He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
79



Meskipun bukan pertama kali aku membawa wanita keapartemen ini, entah kenapa aku menjadi merasa bersalah sama kakak yang sudah merawat apartemen ini, apalagi kali ini aku membawa hannah masuk kedalam apartemenku ini,


Aku juga sedikit bingung dengan apa yang aku rasakan, aku hanya terus saja merasa khawatir dan kasihan pada wanita ini, sepertinya dia sudah berhasil merusak sistem kerja otakku. dia sudah menghancurkan otakku.


Shit..!!


Lihat, dia sangat cantik saat sedang tertidur, bagaiamana bisa wajah secantik ini kau rusak dengan pekerjaanmu? kenapa kau harus menjadi wanita panggilan dengan wajah secantik ini?


aku yakin selama ini kau sangat menderita, kenapa kau tak meminta aku saja untuk melayanimu? kenapa kau harus bersama pria yang sudah beristri? kenapa kau memilih pria yang sangat menyukai banyak wanita? kau tau kalau kertha tak akan pernah menganggap semua ini serius, dia tak punya hati dia lebih pantas di sakiti, kau harus pergi dari kehidupan kertha dan memulai hidup barumu yang normal, jangan bodoh hannah... kau jangan hanya diam di satu tempat yang kau sendiri tak bisa menemukan apapun disana, kau harus pindah tempat... dan kau pasti akan menemukan sesuatu yang baru,entah itu sebuah kehidupan lebih baik atau mungkin saja kau menemukan sebuah cinta di tempat baru itu.


Kubiarkan dia mengusai kasurku, kau bisa menikmati kamar itu sekarang.


aku membuka bajuku karena merasa sangat gerah, bagaimanapun tadi aku menggendongnya kan, aku baru tau kalau wanita tinggi itu sangat berat, rasanya lenganku hampir patah karena harus mengangkatnya.


setelah mandi , aku langsung keluar dan memakai handuk kimonoku , dan kulihat hannah membuka satu persatu pakaiannya.


mataku hampir keluar karena merasa sangat kaget.


" Hei.. tunggu.. biarkan aku keluar dulu, jangan membuka apapun sebelum aku keluar!!!," teriakku,


dan tentu saja tak ada respon saat kau harus bicara dengan wanita yang sedang mabuk.


Dan Yap...


Entah kenapa rasanya aku seperti melihat bunga bermekaran disana, tubuhnya yang halus polos, dan bukit kembar itu sangat menggodaku...


Aku menelan ludahku, bagaimanapun aku pria yang sangat normal, bagaimana bisa aku mengabaikan pemandangan indah seperti ini.


" hmm.. panas.." katanya ,


tubuhnya menggeliat dan mengibaskan rambutnya kebelakang, dan dia juga sudah melemparkan celana dalamnya.


" glek.. "


sekali lagi aku menelan ludahku dengan kasar.


Shit..


Wanita ini sedang menguji imanku rupanya, kau tau apa yang kau lakukan sekarang? aku bisa saja menerkammu dalam keadaan setengah mabuk ini.


sepertinya aku harus melampiaskan semua ini di kamar mandi sebelah saja, aku harus tidur di kamar tamu menjauhi wanita berbahaya ini.


-


-


-


" Kyaaa....!!! "


aku langsung terbangun saat mendengar suara teriakan dari kamar sebelah, dan aku sudah berlari kesana.


" Kenapa?" tanyaku yang panik dan hanya memakai celana dalam saja, dan aku tak sadar itu.


" Elo.. !! apa yang elo lakukan hah..? kenapa gue disini?" Tanya hannah yang masih memeluk selimut tebalku, aku hanya tersenyum, dan sepertinya dia mengira sudah terjadi sesuatu dengannya.


" lo tenang dulu, gue enggak ngelakuin apapun semalem oke.. " kataku , sebenarnya aku juga merasa malu karena hanya memakai celana dalam, aku langsung berlari kekamar tamu , sepertinya setelah ini harus menjelaskan sesuatu.


Aku sudah menyiapkan makan untuknya, dan hannah sudah keluar sekarang.


" Sepertinya elo udah ambil kesempatan dengan status gue " katanya yang masih saja berdiri disana.


" maksud elo apa? ayo makan dulu nanti gue anter elo pulang "


sepertinya dia sedang tidak mood, atau mungkin dia sedang salah paham.


" gue mamang *******, tapi gue gak terima elo ambil kesempatan saat gue mabuk seperti semalam, elo pikir segitu murahannya gue hah..? "


Dan benar saja dia sudah salah paham,


" gue gak ngelakuin apapun semalam, lo denger itu kan?"


" bohong, gue tau semua cowok akan ambil kesempatan sama cewek kayak gue ini, sampai kapanpun semua orang akan menganggap aku ini ******* kan..?" katanya lagi dan sangat mengejek, dan aku tau dia dengan sekuat hati mengatakannya karena suaranya sedikit bergetar, lalu hannah berlari keluar tanpa mendengarkan sekali lagi penjelasanku ini.


Sialan banget kan tuh cewek, dia gak mengerti sama sekali penderitaan gue yang harus melampiaskannya sendiri di kamar mandi...


Shit