He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Mabuk



Kepalaku sangat sakit dan tubuhku sepertinya sudah remuk semua, dan aku shock melihat keadaanku yang sudah tak memakai baju sehelai pun, hanya selimut yang masih menutupi tubuhku ini, mataku langsung tertuju pada sosok pria yang juga telanjang dan masih tidur dengan mulut yang terbuka,


Ya Tuhan.. Dia tristan.. Apa yang sudah terjadi semalam?


Otakku bekerja keras untuk mengingat semua kejadian semalam, samar samar aku mengingat aku menciumi tristan,


Deg.. Entah kenapa jantungku berdetak semakin cepat, sepertinya aku sedang mabuk semalam, dan aku ingat setelah meninggalkan kertha semalam aku kembali lagi ke bar dan meminum minuman yang di berikan teman tristan.


Ya Tuhan... Aku mabuk.. Semalam aku benar benar mabuk, dan kami tak sengaja melakukan semua ini.


Aku mencoba untuk bangun dan tiba tiba rasa nyeri menghampiri bagian tubuhku di bawah sana,


Ya Tuhan.. Apakah aku sudah kehilangan keperawananku? Aku mengintip di kedalam selimut, dan benar saja... Aku sudah menemukan beberapa bercak darah di kasur itu, rasanya tubuhku sudah lemas sekarang, aku benar benar sudah kehilangan keperawananku, dan aku melakukannya dengan calon adik iparku sendiri, awalnya aku hanya berkonspirasi denganya, tapi kenapa semua malah menjadi seperti ini, aku sudah menangis..


Dengan sekuat tenaga aku bangun menahan rasa perih di bagian bawahku, dan aku melanjutkan tangisku di bawah guyuran air, sejak awal ini sudah sebuah kesalahan, sejak awal aku sudah melakukan kesalahan.


Harusnya aku tak sepolos ini.


Setelah selesai mandi, aku langsung keluar daru kamar tristan dan kembali kekamarku, yang terjadi biarlah terjadi dan aku hanya tak perlu membahas apapun yang telah terjadi.


----------


Setelah kejadian semalam aku benar benar tak membahas apapun, dan tristan masih bersikap seperti biasanya, apakah dia benar benar tak ingat kejadian semalam?


Kertha memaki tristan karena kejadian semalam, dan tristan hanya mengangguk meminta maaf dengan apa yang sudah dia lakukan, dan tristan mengaku kalau dia sedang mabuk semalam, padahal aku tau itu sebuah misi.


" ini lucu banget.. " kataku sambil mengambil gelang yang di penuhi cangkang kerang,


" elo suka itu? " tanya kertha, dan aku sudah mengangguk, kertha membelikannya untukku aku sangat senang, entah kenapa kali ini kertha sedikit lebih baik.


Sepanjang perjalanan, aku merasa semua orang sedang memeperhatikan kita bertiga, awalnya aku bingung ada apa dengan orang orang di bali ini, dan akhirnya aku sadar kalau aku sedang berjalan bersama artis korea kan? Tristan sudah terlihat sangat kesal.


" bang.. Balik yuk.. Males gue di tempat kayak gini " katanya, dan aku sudah tertawa dengan sikapnya yang sudah tak betah.


Setelah membeli beberapa oleh oleh kami bertiga kembali ke villa,


Sampai di villa kami semua duduk di sofa, menghilangkan penat di kepala.


" seru banget jalan sama artis.. Jadi pusat perhatian. " kataku, dan tristan sudah melotot, sudah jelas dia sangat kesal.


" ah.. Kakak.. " hanya itu yang dia katakan.


Tiba tiba hape kertha berbunyi, wajahnya terlihat sangat bingung,


" siapa bang? " tanya tristan yang merasa tak nyaman dengan ekspresi abangnya.


Kertha tak peduli dsn pergi meninggalkan tristan dan aku yanh bisa merasa bingung dengan sikapnya.