He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Club malam



malam ini untuk pertama kalinya aku datang ke sebuah club malam, tristan memang sangat usil dia memberikan aku pakaian seksi seperti ini, dan aku sudah merasa tak nyaman dengan baju yang tak punya kain seperti ini, kau tau.. Pahaku terlihat sangat jelas karena belahan ini, belahan payudaraku juga sudah terlihat dengan jelas.


Memang hampir semua wanita disini memakai baju sepertiku, tapi aku sangat tak terbiasa.


Aku hanya duduk dan meminum beberapa minuman soda yang memang sudah di sediakan, mereka semua asik menari menikamati musik yang tak pernah enak kudengar.


Tiba tiba kertha sudah duduk di sampingku, dan sebisa mungkin aku bersikap cuek padanya sekarang.


" sepertinya elo sangat berusaha pengen dapetin perhatian gue " katanya dengan sangat angkuh. Aku sudah melotot mendengar apa yang sudah dia katakan, nasrsis banget kan?


" hahha.. Kepedean banget.. Gue gak butuh perhatian elo " kataku, setidaknya aku mematahkan hatinya kan?


" gak usah ngelak, gue tau elo dandan cantik kayak gini supaya elo bisa dapet perhatian gue " katanya lagi.


Ampun.. Narsis banget.. Meskipun sebenarnya iya.. Tapi aku gak mau lah dia jadi semakin kepedean.


" kak.. Ayook.. " tiba tiba tristan sudah menarik tanganku dan aku hampir saja terjatuh karena sikap kasarnya.


Dan entah kenapa karena perlakuan kasar tristan ini membuat kertha sedikit marah.


" kasar banget sih lo "


Kertha sudah berdiri dari kursinya, tristan hanya tersenyum.


" santai bang, dia bukan siapa siapa abang " kata tristan dan membawa ku pergi dari sana.


Kulihat kertha diam saja saat tristan bicara seperti itu, dan sepertinya aku memang tak berarti apapun baginya.


Tristan membawaku menari bersama temannya, dan kubiarkan saja tristan memeluk aku di tempat umum seperti ini, karena tristan bilang ini semua bagian dari misinya.


Tapi sepertinya tristan semakin aneh, dia malah dengan santainya mencium leherku di tempat umum seperti ini, dan aku sudah mulai risih dengan perlakuan tristan.


Aku mendorongnya, tapi tangannya dengan mudah meraih tanganku.


Apa apa an ini.. Kenapa tristan seakan akan mengacaukan semuanya.


Tiba tiba kertha sudah datang dan membogem wajah tristan hingga tubuhnya tersungkur ke lantai.


" kertha.!!! "


Entah kenapa aku merasa tak suka saat kertha membogem tristan, aku membantu tristan bangun dan aku bisa melihat wajahnya memerah karena bogeman mentah dari kertha.


Tapi kali ini kertha sudah menarik tanganku dengan paksa, mataku masih tertuju pada tristan yang masih menyentuh pipinya, itu pasti sangat sakit, tristan hanya menganggukkan kepalanya kearahku seakan berkata kalau dia baik baik saja.


Dan kini aku sudah berada diluar club bersama kertha, dan aku bisa melihat dia sangat marah.


" kenapa elo diem aja di perlakukan seperti itu..!! ? " tanyanya dengan nada tinggi, dan aku bingung mau jawab apa, karena tadi tristan bilang diam saja dengan apa yang dia lakukan, apa iya aku bilang padanya kalau ini sebuah misi?


" itu bukan urusan elo "


Dan entah kenapa mulut ini berkata seakan aku sudah biasa melakukan hal seperti itu.


" AL.. Elo tunangan gue " katanya, dan kali ini dia mengingat status aku yang menjadi tunangannya.


" what? Haha.. Apakah aku sudah di akui sebagai tunangan? " tanyaku,


Kertha diam, sepertinya aku sudah menyadari sesuatu, dia kesal saat tristan berprilaku buruk padaku.


" AL.. Semua orang akan mengira kalau elo sedang selingkuh dengan adikku " katanya, dan aku sudah kesal karena nya, sebenarnya di benar tapi aku sudah tak peduli, aku malah terus memikirkan keadaan tristan yang entah bagaimana sekarang. Aku kesal...


Kertha sudah memukul tristan dan sekarang membahas kalau aku adalah tunangannya. Aku tak tau apa yang ada di dalam fikiran kertha yang aku tau dia sangat kesal sekarang, tapi aku lebih memilih pergi menjauh darinya tanpa sepatah katapun lagi,


Sepertinya aku harus melihat keadaan tristan.