He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Di jenguk mertua



Setelah minum obat tadi pagi, akhirnya demam yang melandaku sudah berkurang dan aku sudah bisa jalan ke dapur sendiri, dan mengingat kejadian pagi tadi, huaaahh aku jadi malu sendiri..


Bagaimana si siwon ini dengan mudah menghipnotis aku, dasar orang ganteng! Dia bisa dengan mudahnya meluluhkan wanita dengan cara mencium, bodohnya aku yang dengan suka rela menerima ciumannya.


Malam ini aku sudah tak kuat menahan rasa ngantukku, sebenarnya masih jam 8 sih, mungkin karena obat yang aku minum mataku jadi ngantuk banget.


Dan aku sudah tertidur,


Mungkin sudah beberapa menit aku tidur, dan kini aku terbangun karena aku merasa ada seseorang yang mengelus dahiku dengan lembut, dan aku tak yakin mama akan bersikap begitu padaku, yang aku tau mama hanya akan lebih menyayangi arka daripada aku ini.


Kubuka mataku yang masih sulit untuk ku buka, wajah wanita separuh baya dan masih sangat cantik sudah tersenyum padaku.


" tidur saja dulu sayang, kamu masih demam " katanya dengan terus memegang tanganku,


Ya Tuhan.. Apakah aku sedang bermimpi Mama kertha? Ehh tunggu apakah beliau sedang menjenguk aku yang lagi demam seperti gini,?


Dan ternyata beliau khawatir karena tristan juga demam saat pulang dari sini dan tristan juga sudah cerita kalau aku sedang demam karena kehujanan kemarin, jadi beliau takut sakitku lebih parah dari tristan, ada ada saja kan?


eh.. Tunggu dulu.. Si bocah sakit juga kan? Aah Sapa suruh cobak nyium gue pas lagi demam kayak gini, kan udah gue bilang sakit gue bakalan nular kalo dia nyium gue terus.


Aku tak sadar kalau kertha juga sudah berdiri di samping mamanya, dan aku langsung cengar saat melihat wajah ganteng kertha,


Seperti biasa abang kertha ini mukaknya dingin kayak es batu, sikapnya sudah jelas sekali kalau dia amat sangat terpaksa datang kesini.


" lihat.. Kertha juga udah jenguk kamu lho sayang, ayo cepet sembuh biar tante bisa ajak kamu nginep dirumah lagi "


Wew.. Si nyokap ngarep aku nginep disana lagi, padahal aku baru saja pulang dari rumahnya, aku juga gak tau kenapa mama kertha sangat menyukai aku ini padahal aku ini adalah wanita yang tidak berguna kan?


Sebenarnya aku sudah mendingan, hanya saja aku masih mengantuk tapi setelah di besuk sama calon mertua mataku langsung seger apalagi ada si abang kertha,


Banyak sekali yang mama kertha obrolin dari masa kecil kertha dan tristan hingga cerita seorang wanita yang menjadi rebutan kedua putranya, awalnya aku agak gak peduli sih karena rebutan cewek itu sudah biasa kan? tapi sepertinya kertha sangat tak suka saat mamanya bercerita tentang wanita itu.


" udahlah mah, jangan ceritain sama orang luar " kata kertha, sepertinya dia benar benar tak suka mamanya menceritakan kehidupannya dan aku sangat tidak berhak tau kan? Yaa Tentu saja Itu benar. Aku memang orang luar yang tak perlu tau sedetail ini kehidupan mereka, siapalah aku kan? Aku hanya seorang wanita yang di jodohkan dengannya.


Mama kertha sedikit menekan kata katanya, ya.. Pastinya beliau sadar kalau perkataan kertha sedang menyakiti aku


" Aku sudah bilang ma.. Aku gak mau di nikahin paksa kayak gini.. " katanya lagi,


Dan entah kenapa.. Hatiku jadi nyilu banget, sepertinya setelah membahas wanita tadi membuat kertha semakin berani mengatakan perasaan dia yang sebenarnya.


" kertha..!! "


Bentak mama kertha, lalu beliau melihat kearahku dan sebisa mungkin aku harus tetap seperti biasanya, aku harus tersenyum kan? Mana mungkin aku memasang wajah kecewaku? Atau kertha akan semakin kepedean karena aku sudah menyukainya.


" haha. Gak papa kok tan.. " kataku


Sebenarnya aku sangat kecewa dengan semua ini, kertha menolakku dengan sangat terang terangan.


" harusnya mama jodohin tristan dengannya, bukan aku "


Dan tentu saja mama kertha sudah melotot sekarang


" apa yang kamu bicarakan? Kamu kakak tertua, kamu sudah waktunya menikah, sedangkan tristan masih kuliah " kata mamanya dengan nada agak tinggi


" mama bisa nunggu tristan lulus kan mam? Ayolah mam.. Mama sudah tau aku mencintai wanita lain, tapi mama terus saja memaksa aku " kata kertha lagi,


Sepertinya dia sangat kesal dengan semua ini, lalu kertha keluar dari kamarku, dia masih terlihat jelas sangat marah.


Dan kini hanya tinggal kesunyian antara aku dan mama kertha, mama kertha sudah menangis sekarang, dan aku hanya bisa memeluknya mencoba untuk menengkan perasaanya.


Kali ini kertha benar benar sangat keterlaluan, aku tau aku sangat tak pantas untuknya.. Tapi bisakah kau jaga perasaan mamanya dan aku ini?


Aku baru pertama menyukai seseorang dan sangat berusaha untuk mendapatkan, tapi ternyata.. Penolakanmu sangat membuat hatiku sakit.