He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Misi pertama



Aku semakin akrab dengan pria yang mirip siwon ini.. Setiap hari aku ngobrol denganya, arka mengira kalau aku deket deket dengan tristan itu cuman caper doang.. Tapi akhirnya mereka semua tau kalau aku lagi proses pedekate sama abangnya tristan.


Leo dan rio melihatku dengan kesal, mereka bilang kalau mereka sudah patah hati sekarang.. Hahaa kok bisa..?


Mereka berfikir kalau aku pacaran sama kertha nanti, aku bakalan gak ada waktu untuk mereka, dan parahnya mereka hanya takut aku gak bisa masak lagi untuk mereka..


Huaaah.. Sejak kapan aku jadi istimewa dalam hidup mereka..??


Atau malah lebih tepatnya.. Aku ini adalah babu paling istimewa.


" kakak jangan pacaran.. " kata rio lagi..


Sikap mereka membuat aku jadi ngerasa geli


Sendiri.


" gue udah dewasa.. Gue juga udah waktunya untuk cari pacar dan menikah.. " kataku.


Rio malah merengek dan memeluk kakiku, aku yang duduk jadi ngerasa aneh sendiri.. Lebay banget sih mereka ini.


" tenang aja. Aku bakal tetep masak kok.. Dan aku tetep ada waktu untuk kalian.. Jangan khawatir.. " kataku lagi.


" tapi kakak janji.. Jangan langsung terima lamaran bang kertha ya.. " pinta leo, sejak awal leo dan rio memang selalu memberi perhatian lebih padaku. dan aku juga gak tau kalau mereka sampai seperti ini menganggap aku sebagai kakaknya.


" oke.... Oke... Tenang saja.. "


Mereka berdua sudah memelukku sekarang. padahal nih.. Belum tentu kan si kertha itu bakalan suka sama aku..


Setelah drama mereka berakhir, tristan sudah memanggilku untuk datang ke sebuah kafe, dan tentu saja.. Aku sudah di kawal oleh leo dan rio.


Kami berempat sudah menikmati kopi masing masing, dan tristan sudah membuka rencana nya..


" misi pertama, kakak harus berubah dulu,, biar lebih cantik dikit.. " kata tristan.


Aku mengangguk. Dan rio juga sangat setuju.


" gue yakin.. Kak AL bakal cantik banget kalo udah di poles " katanya.


kayaknya aku sudah ge er sekarang.. Pipiku sudah terasa hangat.


" misi kedua, kakak harus jadi cewek anggun, " tambah tristan.


Bagaimana bisa.. Aku jadi cewek anggun? Aku tuh paling gak suka jadi cewek sok imut kayak cewek2 mereka itu.


" haduh... Susah juga ya.. " kataku


" kakak tenang aja.. Kita yang bakal ngajarin kakak sepenuhnya.. " jawab rio dan leo barengan, tapi si tristan malah melotot.


" ini ide gue.. Kalian gak usah ikut campur.. " kata tristan, kayaknya dia agak gak suka kalau mereka ikut nimbrung denganku.


" tapi kita pengen bantu " sahut leo


" gak usah.. Biar gue sama kak AL.. Lagian cuman gue yang tau apa yang abang gue suka dan gak dia suka" kata tristan..


Ooh waw.. Gue jadi rebutan..


Dan setelah 1 jam berakhir...


Aku berjalan keluar dengan sepatu hak tinggi, dengan gaun cantik warna putih susu, baju ini sangat sempit.. Dan aku juga bisa merasakan dingin AC dari salon ini menerpa tubuhku yang sebagian terbuka, terutama di bagian dadaku.


Tristan langsung berdiri saat melihatku keluar, dan sepertinya dia sangat kaget melihat wajahku yang sekarang, tadi aku denger para karyawan tadi bilang kalau aku itu sebenernya cantik banget.


Tunggu.. Apakah tristan sudah terpesona dengan kecantikankku sekarang..? Hahaha..


Aku jadi semakin semangat untuk mendapatkan hati kertha..


" hai.. Tristan.. Gimana penampilan gue sekarang.? Udah cantikkan..? " tanyaku..


Aku sengaja berputar agar terlihat mempesona, aku pernah lihat adegan ini di film korea yang aku lihat, mereka akan berputar setelah di permak menjadi cantik, tapi sialnya aku....


Hak sepatu yang aku pakai tergelincir.. Dan aku sudah kehilangan keseimbanganku,


" huaaah.. "


Aku sudah berteriak, dan memejamkan mataku, aku sudah siap dengan posisi jatuh yang akan terjadi padaku,


Tapi..


Aku tak merasa sakit sama sekali, dan sepertinya tubuhku sedang melayang..


Aku mencoba membuka mataku, dan aku sudah bisa melihat wajah ganteng tristan berada sangat dekat dengan wajahku, dia sudah menangkap tubuhku yang akan jatuh ke lantai tadi.


Dan entah kenapa, tatapan mata tristan membuat jantungku berdebar tak karuan, matanya menatapku sangat lekat,


Aku langsung bangun dan menjauh dari tatapan matanya.


Aku sudah merapikan gaunku.


" maaf.. Tadi gue ceroboh banget.. "


Kataku.


Tristan sudah tersenyum lagi.


" kakak jangan ceroboh lagi.. Itu sangat bahaya.. " katanya


Tristan sudah berjalan lebih dulu, dan dia sudah membayar semuanya.


Aku mengikuti langkah panjangnya, dia sangat cepat saat berjalan, mungkin karena kakinya yang sangat panjang, hingga aku harus berlari kecil agar bisa mengimbangi langkahnya.


Aku sudah berada di dalam mobil bersama tristan, dan katanya dia akan membawaku makan malam bersama abangnya sekarang.


Aku sudah merasa tegang sekarang..


Huaah..


Aku akan bertemu dengan kertha lagi..