He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Apartemen Arka



Sekarang aku sudah sampai di depan apartemen arka, tadi mama bilang kalau arka tidak ada kelas, dan sudah pasti anak ini akan ada di aparatemennya,


Aku sudah berkali kali menekan bel ini, tapi pintu ini belum juga terbuka, rasanya sudah ingin ku dobrak saja,


Sudah hampir 2 jam aku hanya duduk di depan pintu apartemen arka, dan sejak tadi tak ada tanda tanda kehidupan di dalam apartemen arka, aku jadi mangkel dengan semua.ini.. Aku sudah curiga.. Kalau arka akan seperti ini.


Dan akhirnya... Adik aku yang paling menjegkelkan ini sudah datang, dan dia membawa seorang wanita bersamanya,


Aku yang melihatnya yang dengan santainya berjalan dan merangkul mesra gadis itu, dan aku sudah merasa sangat kesal, Arka terdiam melihatku.. Dan dia juga sudah melepaskan pelukan nya di bahu gadis itu,


Dan tentu saja aku sudah mendekatinya dan menjitak kepalanya.


" Bocah sialan..!!! Lo biarin gue nunggu ber jam jam.. kayak orang begok..!! Pakek matiin hape segala..!!! " bentakku, dan arka sudah mundur dan merasa takut padaku, ya tentu saja dia takut dengan wanita galak sepertiku.


" aah.. Kakak.. Kenapa elo beneran kesini..? "


Tanya arka.. Dia memegang jidatnya yang udah ku jitak tadi.


" kalo bukan karena mama tersayang.. Gue juga gak akan kesini.. Ayo buka pintu cepet. Gue udah capek. "


Hahaa.. Tuh kan.. Adikku mah memang penurut meskipun dia kadang jahat juga, eh tunggu dulu.. Cewek ini..


Aku berbalik lagi sebelum masuk kedalam apartemen arka, kulihat arkan mencium tangan cewek itu, wah wah.. Adik ku sudah punya pacar rupanya.


" wah.. Gue udah dapet laporan pertama untuk mama.. " kataku, dan itu membuat arka langsung menatapku, dan kini dia sudah memasang wajah melas,


Aaah.. Lucunya..


Lalu arka menyuruh cewek itu pergi, haha akulah kakak arka.. Dan kau jangan coba coba mengejar adikku ini, kulihat kau hanya ingin kegantengan adikku saja kan..?


" kakak gak seru ah... Kita udah sama sama dewasa kak.. Jangan gitulah.. Harus saling mengerti.. " kata arka setelah masuk kedalam apartemennya.


Dan kau tau.. Betapa berantakannya kamar pria bujang ini...


Oh ya Tuhan..


Aku bahkan sudah tak ingin mendengar permohonan adikku ini, ini amat sangat berantakan,


Baju kotor berserakan, banyak sekali sampah makanan dan minuman kaleng, dan parahnya lagi..


Aku melihat ** bekaa yang sudah terpakai...


" woy..!!! Elo bocah sialan bangkee...!! "


Wah.. Gila... Kulempar semua kaleng bekas di hadapanku dan juga apa sajalah yang bisa ku lempar sekarang... Bocah ini benar benar sudah terjerumus kehidupan bebas.. Dia sudah melakukan seks bebas, apa ini..?? Apakah adikku juga sudah menjadi pecandu narkoba sekarang..???


Kini arka sudah jongkok, dan menahan beberapa pukulan dariku.


" sejak kapan elo kayak gini.. Hah..!! ? Seks bebas kayak gini.. Kotoran aduh duh duh..


Parah.. Parah.. Lo parah babi.. Bodoh.. Jangan jangan elo juga pecandu narkoba.. Ayo ngaku sekarang!!! ... "


Sumpah aku tak habis pikir.. Adikku ini.. aah.. Ternyata begini kehidupan di luar sebenarnya, dan kini adikku sudah terjerumus.


Aku sudah tak bisa berkata apapun sekarang, dan malah.. Arka dengan santainya berkata..


" ahh.. Kakak ini polos banget, kakak itu cuman suka nonton film romantis dan hentai aja.. Tapi kakak gak pernah praktekin semua.. kakak gak usah sok sucilah.. Kakak juga penikmat film porno kan..? "


Katanya dengan santai..


Wah gila.. Dia malah juga tau aku liat film porno, tapi bukan berarti gue dengan mudahnya seks bebas kayak dia..


Dan aku juga tak mau terjerumus dengan hal bebas seperti itu.


" eeits.. Jangan salah.. Meskipun gue suka film hentai.. Gue gak pernah melakukan seks sama sekali.. oke..!! Jangan bicara aneh lagi.. " kataku..


Aku benar benar heran.. Adikku ini sepertinya pria cuek, tapi ternyata dia murahan sama cewek, dia dengan mudahnya tidur dengan perempuan.


" elo pecandu juga..!? " tanyaku,


sepertinya aku harus tau lebih dalam kehidupan adikku ini.


Arka tertawa, dia mengambil semua baju kotor yang berserakan,


" gue gak sebodoh itu.. Gue cuman suka seks itu aja, lagian kakak juga sudah waktunya tau tentang seks.. " katanya.


Dan itu sudah membuatku reflek tonjok perutnya.


" jaga ucapan elo sama orang yang lebih tua, sekarang lo beresin semua ini.. "


Arka sudah meringis kesakitan karena tinjuanku,


Waah.. Aku harus mengawasi kegiatan adikku ini...


Aku takut dia malah menghamili wanita sembarangan.


Dia ini kesayangan mama..


Aku malah takut kalau dia merusak harapan mama sekarang.