From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 8



tak terasa sudah hampir enam bulan aku tinggal di surabaya


itu tandanya sebentar lagi aku akan menghadapi ujian semester dan yang paling di tunggu adalah liburan aku bisa pulang kampung


dan liburan semester ini bertepatan dengan liburan hari raya dan itu yang membuat aku excited menyambut liburan semester ini karena pasti sahabat-sahabat ku akan pulang kampung juga


karena menjelang semester akhir-akhir ini membuat aku harus pulang agak malam karena banyak tugas kuliah dan praktik yang mengharuskan kami berkunjung ke beberapa rumah sakit dan klinik untuk memenuhi tugas kuliah


seperti hari ini jam sudah menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat aku baru saja sampai rumah dan memarkirkan motor di garasi


saat aku memasuki rumah sudah dalam keadaan sepi dan gelap


aku rasa pasti semua sudah istirahat


ku lanjutkan langkah ku menuju kamar untuk mandi


tiga puluh menit aku baru selesai dengan ritual ku di kamar mandi


aku merasakan perutku keroncongan karena hari ini akau memang sengaja tidak makan di luar karena aku rindu masakan budhe


aku bergegas ke dapur tapi kecewa karena hari ini tak ada sisa makanan di kulkas yang bisa ku nikmati


ku putuskan memasak mie instan saja daripada harus keluar komplek untuk mencari makan


ternyata bau mie instan ini mengembalikan mood ku yang sempat kecewa karena tak ada sisa makanan tadi


setelah membereskan peralatan memasak ku bergegas aku menuju meja makan


"astaghfirullah... " aku terlonjak kaget saat hampir saja menabrak seseorang di depan ku


untung saja mie yang ku pegang tak tumpah


"kamu siapa? " ucapnya datar tanpa ekspresi seolah mengintimidasi ku


"lantas ngapain kamu disini? " masih pula dia mengintrogasi ku


"lagi makan mie instan.mau? " aku menawari nya makanan


"aku tau kamu sedang makan, maksud ku kamu itu ngapain di rumah ku malam-malam seenaknya saja"


aku langsung melotot dikatain seenaknya sama tuh makhluk


"lh kan aku emang tinggal di sini ya wajar kalo aku berkeliaran di rumah ini" aku tak mau kalah debat dengan nya dengan masih menyuapkan mie ke mulut ku


"oh jadi kamu yang di bilang rista sepupu dari kampung itu,,, pantas saja norak"


what apa kata dia norak,,, bener- bener ni makhluk satu pengen tak bejek-bejek jadi sambel pecel aja kalo ngomong asal jeplak


aku masih dalam mode tercengang sambil ku arahkan tatapan tajam ku kearahnya


"dasar keluarga benalu" ucapnya sambil berlalu pergi


wah.. wah... wah nih orang satu bener-bener ngajakin perang Dunia yah


maksdnya apa coba ngatain keluarga benalu,,, siapa yang benalu,,, kalo boleh milih pun aku g mau disini meski semua orang disini menyayangi ku seperti keluarga mereka


"udah kak g usah di dengerin omongan si kutub,,, dia emang suka gitu kalo ada keluarga dari kampung yang dateng atau tinggal di sini, makanya kak setyo pilih kos sendiri setelah lulus kuliah dan udah kerja,, padahal kami berharap kak setyo mau di sini aja sama kami,, serasa punya kakak cowok yang ngelindungin kita tau g kaya si kutub yang cueknya minta ampun" ucap rista panjang lebar yang tiba-tiba datang mengagetkan ku


"iya kok beda banget ya sama kak mawar? "


"bagai langit dan bumi kak!btw bagi dunk kak mie instan nya mumpung ayah sama ibu udah tidur,,, kalo g pasti g dibolehin" sambil menunjukkan wajah imutnya


"nih habisin aku udah ga nafsu makan gegara si kutub, tapi beresin sekalian ya aku mau istirahat" sambil ku sodorkan semangkuk mie pada rista


"ok kak"