
Entah siapa yang menelpon kertha, kenapa dia sembunyi sembunyi saat mengangkat telpon tadi, jangan jangan pacarnya yang di rahasiakan namanya..?
Aah terserahlah.. Meskipun aku berfikir apapun kertha tak akan pernah menyukaiku, siapalah aku ini... Aku hanya wanita bodoh yang tak berguna.
Aku masih di sofa bersama tristan, aku tak sadar kalau tristan sedang menatapku sejak tadi.
" apa.? Lo baru sadar kalo gue cantik? " tanyaku sok kepedean, sebenarnya aku agak grogi saat sadar kalau sedang di pandangi.
Tristan tertawa, lesung pipinya membuat hatiku berdesir... Dia memang pria yang sangat sempurna.
" haha.. Kakak memang sangat cantik " katanya masih dengan senyumannya, dan aku sangat yakin mukak ku sudah kayak kepiting rebus.
Entah sejak kapan tristan sudah duduk disebelahku dan aku sedikit kaget dibuatnya, dia sudah mendekatkan wajahnya padaku.
" Apakah semalam kakak tidur di kamarku? "
Deg.
Jantungku seperti berhenti berdetak, tenggorokanku rasanya sudah sangat kering membuatku tak bisa berkata apapun lagi, haruskah aku menjawab iya.? Haruskah aku bilang kalau semalam sudah terjadi sebuah kecelakaan antara aku dengannya? Sampai saat ini aku masih merasakan sakit di bagian itu dan aku juga harus menahan sakit itu seharian ini.
" kak.. Apakah benar benar sudah terjadi sesuatu semalam? "
Wajah gantengnya sudah terlihat sangat serius, sedangkan aku masih sangat ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
" kakak masih diam.. Berarti benar semalam kita sudah... "
Aku langsung menutup mulut tristan, aku takut untuk mendengar perkataannya, aku juga takut kertha mendengar semuanya, sebenarnya aku sangat sedih saat aku harus kehilangan keperawananku dengan cara seperti ini, malah aku tidur dengan calon adik iparku.. Ini sangat memalukan.
Kulihat tristan sangat bingung dengan sikapku kali ini.
" elo harus diam, anggap saja semua ini adalah bayaran untuk semua yang elo lakuin ke gue.. "
" kak.. Yang semalam bukan hal sepele.. "
Aku langsung kaget dengan apa yang tristan katakan barusan, ya.. Aku tau ini bukan hal sepele karena semua ini pertama bagiku, sedangkan kau..!! Kau bahkan bisa membeli semua wanita yang kau mau. Kau bahkan bukan pertama kali melakukan semua ini.
" gue gak merugikan apapun kan? Setidaknya itu bukan yang pertama kali buat elo " kataku dengan suara yang agak bergetar, sebenarnya aku sudah akan menangis sekarang, tapi bagaimana bisa aku menangis di hadapannya sekarang? Aku takut dia merasa bersalah dengan semua ini.
" tapi itu pertama kali untuk kakak.. "
Tristan sudah meraih tanganku dan menggenggamnya, dan kali ini aku merasa tristan benar benar menyesali yang terjadi semalam,
Aku melepaskan genggaman tangannya dan memilih untuk kembali kekamarku, satu hal yang aku inginkan sekarang, masuk kekamar dan menangisi semua yang sudah terjadi.
" hahha.. Itu bukan masalah.. " kataku.
Dan dengan bodohnya aku meninggalkan dia sendiri disana.
Apa yang sudah aku lakukan? Aku tak perlu penjelasaan apapun kan? Semua terjadi karena kita benar benar dalam keadaan mabuk, itu benar benar bukan masalah itu hanya sebuah kecelakaan, karena apa saja bisa terjadi dalan kondisi mabuk,
Aku sudah menangis sekarang, dan aku sudah mengunci kamarku agar tristan tak bisa masuk dengan semaunya, entah kenapa aku merasa semakin terikat dengan status pacar sebagiannya, padahal ini semua hanya sebuah perjanjian agar kertha menyukaiku, bukannya berhasil dengan kertha aku malah kehilangan banyak hal, dari sebuah ciuman pertama hingga aku harus kehilangan keperawananku sekarang...
Kenapa semua jadi seperti ini sekarang..???
Mohon maaf karena lama banget UP
Soalnya masih dalam kondisi sangat sibuk, makasih komen dan like kalian, aku suka banget... Apalagi kalau kalian nyemangatin aku...
Makasih banget.. 😘