
" Brak..!! "
Suara pintu di dorong sangat keras membuat Al dan kertha kaget seketika, Al semakin kaget saat melihat sosok tristan yang berdiri disana, wajahnya sudah terlihat sangat kacau,
" bagaimana keadaanmu? Bagaimana keadaan bayi kita..? " tanya tristan yang kini sudah berada tepat di hadapan Al, Al ingin menangis lagi sekarang..
Tristan memeluk tubuh Al tepat di hadapan kertha, bahkan tristan tak peduli kalau kertha sudah mengepalkan tangannya karena merasa kesal, apalagi setelah mendengar ucapan tristan barusan, kertha semakin ingin memberi pukulan keras pada adiknya ini.
" aku. Gak bisa ngejaga dia tan.. Aku.. Aku ceroboh... " Al tak bisa menlanjutkan ucapannya dia memilih untuk menangis di dalam pelukan tristan.
Kertha semakin kesal melihat adegan keduanya, lalu meninggalkan mereka berdua begitu saja.
" apa masih sakit? " tanya tristan yang masih memeluk Al, tangannya mengelus lembut perut Al,
Sedangkan Al menggelengkan kepalanya, kali ini ia sadar dan mulai merasa canggung.
" aku sudah bilang, berhenti bekerja " kata tristan, Al ingat tadi pagi tristan sudah mengatakan itu.
" kamu masih sangat egois ya " tambah tristan lagi.
" kamu jangan egois, lain kali dengarkan aku bicara "
Al tersenyum mendengar omelan tristan, entah kenapa Al merasa sangat senang saat mendengar tristan mengomel seperti itu.
" kamu harus bisa jaga diri dengan baik jangan ceroboh, nanti kita bisa buat anak lagi kan..? Tapi janji kamu jangan ceroboh " kata tristan sambil memberikan senyuman usil pada Al, sedangkan Al sudah tak sadar membuka mulutnya karena merasa sangat kaget dengan apa yang ia dengar barusan.
Al mencubit pinggang tristan setelah sadar dengan ucapan tristan.
" jangan berfikir kalau aku mau melakukannya lagi denganmu " kata Al yang pura pura kesal padanya.
" yakin kamu gak mau ngelakuin lagi? Padahal aku pikir kamu yang sering berinisiatif untuk melakukannya " jawab tristan dan itu membuat Al merasa kesal.
" beneran? Kayaknya kamu yang suka nyium aku duluan. " kata tristan lagi,
Dan itu SKAK MATT...
Otak Al langsung flashback pada kejadian semalam saat dirinya tanpa sadar ingin mencium bibir hangat tristan, pipi Al langsung menghangat seketika, dia benar benar merasa sangat malu.
" hahahaha.. Kakak lucu kalau sedang malu "
Goda tristan, dan itu semakin membuat wajah Al kayak kepiting rebus.
Buru buru Al menarik selimut dan bersembunyi di bawahnya,
Huaaaah... Gilaa.... Gue malu banget, dasar bocah sialan, gue di godain mati matian, huaahhh tapi kayaknya barusan dia manggil gue kakak lagi, ya ampun tan.. Kamu sukses membuat jantungku berdetak semakin tak karuan.
Batin Al, hatinya sudah campur aduk sekarang antara dia senang dan malu dan entah apalagi.
Tiba tiba tristan memeluk tubuh Al yang sedang berbaring disana, tristan memeluk hangat tubuh Al.
" jangan tinggalin aku lagi, aku beneran serius dengan perasaan aku.. Aku mohon jangan pergi lagi " bisik tristan, dan itu sudah membuat Al menangis tanpa ia sadar, Al tau pasti kali ini tristan mengatakannya sangat tulus, dan Al juga sudah tak bisa membohongi perasaannya lagi, Al memang sudah jatuh cinta pada pria ini sejak awal, hanya saja dia yang tak pernah menyadarinya.
" berjanjilah.. Kamu akan tetap disisiku " bisik tristan lagi dan semakin mempererat pelukannya, Al semakin menangis dan mulai mengangguk, itu tanda setuju dari Al...
Ya... Al setuju untuk hidup bersama tristan untuk selamanya...
***Mohon maaf...
Udah lama updatenya dan isinya sedikit pula, akhir akhir ini sibuk banget, aku tuh pengennya tiap hari Up tapi gak bisa, masih sibuk banget soalnya.. Hehe makasih karena masih setia menunggu meskipun ceritanya udah mulai membosankan.
Jangan lupa di like dan komen ya 😘***