
Tristan merasa tak tega melihat wanita yang sudah tertidur dengan keadaan yang sangat menyedihkan, dia bahkan sudah menjadi penjahat sekarang...
Bagaimana bisa dia memperlakukan seseorang yang dia cintai seperti ini..?
Tristan menutupi Al dengan selimut tebal, lalu dia memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
" Maaf... Maafkan aku yang tak bisa menahan emosiku.. Aku sangat takut... Aku takut kau menikah dengan abang kertha, aku tak bisa menerima kenyataan kalau kau harus menikah di hadapanku... Aku sangat mencintaimu... Sangat.. "
Tristan mencium kening Al menungngkap perasaannya. Dia sangat sadar kalau ini sangat bejat.. Tapi... Apa yang bisa dia lakukan jika dia harus melihat pernikahan Al dengan kakaknya sendiri,? Membayangkannya saja sudah membuatnya sangat takut..
Satu satunya jalan adalah... Membuat Al hamil, dan itu akan mempermudah kelanjutan hubungannya dengan Al.
Tubuh mungil itu bergerak membuat tristan terbangun karena terkejut, sudah jam 2 siang tapi Al masih belum bangun juga, dia bahkan memeriksa nafas Al berkali kali karena takut kalau dia sudah membunuh kekasihnya karena kejadian semalam.
Al membuka matanya yang masih dengan susah payah untuk di buka, sesekali Al mengerjapkan matanya agar bisa melihat dengan jelas pandangannya.
" kakak sudah bangun? " tanya tristan dengan perasaan khawatir,
Al sudah duduk dan melihat sekeliling, tubuhnya terasa remuk dan sakit.
" Bawa aku pulang sekarang " kata Al dingin tanpa peduli dengan keadaanya yang masih lemah.
" kak.. Maafin aku.. Aku akan merawat kakak dulu baru kita.. "
" Enggak..!!! Gue mau pulang sekarang titik, gue tau elo takut ketahuan kan karena sudah memperkosa tunangan kakak elo sendiri..? " al langsung memotong perkataan tristan, entahlah.. Kali ini dia benar benar sudah merasa benci dan kecewa pada tristan, kenapa dia baru sadar kalau pria ini sebenarnya sudah gila.
Dengan susah payah Al bangun dari kasur, tapi tubuhnya masih sangat lemas dan tak bertenaga, bahkan dia sudah tak ingin menangisi apa yang sudah terjadi.. Dari awal dia sangat ingat dengan perjanjian antara dirinya dan tristan...
Kau harus membayar semua dengan tubuhmu,
Dan sekarang...
Dia sudah membayar semuanya kan? Dan ini sudah lunas.
Tristan hanya bisa merelakan kepergian Al yang terus saja menolak dia antar pulang, dan kali ini... Dia benar benar akan kehilangan seorang yang dia cintai untuk kedua kalinya.
-
-
-
-
-
Kini Al sudah membaringkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya, dia sudah pulang kerumah dan sepertinya mamanya tak peduli apapun dengan tidak pulangnya Al kerumah semalam... Andai saja mama tau kalau dia sedang di culik oleh adik iparnya sendiri.. Aah tidak.. Bukan penculikan, itu sebuah pemerkosaan dan meskipun dirinya sudah pernah melakukannya sebelumnya namun kali ini sangat berbeda...
Kelakuan tristan kali ini benar benar seperti orang kesetanan dan tak pedulikan keadaanya sedikitpun..
Bolehkah..? Bolehkah aku menyesal..? Bolehkah aku menyesal dengan semua kebodohanku ini?
Betapa tololnya aku..?
Aku sudah kehilangan banyak hal, dan aku pun harus menanggung kebodohanku ini, Ya Tuhan... Aku takut.. Aku takut untuk menghadapi kehidupanku selanjutnya, aku takut... Aku malah menjadi hancur karena kebodohanku selama ini...
Bisakah aku mati saja sekarang? Aku tak mau melanjutkan hidupku, aku sudah muak dengan kehidupanku.
Aku harus memahami perasaanku dulu, aku juga masih sangat bingung dengan perasaanku ini,
Aku tak tau perasaan cinta itu seperti apa, aku belum bisa merasakannya.
Maaf ya sob sob... Telat Up nanti aku kasih crazy Up buat kalian.
Love u 😘