From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 92



"ikuti Callista dan awasi dia" ucap yuda pada seorang di sebrang sana


"baik tuan"


yuda bergegas menuju bandara untuk menyusul tika ke Jakarta tak lupa dia memerintah kan seseorang untuk mengawasi gerak gerik Callista


*****


"permisi maaf apa benar suster tika dari Rumah Sakit Xxxx di bali di pindah tugaskan ke Rumah Sakit ini"


"baik pak sebentar kami lihat dulu"jawab sang resepsionis sambil melihat data di komputer nya


Dari data yang tertera suster tika di pindahkan ke Rumah sakit ini tapi ada dua alternatif pilihan lagi yang bisa suster tika ambil selain di Rumah Sakit ini" terang sang resepsionis


"harusnya 1x24 jam suster tika harus sudah melakukan konfirmasi kepindahannya semenjak surat pindah tugas itu di keluarkan tapi sampai saat ini yang artinya sudah lewat dari 1×24 jam suster tika belum melakukan konfirmasi ke Rumah Sakit ini"


"artinya" tanya yuda penasaran


"artinya suster tika kemungkinan mengambil satu diantara dua Rumah Sakit alternatif pilihan" jelas resepsionis itu lagi


"Rumah sakit mana saja itu"


"Rumah Sakit Xxxx cabang solo dan Rumah sakit Xxxx cabang Palembang"


"baik kalau begitu Terima kasih informasi nya"


yuda berlalu meninggal kan Rumah Sakit dengan langkah gontai


"kemana kamu tik" guman yuda duduk di taman


"solo?kemungkinan besar dia ambil alternatif Rumah Sakit di solo agar lebih dekat dengan keluarga nya, ok aku ke solo sekarang"


yuda bergegas mencari taksi agar dia bisa kembali ke bandara untuk melakukan penerbangan saat itu juga


******


solo


dan di sini yuda di Rumah Sakit Xxxx yuda menelan kepahitan lagi karena tika benar-benar tidak melakukan konfirmasi di Rumah Sakit tersebut


hatinya lelah begitu pun jiwanya hampir 2x24 jam dia sibuk terbang kesana kemari mencari keberadaan tika namun tak menemukan tika di dua Rumah Sakit pilihan tinggal satu Rumah Sakit lagi yang harus ia datangi untuk menemukan tika


jika benar ia ke palembang berarti tika benar-benar mengambil tempat dimana ia benar-benar menjauh dari yuda


yuda benar-benar sangat lelah ia melangkah kan kaki nya menuju cafe sebrang Rumah Sakit untuk mengisi tenaganya


*******


"loh mas yuda kok disini? "


"siapa ya" tanya yuda karena merasa tak mengenal laki-laki yang tiba-tiba duduk di depnnya tanpa permisi


"rizal teman tika"


"rizal teman tika? " tanya yuda memastikan sambil berfikir


"iya, kita pernah ketemu waktu makan di warung tenda beberapa tahun lalu"


"oh"


"mas yuda sedang apa di sisni sama tika kah? "


"jadi anak ini pun ga tau keberadaan tika" batin yuda"


"tidak ada urusan bisnis, tika lagi di bali" jawab yuda bohong


"yah padahal aku berharap ketemu mas yuda sama tika saat ini" ucap rizal kecewa


"ah iya mas yuda mau mampir ke rumah tika ga sekalian aku mau jemput ibu aku lagi arisan di sana" tawar rizal


yuda sejenak berfikir mengenai tawaran rizal tersebut


"boleh lah aku juga udah capek meeting sana sini rasanya pengen istirahat mungkin pulang ke rumah eyang ide bagus"


*********


"assalamu'alaikum" ucap yuda dan rizal saat memasuki rumah tika


"lho yuda tika mana" ucap ibu tika kaget saat melihat yuda datang bersama rizal


"tika ga libur bu lik,, ini habis meeting ketemu rizal di cafe nawarin mampir disini kebetulan capek banget"


"ah ya ampun bu lik sampai lupa,,, ayuk masuk kamu langsung istirahat apa mau makan dulu? "


"boleh langsung istirahat bu lik, udah makan tadi di cafe"


"ya udah ayuk bu lik anterin istirahat, di kamar tika ga papa kan? "


"emang boleh bu lik? "


"boleh, karena tika nya ga ada"


"zal, makasih ya udah anterin aku langsung istirahat" ucap yuda sambil berpamitan pada rizal


rizal menganggukkan kepala kemudian bergabung dengan ibu nya di ruang keluarga