He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Takut



Ya Tuhan... Mama..


Apakah mama sudah mendengar semuanya? Aku Mundur dan memilih untuk berada di samping Arka, dan aku yakin arka juga sama kagetnya denganku, bahkan sepertinya mama sudah mendengar sejak awal obrolan kami,


Mama masih berdiri disana, menatap lekat wajah kami berdua, aku takut.. ya tentu saja aku sangat takut ..


mama sudah tau semuanya, mama sudah tau kalau aku punya hubungan dengan tristan adik mantan Tunanganku..


oh tidak.. baru saja aku ingin jujur pada mereka tapi kenapa malah jadi seperti ini, kenapa mama tau dalam keadaan seperti ini,kali ini arka juga ikut dalam masalahku.


" Ma.. aku bisa jelasin semuanya, Arka gak tau apapun " kataku, meskipun tubuhku sudah bergetar hebat karena merasa takut tapi aku mencoba untuk tetap tenang,


ya.. kau harus tenang Al.. ini sudah waktunya kau mengatakan semuanya kan? kau jujur saja dengan apa yang kau rasakan, kau tak perlu memikirkan apa yang akan mama lakukan nanti padamu.


" Ya.. jelaskan... Mama akan mendengarkan " jawab mama,


Wajah mama sangat datar, aku tak bisa membaca ekspresi wajah mama, aku tak tau apakah mama sedang marah atau sudah ingin membunuhku sekarang juga.


Ah.. Dasar.. kenapa Masalah ini datang lagi? padahal baru saja mama bersikap baik padaku.


Aku menunduk dan meremas tangan Arka, Ayolah Al.. bicara saja.. jangan takut.. batinku.


" Ma.. kak Al itu sebenarnya.."


Arka mencoba menjelaskan, namun tentu saja sudah mama potong sebelum Arka selesai bicara.


" Diam , Biar dia yang menjelaskan " kata Mama lagi,


Huaah... sumpah mama lebih horror Sekarang.


Aku menarik nafasku yang sepertinya sangat sulit,entah kenapa rasanya sangat sesak , apalagi saat jantungku berdegub kencang tak karuan karena takut sama Mama.


" sebenarnya... Al menyukai tristan.. bukan kertha!! " kataku keras,


eh.. entah kenapa suaraku keras banget sangat mengatakannya.


Aku menunduk tak berani menatap wajah mama, siapapun juga tak akan seberani ini, mama sangat jahat kan.. aku tau itu.


Lama mama diam, dan masih tanpa ekspresi. Lalu Arka meraih bahuku agar lebih dekat dengannya.


" sepertinya mama tidak marah kak.." bisik Arka,


Aku yang mendengar bisikan itu langsung mendongak kan kepalaku dan berani menatap mama yang masih di ambang pintu sana.


Kau tau apa yang terjadi..?


Mama tersenyum disana, ah tidak itu bukan tersenyum, malah kali ini mama sudah tertawa sambil memegang perutnya.


haaah..?


aku mencubit pipiku dengan keras, dan tentu saja aku sudah meringis karena sakit banget.


hei.. aku tidak bermimpi... mama sedang tertawa disana..!!


" Mama gak marah? " tanyaku ragu.


Mama menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekatiku, aku bisa melihat mama mengusap air matanya yang keluar karena puas menertawaiku.


mama langsung meraih tubuhku membawaku kedalam pelukannya.


" Kenapa kamu gak bilang dari awal haaah.??" tanya mama


hah.? beneran nih mama gak marah? hahaha aku gak lagi mimpi kan? Ya Tuhan.. untuk pertama kalo mama menjadi is the best.


aku langsung membalas pelukan mama, betapa bahagianya aku mendengar jawaban mama, Ah.. entahlah ma.. aku juga bingung, aku bahkan tidak tau sejak kapan aku mencintai pria bocah itu.


" maafin mama ya sayang.. selama ini mama tidak pernah memperhatikanmu, mama hanya sibuk dengan pekerjaan mama... tapi kali ini mama janji.. Mama akan melakukan apa saja untuk kebahagianmu " kata Mama lagi,


Ya Tuhan.... aku tak menyangka mama akan seperti ini, aku tak menyangka akan semudah ini.


kalau aku tau mama akan menerima dengan mudah seperti ini, aku tak akan kabur dari rumah dan hidup susah payah diluar sana.


Dan kali ini aku sadar satu hal..


Kalau penjelasan itu sangat penting, dan aku sudah pergi begitu saja tanpa menjelaskan apapun...


" Mama yakin enggak marah sama Al karena berhubungan dengan tristan?" tanyaku yang juga merasa sangat ragu dengan mama yang saat ini menjadi aneh.


" iya sayang.. gak masalah kok.. itu gampang, kalo aja mama tau kamu sukanya sama tristan, mama gak akan Tunangin kamu sama kertha, kenapa kamu gak bilang dari awal sih?" tanya mama.


Aku menggaruk kepalaku yang gak gatel, aku aja juga bingung kapan kejadiannya.


" Al juga gak tau.. kapan Al jatuh cinta sama tristan " jawabku dengan bingung, mama pun tertawa dan mencubit pipiku..


" Dasar Bodoh, jadi Warna merah di lehermu itu dia yang buat... awas aja kalo mama ketemu si tristan itu.."


What..??


Aku langsung menutup leherku yang memang benar masih ada bekas ****** 2hari yang lalu, Ya Tuhan... aku lupa menutupnya.


aku langsung terdiam kaku sambil memegangi leherku, ini sangat memalukan..


huaaaahhh...


Batapa malunya aku ...


awas aja kau tristan..!!!