
Dan benar saja... Setelah pesta selesai aku langsung pergi bersama tristan, dan kali ini dia membawaku ke sebuah hotel,
Ya Tuhan.. Aku semakin takut dengan kebodohan yang aku lakukan.
Dan aku menurut saja saat tristan berjalan sambil menggandeng tanganku, kami berjalan di lorong hotel mencari kamar yang sudah tristan pesan tadi, lalu tristan membuka kamar dan masuk diikuti olehku.
Ini menjadi semakin canggung.. Aku bahkan selalu saja menuruti permintaan bocah ini.
" Kakak.. Mau mandi dulu..? " tanya tristan tanpa memikirkan aku yang masih merasa sangat canggung.
" apa yang akan kita lakukan disini? " tanyaku hati hati, aku sudah merasa tak nyaman saat tristan membawaku kesini.
" apalagi yang akan kita lakukan? Tentu saja kita akan tidur bersama kak... Aku tak mau menyinyiakan waktuku bersama kakak " jawab tristan dengan santainya..
Dia hanya ingin tidur denganku kan? Ya.. Dia hanya ingin tubuhku saja, dia bahkan tak peduli dengan perasaanku yang sudah sangat kacau karena perbuatannya.
" enggak.. Ini gak bener tan.. Kau bukan siapa siapa aku... Kenapa aku harus tidur bersamamu." kataku dengan nada meninggi, dia bahkan bisa bicara dengan santainya tanpa memikirkan perasaanku.
Tristan sudah berjalan mendekatiku, dan aku sudah mundur karena takut melihat tatapan matanya yang menyeramkan, entah kenapa dia menjadi sangat aneh .
Tubuhku sudah terkunci di tembok, aku bahkan tak bisa bergerak karena tristan menahan tubuhku.
" katakan sekali lagi kalau aku bukan siapa siapa mu " katanya sangat dingin, dan kali ini tristan tak lagi memanggilku kakak.
" tan.. Kau.. Memang bukan siapa siapa ak... Mmmbbmm "
Aku tak bisa melanjutkan perkataanku karena tristan sudah mengunci mulutku dengan mulutnya, dan kini tristan sudah merobek gaun yang baru saja mama berikan padaku, aku menjadi takut karena tristan sangat kasar sekarang.
Aku mencoba mendorong tubuh berat tristan, tapi tangannya sudah sudah mengunci kedua tanganku dengan satu tangannya saja, lalu dia mengangkat tubuh kecilku ini membawa ke atas ranjang.
" tan.. Aku mohon jangan lakukan lagi.. " pintaku, dan aku benar benar sangat takut sekarang, tristan seperti orang kesetanan, dia menakutiku dengan sikap kasarnya.
Tristan merobek habis gaunku, dan dia sudah menciumi setiap inci tubuhku, dan aku tak bisa bergerak sedikitpun. Kedua tanganku masih di kunci olehnya.
Ya. . ini sangat sakit.. Kau menyakiti tristan, apa yang sudah terjadi padamu..
" apa itu sangat sakit? " tanya tristan masih dengan nada yang sangat dingin.
" aku bukan siapa siapa mu kan? Lalu biarkan aku menjadi penjahat kali ini " ucap tristan dan kembali menciumi tubuhku.
" huaaaaahhh..!!!!! "
Aku sudah menjerit sekarang, aku tak tahan dengan perlakuan kasar tristan.
" aku akan teriak minta tolong, kau sedang mencoba memperkosaku tristan.. " teriakku, namun tristan tak peduli, dia mambuka celananya dan tanpa babibu dia sudah memasukkan rudalnya padaku..
Aku sudah menangis, tapi tristan tak peduli dengan tangianku..
Kenapa..? Kenapa kau menjadi pria jahat? Apa yang sudah terjadi denganmu tristan? Kau membuat aku semakin ingin menjauh darimu.
" Aaaashh.. " suara erangan tristan saat sudah mencapai puncaknya, aku tak peduli dengan apa yang sudah dia lakukan padaku, aku hanya bisa menangis sekarang,
" sampai kapanpun.. Aku gak akan ngebiarin bang kertha memilikimu, bahkan menyentuh tubuhmu " ucap tristan lagi. Dan itu sudah membuat hati sangat sakit.
Aku tau sejak awal aku salah menilai anak ini, dia bahkan melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya.
Dia tak pernah memikirkan tentang perasaanku.
Dan malam ini... Tristan benar benar memperkosaku berkali kali...
Aku sudah sangat lemas tapi dirinya tetap saja melakukannya..
Sepertinya... Lebih baik aku mati saja sekarang.