
brak
tika membanting pintu kamarnya setelah berhasil lepas dari hadapan yuda
"gila ini benar-benar gila,,, bisa-bisanya dia gampang banget ngucapin maaf setelah apa yang dia lakin dulu ke aku"ucap tika sambil mengatur nafas nya yang masih tersengal-sengal sambil tangan nya meraih botol air dingin di kulkas
berharap air dingin yang dia minum dapat mendinginkan otak dan pikirannya yang sedang panas setelah petemuan pertamanya dengan yuda setelah empat tahun terakhir ini
"ok tika tenang anggap aja hari ini ga terjadi apa-apa dan anggap ajan si kutub utara itu ga pernah hadir di sini" ucap tika sambil menyemangati diri nya sendiri
tika pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berkutat di dapur sore tadi
setelah selesai dengan ritual bersih-bersihnya tika pun beranjak menuju meja rias nya untuk melakukan perawatan layaknya kaum wanita pada umunya
ting
sebuah pesan masuk kedalam ponsenya mengalihkan perhatian tika dari rutinitas kaum hawa
from:085xxxxxxxxx
tika aku benar-benar minta maaf atas kejadian empat tahun lalu dan aku berharap kita bisa memulai semuanya dari awal
setelah ini aku akan bilng sama ayah tentang komitmen kita dulu
sakit
itu yang tika rasakan tiba-tiba padahal beberapa waktu yang lalu tika bisa melupakan rasa sakitnya pada yuda
ingatan nya kembali berputar pada kejadian beberapa tahun lalu saat dengan mudahnya kata-kata yuda meluncur tanpa dosa hanya karna drama Callysta
tak lupa kejadian di ruang tamu saat tika baru pulang kerja secara bergantian berputar di matanya
dada tika tiba-tiba sesak bahkan dia tak bisa mengontrol emosinya secara tiba-tiba
tika meraung seorang diri di kamarnya meluapkan rasa sakitnya hingga rasa lelash lelah menyerang tanpa di sadari tika masih meringkuk di sofa kamarnya
***********
sementara beberapa waktu lalu yuda yang baru kembali dari taman dengan kegagalannya nya mengajak tika bicara dari hati ke hati berjalan gontai menghampiri bayu dea dan ari yang masih setia duduk tempat semula
"bagaimana? " tanya bayu
meski sudah melihat raut kekecewaan di wajah yuda, bayu masih saja mempertanya kan hasilnya
yuda hanya menggeleng lemah tanpa menjawab pertanyaan bayu matanya malah fokus menatap ari dan dea
"tolong aku" ucap yuda memohon dengan wajah penhesalan
huft
ari menghembuskan nafas kasar sambil menoleh ke arah sang kekasih
dea yang tau akan tatapan mata ari pun mengangguk sebagai jawaban
"aku akan berikan no tlf tika tapi selebihnya anda usaha sendiri" ucap ari sambil menyerahkan kartu nama tika
wajah frustasi yuda seketika berbinar setelah mendapat kan satu jalan untuk berkomunikasi dengan tika
"tapi kami tidak mau anda kembali menyakiti tika, ini kesempatan kedua sekaligus terakhir anda jika sampai anda melakukan kesalahan itu kembali jangan harap kami akan menolong anda" ucap ari penuh penekanan
"Terima kasih, aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini" ucap yuda sungguh-sungguh
bayu tersenyum lega ternyata usahanya membujuk ari dan dea tidak sia-sia selama yuda mengejar tika bayu menjelaskan semua yang terjadi pada yuda dan tika selama ini
hingga kejadian dimana yuda menyakiti tika dengan kata-kata nya meski setelah itu yuda menyesal tapi terlanjur tika telah pergi meninggalkan yuda