
hari ini adalah hari resepsi pernikahan mas radit dan Winda serta acara tujuh bulanan kehamilan Winda
aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri antara datang atau tidak
jika aku tak datang dalam benak keluarga mas radit aku pasti terpukul meski kenyataan nya seperti itu tapi aku tak mau terlihat lemah di hadapan mereka tapi jika aku datang aku harus datang dengan siapa?
Adit sudah jalan bareng dea sementara rizal sudah jalan dengan calon tunangan nya, ah sekalipun rizal belum dengan calon tunangan nya sangat ga mungkin aku datang dengannya yang ada aku ditertawakan seperti asal gaet pasangan aja
ah aku pusing
tok tok tok
"tika udah siap belum itu ditungguin sama yuda"
belum hilang rasa khawatir ku tiba-tiba ibu bilang kak yuda nungguin aku?
perasaan ga ada janji deh
aku malah bertambah bingung ah lebih baik aku temui kak yuda dulu
"kak yuda mau kemana? " tanya ku heran saat melihat kak yuda datang dengan kemeja batik celana kain serasa akan menghadiri kondangan
"katanya minta dianterin kondangan kamu ngeprank aku? " jawabnya sambil menunjukkan rau wajah menahan kesalnya
"hah kapan aku bilangnya? " kata ku lirih
dia akhirnya mengeluarkan handphone nya dan menunjukkan chat dari ku
aku masih terbengong saat membaca chat itu "kapan aku kirim nya perasaan ga deh" batin ku
"udah sana siap-siap 10 menit" katanya
aku langsung bergegas kekamar untuk segera bersiap hanya sepuluh menit waktu yang diberikan kak yuda kalo lewat satu menit bisa habis aku kena semprot kak yuda
"telat lima menit" kata kak yuda saat aku sampai di ruang tamu
"ck cuma lima menit ini," jawabku sambil berlalu mengikuti kak yuda dari belakang
dalam perjalanan hening tak ada percakapan diantara kami
aku sibuk mengecek handphone ku dan benar saat ku lihat chat terkirim aku bilang sama kak yuda kalo aku minta di temenin kondangan ke tempat mas radit
aku masih bingung kapan aku chat kak yuda?
rista tunggu pembalasan ku ya ketemu aku unyeng-unyeng kamu nanti udah bikin aku malu aja ama kak yudayuda
"huft.. " kutarik nafas dalam sebelum kami turun
"kalo ga kuat kenapa di paksain? " kata kak yuda saat melihat raut muka ku tegang
"kalo ga dateng nanti mereka nertawain aku dikiranya aku terpukul atas pernikahan mereka. "
"emang kenyataan nya begitu kan? " tanyanya balik
"setidaknya aku terlihat tegar dihadapan mereka" kata ku sambil membuka seatbelt kemudian keluar
kak yuda kemudian menghampiri ku dan kami pun berjalan beriringan layaknya pasangan kekasih
banyak mata menatap ke arah ku saat kami berjalan menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat aku makin deg degan saat kami mulai mendekat
kak yuda yang menyadari ketegangan ku tanpa aba-aba langsung mengenggam tangan ku seolah memberikan kekuatan untuk ku
ku toleh kak yuda dan masih dengan tampang cool nya seolah tak perduli dengan ku
"ah tika kamu datang juga sama siap ini" sapa ibu mas radit
"saya calon tunangan nya tika" belum sempat aku menjawab kak yuda sudah mendahuluinya
dan aku sedikit kaget saat mendengar jawaban kak yuda namun segera ku tutupi
"ok kita mainkan sandiwara ini kak"batin ku
tak kalah denga mas radit yang mendengar jawaban kak yuda langsung menatap ku penuh tanya
" iya bu kenalkan ini kak yuda calon tunangan ku"aku ikut menimpali ucapan kak yuda
aku berlanjut menyalami kedua mempelai
"selamat ya mas radit dan mba Winda semoga sakinah mawadah warrahmah dan di berikan kesehatan untuk ibu dan calon bayinya sehat sampai persalinan" ucapku dengan senyum tulus
"Terima kasih tika,,, karena sudah bisa hadir dan mendoakan kami" balas Winda
mas radit tak menimpali ucapan ku hanya senyum paksa yang dia tampilkan saat menjabat tangan ku
setelah memberikan ucapan kepada kedua mempelai kami beranjak turun untuk bergabung dengan sahabat-sahabat ku