
" aku yakin kau masih belum makan apapun disana " kata tristan yang entah sejak kapan dia sudah memesan makanan online, tadi aku sempat memakan makanan ringan saat pesta ulang tahun rio, tapi aku memang belum kenyang sih, aah gara gara kejadian memalukan tadi aku jadi lupa dengan hannah yang masih disana, kira kira apa yang terjadi setelah aku dengan sukarela mempermalukan diriku sendiri? sepertinya aku sudah tak punya muka untuk muncul di hadapan kertha dan juga yang lainnya.
" makan dulu, lalu aku akan mengantar mu pulang kerumah "
what..? aku akan pulang kerumah? apakah tak akan terjadi suatu hal yang istimewa malam ini? aku bahkan sudah kabur dari pesta ulang tahun, apakah akan di biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa melakukan apapun?
haha..
aku sudah gila, otakku memang sudah bermasalah karena pria ini..
entah kenapa hanya ada hal porno saat aku hanya berdua saja dengannya.
" kenapa diam saja? apakah kamu kecewa karena sudah akan pulang "
deg.
Ya Tuhan.. entah kenapa rasanya tristan seperti selalu saja bisa membaca pikiranku.
aku pura pura tak peduli walau sebenarnya aku sangat malu karena hampir saja ketahuan apa yang sudah aku pikirkan.
perutku rasanya sudah sangat kenyang, dan ternyata makan bersama orang yang dicintai itu sangat berbeda, aku bahkan menjadi sangat lahap saat makan besama tristan tadi, aku juga sudah lupa kapan terakhir aku makan banyak.
" ayo kita pulang " kata tristan, dia juga sudah meraih jas yang sejak tadi ia letakkan di atas sofa,
huahh.. jujur saja aku sangat tidak rela saat aku harus jauh lagi darinya, meskipun sebenarnya saat ini hubungan kita sudah baik baik saja tapi aku masih sangat merindukan pria ini, aku rindu.. aku bahkan masih sangat ingin memeluk tubuh tegap milik tristan.
" Al... kalau kau hanya diam seperti itu aku akan berfikir kalau kau ingin aku tidur denganmu"
what..?
" berpikirlah semaumu, aku hanya merasa kekenyangan itu saja " kataku dan langsung mengambil tasku.
aku sudah berjalan mendahului tristan, bagaimana pun aku tak mau di anggap terlalu berharap akan dirinya, huaah meskipun sebenarnya aku sangat merindukanmu tristan..!!
baru saja aku akan membuka pintu keluar apartemen tristan, tiba tiba saja tristan sudah menarik tanganku dan refleks aku sudah membalikkan badanku, lalu tiba tiba dia sudah menarik kepalaku agar lebih dekat dengannya, lalu dia mencium bibirku dengan sangat lembut.
detak jantungku sudah mulai tak beraturan lagi, aku sudah terhipnotis dengan perlakuan lembut tristan, aku merasa hawa panas mulai merasuki aliran darahku,
ciuman kami semakin panas, dan aku yakin kali tak akan ada lagi rasa gengsiku.
tristan membawaku kembali masuk kedalam kamarnya, lalu ia menidurkanku di ranjang dengan sangat pelan, sesekali dia memberikan ciuman bibir bertubi tubi padaku.
" apakah aku boleh melakukannya lagi denganmu? " bisiknya di telingaku, suaranya terasa sangat serak dan hembusan nafasnya juga terdengar sangat panas di telingaku, lagi lagi aku terpesona dalam setiap kata yang dia katakan...
dia meminta ijin untuk melakukannya denganku, mungkinkah dia takut aku akan menangis seperti dulu lagi? aah tentu saja aku tak akan menangis lagi sekarang, kau tau kan.. dulu dia yang memaksa aku untuk melakukannya, aku di perkosa..
tapi kali ini tidak, kali ini aku yang sangat menginginkannya,
setelah lama berfikir, aku pun sudah mengangguk pasrah saja saat dia dengan setia menunggu jawabanku.
dan kini.. dia menciumku lagi dan lagi..
lalu....