
Terlalu banyak rahasia diantara kedua pria ini, dan aku sudah masuk kedalam kehidupan mereka, aku sedikit mengerti sekarang kalau kedua pria ini masih sangat menyukai seorang Tasya, ya.. Bagaimana bisa seorang pria tak menyukai Tasya, wajahnya yang sangat cantik, tubuhnya yang tinggi langsing dan sangat seksi, aku bukan apa apa baginya.. Bahkan seorang pria tak akan pernah mengaggap aku ada saat mereka sudah melihatnya, dia benar benar sangat cantik hingga dia dengan mudahnya mengambil hati kedua pria ini, dan entah kenapa aku merasa kalau tasya ini tak menyukai kertha sama sekali, seperti sekarang ini.. Saat kertha sedang tidur di kamarnya aku tak sengaja melihatnya masuk kedalam kamar tristan, dan sebenarnya aku tadi ingin minum karena lupa mengambil air,
Aku sedikit penasaran dan entah kenapa aku sudah berjalan dan mengintip mereka, aku kaget saat wanita itu sudah menciumi tristan, dan entah kenapa rasanya aku sudah ingin marah, ada yang sesak di dadaku, dan aku tak percaya ini...
Apakah aku sedang cemburu sekarang, meskipun aku melihat tristan tak menerima dengan perlakuan wanita ini, tapi aku merasa sangat tak terima dengan semua ini.
" cukup.. !! Setidaknya elo jaga perasaan abang gue.. "
Itu suara tristan, awalnya aku tak mau menguping tapi entah kenapa aku jadi sangat penasaran.
" elo tau selama ini cuman elo yang gue cinta bukan kertha.. "
Deg.
Apa ini..? Dia tak pernah menyukai kertha, tapi kenapa dia terus mendekati kertha?
" Semua ini gue lakukan karena gue pengen lebih dekat dengan lo, ayolah tristan... Kita lakukan lagi seperti yang dulu "
Wanita itu sudah mencium bibir tristan lagi, dan aku sudah tak tahan melihat semua ini, dan entah kenapa aku sudah menangis sekarang.
Aku sudah berjalan menjauhi kamar tristan, dan aku tak sadar kalau aku sudah menabrak tubuh seseorang,
" Brugh.!!! "
" Praang..!!! "
Apakah kertha sudah mendengar semuanya? Atau dia sebenarnya juga sudah tau kalau wanita itu tak pernah menyukainya?
" apa yang sedang kau lakukan di depan kamar tristan? " tanyanya
Dan aku sudah mengusap air mataku, agar tak terlihat olehnya, tapi dia sudah mengangkat daguku agar dia bisa melihat wajahku dengan jelas.
" kenapa? Kenapa kamu menangis? " tanyanya.
Dan sepertinya dia tak menyadari apapun, aku tak tau apa yang harus aku katakan sekarang, dan tiba tiba aku sudah mendengar suara tristan di belakangku.
" abang.? Apa sedang kalian lakukan? " tanyanya, dan aku tau itu sebuah basa basi agar dia tak kepergok sekarang.
Sepertinya tristan sadar dengan suara ribut dari tabrakanku dengan kertha barusan, dan apakah tristan mendengar apa yang kertha katakan? Aku sudah menangis.. Bagaimana kalau dia tau kalau aku sudah melihat semuanya?
Dan entah kenapa aku memilih untuk mencium bibir kertha di hadapan tristan dan juga tasya..
Dan aku sudah tak tau apa yang sudah aku lakukan sekarang, apakah ini benar atau salah, yang jelas aku bisa menghindar dari tristan sekarang, aku tak mau ada pertanyaan apapun darinya, aku tau tristan tak akan pernah tinggal diam dengan apa yang sudah terjadi.
Kertha diam saja, sepertinya dia sangat kaget dengan apa yang sudah aku lakukan, dan aku sudah meninggalkan mereka semua yang masih bertanya tanya.
Aku sudah masuk kedalam kamarku, dan kembali menangisi semua yang terjadi, aku sudah kacau sekarang. Aku terjebak dengan cinta yang tak jelas seperti ini...