From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 93



bukannya langsung istirahat yuda malah berkeliling mengamati setiap sudut kamar tika


di sebuah lemari kaca kecil terisi beberapa koleksi boneka dari doraem, dolpin, winie the pooh dan masih ada lagi yang yuda tak hafal nama nya


dan di bagian atas terdapat beberapa piala dan piagam yang ia peroleh tapi satu yang mengganjal di pikiran yuda dari sekian bnyak piala dan piagam tak satupun yang mengarah tentang keperawatan tapi lebih banyak prestasi tika di bidang memasak


ah entahlah mungkin itu hanya sekedar hobi nya sepeti biasa yang ia lakukan saat di rumah nya


satu benda yang menarik perhatian yuda foto yang terletak di meja belajar tika


foto empat remaja dua laki-laki dan dua perempunan mereka tampak tersenyum bahagia dengan mengenakan seragam putih Abu-Abu


"kamu dimana tik,,, sebegitu inginnya kamu menghindar dari aku, sebenarnya apa yang terjadi? " ucap yuda sambil menatap intens foto tika


akhirnya yuda merebahkan diri di tempat tidur yang sekian lama dibtunggalkan tika sambil memeluk foto kebersamaan tika dan teman-temannya


*********


"bu lik aku pamit yah"


"loh kenpa buru-buru kamu ga nungguin eyang pulang atau ga mampir dulu ke rumah eyang sepuh"


"enggak bu lik, aku masih ada kerjaan di palembang jadi harus balik sekarang mungkin lain waktu aku akan lama disini"


"ya sudah kalo gitu biar bu lik tlf rizal buat anter kamu ke bandara"


"ga usah bu lik aku udah pesan taksi itu pasti taksi ny dateng" ucap yuda langsung menyalami ibu tika saat mendengar deru mobil di halaman rumah


"assalamualaikum bu lik, "


"waalaikumsalam,, Hati-hati salam untuk tika suruh sering-sering telpon ibu ya"


"iya bu lik mari" jawab yuda saat memasuki taksi online yang mengantar nya ke bandara


*********


palembang


di sini lagi-lagi yuda menelan kekecewaan karena tika benar-benar tak ia temukan di tiga Rumah Sakit rujukan kepindahannya


dalam perjalanan nya ke bandara sebuah notif pesan dikirim orang suruhanya yang bertugas memata-matai Callista


wajah yuda nampak memerah rahangnya mengeras dengan tangan mengepal kuatencengkeram handphone nya


yuda langsung membuka kontak telpon


"bereskan barang-barang Callista tanpa tersisa sebelum saya sampai di rumah, jangan biarkan dia masuk ke rumah lagi"ucap yuda tanpa basa-basi


setelah itu meminta asistennya untuk memblokir kartu kredit yang ia berikan kepada Callista sehari setelah dia membawanya ke rumah


**"****


Bali


bu ratih bergegas membereskan barang-barang Callista tanpa tersisa sedikitpun memasukkn ke dalam koper dan satu koper tambahan karena beberapa waktu di rumah yuda Callista sudah banyak membeli barang-barang


setelah membereskan barang-barang Callista bu ratih bergegas membawanya keluar dan meletakkan di teras tepat samping pintu


dua jam setelah nya Callista nampak turun dari mobil dengan tersebut bahagia entah apa yang membuatnya bahagia namun kebahagiaanny tak berlangsung lama saat ia mendapati kopernta terletak di smamping pintu


tok tok tok tok


Callista bukan lagi mengetuk tapi menggedor pintu dan tak lama kemudian bu ratih keluar dengan ekspresi datar dan galaknya


"kenapa koper-koper ku diletakkan di luar" ucap Callista dengan melotot


"mas yuda yang meminta" jawab bu ratih ketus


"ga mungkin kamu jangan ngada ada ya nati aku bialng yuda biar pecat kamu"


"silahkan, permisi" ucap bu ratih dan berlalu masuk kemudian mengunci pintu


"sial,,, hei buka pintunya" teriak Callista namun tak lagi di hiraukan bu ratih


"yuda aku harus telfon yuda secepatnya"


kemudin Callista menelfon yuda yang ternyata nomor nya sedang tidak aktif karena berada di dalam pesawat