He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Bingung



" jangan menangis.. " kata kertha yang kini sudah berhasil membuat Al merasa lebih tenang, Sebenarnya ingin sekali dia memeluk wanita yang masih duduk di hadapannya ini namun dirinya takut semakin membuat wanita ini dalam masalah.


" makasih.. Sudah membawaku pergi " kata Al yang kini sudah merasa lebih tenang.


" gak usah berterima kasih, tadi aku lagi ada janji sama klien di sana " jawab kertha.


" lho? Kamu batalin? " tanya Al yang sadar kalau dia sudah merusak acara kertha.


" ya.. Karena itu tidak terlalu penting" jawabnya santai.


" ooh.. Tidak terlalu penting ya? " Al hanya bisa mengangguk, eeh. Tunggu jangan jangan dia mau ketemu sama hannah hari ini? Pikir Al, dan sepertinya ini waktu yang tepat untuk bertanya tentang hannah,


" kertha.. Aku mau tanya sesuatu, boleh? " tanya Al yang merasa masih sedikit ragu.


" tanya aja " jawab kertha,


Al meremas jarinya merasa sedikit takut saat bertanya tentang hannah nanti.


" hubungan kamu sama hannah... " Al menggantung ucapannya karena wajah kertha langsung berubah setelah mendengar Al menyebut nama hannah.


" kamu tau hubungan aku dengan wanita itu? " tanya kertha,


Al mengangguk mendengar pertanyaan kertha barusan, lalu kertha tersenyum terpaksa setelah mengetahui jawaban Al.


" jadi karena itu kamu lebih memilih tristan? " tanya kertha,


Al menjadi bingung dengan ucapan kertha barusan, sepertinya kertha salah paham dengan pertanyaan Al barusan,


" enggak.. Bukan itu.. Sebenarnya sejak awal aku memang sudah punya hubungan yang aneh dengan tristan " jawab Al, dan kali ini Al merasa bingung karena sekarang malah dirinya yang di introgasi oleh kertha.


" jadi.. Kamu sengaja membuat aku jatuh cinta padamu? Atau kamu memang sudah merencanakan sesuatu yang lain dengan tristan..? "


Al semakin terpojok sekarang, maksudnya apa? Aaah.. Kenapa jadi seperti ini..?


" tunggu tunggu.. Kasih aku kesempatan jelasin dulu.. " kata Al yang sudah merasa semakin terpojok.


Kertha semakin memasang wajah dinginnya. al menelan ludahnya dengan susah payah entah kenapa tenggorokannya menjadi sangat kering, kali ini kenapa malah dirinya menjadi seorang yang bersalah.


" awalnya.. Aku sudah jatuh cinta padamu, tapi.. Aku tak tau sejak kapan perasaanku berubah.. Entah kenapa.. Aku jadi lebih menyukai adikmu " kata Al yang kini sudah menundukkan kepalanya.


Al merasa tak tega melihat ekspresi kertha yang sudah berubah 90 derajat.


" lalu kau dendam dan berusaha membuat aku jatuh cinta padamu " katanya sinis.


Hah..? Apaan sih.. Kertha ini sama sekali tidak paham kah?


" jangan nyalahin aku gitu aja, lagian kamu sendiri kan yang memang gak pernah suka sama aku.. "


" ya.. Tapi kau dan tristan bersekongkol membuat aku mencintaimu, dan kalian berhasil lalu kalian akan menertawakanku setelah menang "


Glek...


Obrolan kertha semakin tidak masuk akal, Al semakin di buat bingung dengan perkataanya.


Apa apa an sih ini kenapa jadi dirinya yang bersalah disini, atau jangan jangan sudah terjadi sesuatu antara kedua kakak beradik ini.


Kini Al tersadar dan mulai menemukan titik terang.


" apa kalian bertengkar? " tanya Al, dan sepertinya itu tepat sasaran.


" kita memang selalu bertengkar " jawab kertha dengan santainya.


" apakah kali ini kalian bertengkar karena aku? " tanya Al yang langsung di jawab dengan senyuman aneh dari kertha.


" kau.. Wanita aneh pertama yang kami rebutkan " jawab kertha seakan tidak terima dengan kenyataan mereka kali ini,


Lalu kertha menceritakan semua hal yang terjadi yang tidak pernah Al ketahui.