He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Pasrah



Saat aku membuka mataku, satu hal hal yang membuat aku bahagia, tristan berada tepat di hadapanku dan ia masih tertidur dengan sangat tenang dan juga memeluk tubuhku dengan sangat erat.


huaaah.. aku masih merasa sangat malu karena kejadian semalam, pergulatanku dengannya sangat indah, hahaha aku bahkan masih bisa mengingat dengan jelas perlakuan lembut tristan dan juga bagian bagian penting romantis semalam, dan aku juga merasa klimaks berkali kali, aaaakh.. betapa strongnya pacarku ini.


dengan pelan aku mengangkat tangan tristan yang masih memelukku, aku tak ingin membangunkannya, bisa saja kan dia memangsaku lagi karena merasa sangat rindu padaku..


setelah dengan susah payah aku membuka pelukan tristan akhirnya berhasil,


aku langsung lari ke kamar mandi, dan aku kaget saat melihat tubuhku di dalam cermin, lihatlah berbagai lukisan di tubuhku ini, ya Tuhan.. kenapa pria ini meberikan lukisan di leherku juga..? huaah.. apa yang akan aku katakan saat ada seseorang yang melihat lukisan ini? apalagi kalau mama yang melihat, huaahhh.. bisa bisa aku langsung di nikahin kan..?


eh.. tapi kali ini aku tak akan menolak kalau di nikahin dengan si tristan, karena aku sangat mencintainya.


aku menjadi girang sendiri saat memikirkan pernikahanku dengan tristan, kali ini aku harus memberi tahu mama dan juga papa. aku tak akan merahasiakan apapun lagi..


kali ini aku sudah sangat cinta, kau harus tau itu..


Setelah bersih dan wangi aku langsung keluar dari kamar mandi,


hampir saja aku berteriak, setelah membuka pintu, betapa kagetnya aku yang tiba tiba saja melihat tristan sudah berdiri di hadapanku tanpa penutup kain sehelaipun.


" huaah.. kamu ngapain sih disini..? bikin aku jantungan aja , cepet pakek bajumu " omelku,


namun tristan hanya tersenyum dan menarik pinggangku agar lebih rapat dengan tubuhnya, aku masih memakai handuk yang hanya menutupi bagian dada sampai pahaku saja.. oh tidak.. aku sudah terancam sekarang.


hei hei... tunggu.. kau tidak memakai baju sama sekali..


" Al.. aku ingin melakukannya lagi " katanya tanpa merasa malu sedikitpun,


what..!!?? mau lagi..??


aku yang mendengar perkataanya saja sudah merasa sangat malu dan pipiku rasanya juga sudah sangat panas, tristan terus menciumi bibirku, bahkan dia terus saja melumat bertubi tubi bibirku, membuat aku tak bisa berkata sedikit pun, dia benar benar sudah akan memakan aku kan..?


What..?? apakah tristan sudah membangunkan adiknya sekarang..?


DAN AKU BISA MERASAKAN SESUATU YANG MENONJOL DI BAGIAN BAWAHKU.


Dan benar saja..


tristan sudah mengangkat tubuhku dengan mudahnya, dan kali ini aku sudah sangat pasrah..


lakukanlah sesuka hatimu tristan.


********


Malam ini di meja makan, aku sudah melahap makananku, dan kali ini aku akan mengatakan kalau aku sudah pacaran dengan tristan.


" mam... aku sudah punya pacar " kataku pelan, aku sedikit takut untuk mengatakannya. bagaimana pun aku takut, pacarku ini adalah adiknya mantan tunanganku, aku harus mengumpulkan banyak keberanian untuk mengatakannya.


mama sangat antusias mendengar apa yang baru saja aku katakan, dan mama terlihat sangat senang setelah mendengarnya.


" siapa dia sayang? ayo dong ajak dia main kesini, kenalin sama mama dan juga papa " kata mama.


ah.. rasanya tenggorokanku sudah sangat kering, aku tak bisa menjawab pertanyaan mama,


apakah aku sudah sangat keterlaluan jika aku sudah berani berpacaran dengan adik iparku sendiri? apakah orang orang akan menganggap semua ini normal saja atau mungkin mereka akan menganggap aku wanita tidak benar,


aku masih lama terdiam, aku tak bisa menjawab siapa yang sedang aku pacari, aku yang awalnya ingin jujur menjadi terdiam tak bisa mengatakan apapun...


maafkan aku mam...


aku belum bisa jujur sekarang , aku mau menunggu waktu yang sangat tepat untuk mengatakannya.