He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Ulang Tahun Rio 2



Sepertinya aku sangat bahagia setelah bisa melihatnya lagi, dia menjadi semakin tampan dan terlihat lebih dewasa dia juga masih sama seperti biasanya di kelilingi oleh beberapa wanita cantik di sampingnya, dan kali ini aku sudah merasakan sakit di dalam hatiku, sepertinya ada seseuatu yang nyeri di dadaku.


Dan tanpa sadar aku sudah berjalan maju mendekat padanya, namun tiba tiba tanganku di tarik paksa oleh seseorang, dan itu adalah kertha.


" Jangan.. Jangan kembali padanya " katanya dan dia sudah membawaku menjauh dari mereka, aku tak bisa menolak karena aku merasa sangat kaget, dan tatapanku bertemu dengan tristan, aku bisa melihat dia tersenyum sinis padaku.


" lepasin..!! "


Aku menarik tanganku dengan kasar, sebenarnya sakit saat aku menariknya tapi aku takut kehilangan tristan kali ini, kalau aku masih saja menuruti semua yang kertha lakukan aku yakin aku tak akan bisa kembali lagi dengan tristan.


" kau harus menjadi milikku " kata kertha, dia seakan sangat menekan kalimatnya itu.


" hah..? Apa? Aku harus menjadi milikmu? Tak bisakah kau sadar diri dengan keadaanmu? Kau sudah menikah, dan itu tidak mungkin aku untuk kembali denganmu lagi " aku sudah merasa sangat marah sekarang, aku benci pria ini dia masih sama seperti yang dulu selalu saja seenaknya saja saat bicara, kau pikir semudah itu hah..?


" semua ini gara gara kamu yang kabur kan? Kalau kamu tidak kabur aku tak akan pernah menikahi wanita seperti tasya "


Ya Tuhan. Apakah dia sudah pikun sekarang? Dulu dia menolakku dengan terus terang karena dia sangat mencintai tasya, tapi kenapa sekarang dengan mudahnya dia membalik perasaannya?


" bukankah dulu kau sangat mencintai tasya? Kau bahkan dengan senang hati menolakku, ayolah kertha.. Aku tidak pernah mencintaimu jangan menghalangi aku lagi "


Aku sudah berjalan meninggalkan dirinya, namun tiba tiba dia menarik tanganku dengan kasar dan dia mencium bibirku... Hah..???


Aku mendorong tubuh kertha dan kini tanganku sudah berayun menampar pipi mulus miliknya.


" tolong jaga sikapmu "


Aku sudah beranjak dari tempat itu namun sekali lagi, tristan sudah berdiri tepat di hadapanku.


" sampai kapan.. Kau akan mempermainkan perasaan kami? "


Deg.


Entah kenapa aku merasa menjadi satu satunya orang yang paling bersalah saat mendengar ucapan tristan barusan.


" lebih baik kau tidak pernah muncul lagi di hadapanku " katanya sangat dingin, aku sudah merasa semakin lemas saat mendengar apa yang baru saja tristan katakan, dan sekali lagi...


Dia salah paham.


Tristan sudah pergi dari hadapanku, lama aku terdiam mencoba mencerna perkataan tristan, haruskah sampai disini saja? Haruskah ini berakhir begitu saja?


Apa apa an ini Al..? Apakah kau akan membiarkan dia tetap salah paham dengan semua ini? Ayolah kejar dan jelaskan semuanya...


Tapi.. Apakah semudah itu dia percaya dengan apa yang kau katakan? Bahkan dia sudah melihat bagian yang tidak boleh dia lihat.


Dan aku menangis lagi...


Kenapa seperti ini? Aku hanya mengejar cinta, itu saja..


Kejar Al... Kejar.. Kalau kau diam kau tak akan bisa mendapatkannya lagi.


Aku di buat bingung dengan isi hati ini, namun aku harus mengikuti apa yang ada di dalam hatiku, dan aku mantap harus mengejar tristan.