He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Bayiku



Jam pulang kerja, aku sudah melepaskan semua seragamku lalu keluar setelah memakai bajuku yang tadi, dan kulihat tamu masih sangat banyak, aku memang memilih bekerja sampai jam 5 sore, karena malam hari aku harus istirahat dan juga menikmati masa masa bebasku,


Tak sengaja aku melihat kertha dan juga tasya, mereka sedang menikmati bebarapa camilan disana dan kulihat tasya merengut. Sepertinya mereka sedang bertengkar, aku harus jaga jarak agar aku tak terlihat oleh mereka, Ya Tuhan... Kalau aku bertemu kertha bisa bisa hidupku dalam bahaya..


Aku berjelan mengendap endap supaya tak terlihat, tapi tiba tiba seorang pelayan menabrak tubuhku hingga aku jatuh terpeleset setelah menginjak beberapa sisa makanan yang terjatuh.


Ini sangat sakit dan perutku rasanya sangat nyeri seperti ada sesuatu yang meremas disana, itu sakit sekali...


" ya ampun chef... Maaf " kata karyawan wanita itu, aku hanya menggelengkan kepalaku namun aku masih tak bisa menahan rasa sakit di perutku, kudengar beberapa orang memarahi karyawan itu.


" chef.. Anda bisa bangun " tanya karyawan itu namun aku merasa tubuhku sudah tak kuat rasa sakit ini membuatku tak sadarkan diri.


-


-


-


-


Ruangan ini, bau ini.. Aku sudah yakin kalau aku berada dirumah sakit, tapi kenapa rasanya Tubuhku sakit semua..?


Tiba tiba aku merasakan tanganku hangat dan berkeringat, sepertinya ada seseorang yang menggenggam tanganku, dan kulihat ternyata dia kertha, aah. Apakah ini benar benar kertha?


Dan aku tak menyangka saat aku menggerakkan tanganku tiba tiba kertha terbangun.


" Al... Kau sudah sadar.? " tanyanya, dan aku merasa salah paham dengan sikapnya ini, aku berfikir kalau kertha sedang sangat khawatir padaku.


" apakah kamu yang menolongku? " tanyaku, kertha mengangguk.


Bayiku? Bayiku..? Oh ya Tuhan.. Aku sedang hamil


" ada apa dengan bayiku? " tanyaku yang kini sudah merasa tidak karuan, aku panik saat kertha mengatakan bayiku, apakah bayiku baik baik saja.. Atau..? Atau..??? Aku hampir menangis saat memikirkannya saja.


" maaf Al... Dokter tak bisa menyelematkan bayi kamu, karena usia janin masih sangat muda jadi... Sangat rentan saat terkena benturan keras " kata kertha.


Dan berikutnya aku sudah menangis, bagaimana bisa aku membunuh bayi yang tidak berdosa ini? Aku bahkan sudah mulai menikmati masa masa pertama aku merasakan kehadirannya, meskipun bayi ini membuatku tak enak makan tapi aku sangat menyayanginya.... Kenapa bisa seperti ini..? Aku baru saja menikmati menjadi ibu hamil..


Maafkan aku nak.. Maafkan aku yang tak bisa menjagamu...


Aku ibu yang jahat yang tak bisa merawatmu dengan baik, Ya Tuhan.. Maafkan aku.. Maafkan aku, mungkin dulu aku pernah tak menginginkanya tapi aku sangat bahagia memilikinya, aku sudah menerima semua ini, tapi kenapa malah seperti ini.?


Kertha memeluk tubuhku, aku yakin dia merasa sangat khawatir padaku,


" tapi Al... Siapa yang melakukan semua ini padamu? " tanya kertha, aku langsung melepaskan pelukanku begitu mendengar ucapan kertha barusan, tunggu.. Apakah kertha tidak tau kalau aku berhubungan dengan tristan? Bukankah tristan bilang kalau dia sudah mengatakan semuanya pada mamanya.


" Al.. Sebenarnya.. Aku sudah mulai menyukaimu, tapi sebelum aku mengatakannya kamu sudah pergi, "


Aku kaget mendengar ucapan kertha barusan, tunggu .. Tunggu dulu.. Apa yang barusan ia katakan.. Dia menyukai aku?


" Al.. Jangan pergi lagi, aku sudah terjebak karena mu Al.. Aku harus menikahi tasya karena takut acara pernikahan yang di rencakan gagal, semua ini salahmu Al, lalu aku harus melanjutkan semua perusahaan yang menjadi kesepakatan dulu, Al.. Aku mohon.. Menikah denganku Al.. Aku tersiksa seperti ini "


Huaaaah.. Apa ini? Kenapa jadi seperti ini?? Kertha... Mana mungkin aku akan menerima mu begitu saja, kau sudah menikah, dan.. Kau juga seorang penjahat kelamin..


Entahlah aku tak mengerti.. aku di buat bingung dengan pengakuan kertha barusan.