil itu melaju pergi meninggalkan gedung ini.


Haruskah? Haruskah dia mengalah lagi pada kakaknya? Haruskah dia melakukan kesalahan lagi dalam hidupnya? Bukankah dia juga berhak bahagia? Tapi kenapa setiap wanita yang dia cintai selalu saja lebih menyukai kakaknya?