
setelah mandi dan berganti pakaian aku begegaa Keluar kamar,,, rasa lapar ku memang tak bisa diajak kompromi
saat ku buka pintu bertepatan dengan kak yuda yang hendak masuk ke kamarnya
dia menatap ku tajam dengan raut wajah penuh kebencian aku sempat terkaget dengan tatapan matanya
seolah aku adalah musuh bebuyutan nya
belum hilang rasa kaget ku "jeduar" kak yuda membanting pintu kamar nya
"astaghfirullahalazim" ucap ku terkaget dengan sikap kak yuda
aku yang notabene tak pernah mendapatkan perlakuan kasar, mendengar ataupun melihat kekerasan di keluarga ku begitu shock melihat sikap kak yuda
rista dan kak mawar yang mendengar bantingan pintu berhambur keluar
melihat ku masih shock mereka langsung memeluk ku
"sabar tik,, kak yuda kalo lagi capek emang gitu" hibur kak mawar menenangkan ku
aku hanya mengangguk mendengar ucapan kak mawar
"rista ajak tika sarapan kamu juga belum sarapan kan? " perintah kak mawar
"iya kak, yuk kak tika kita sarapan, cacing di perut Q udah konser," ajak rista
aku tersenyum menutupi rasa shock ku dan mengikuti langkah rista menuju meja makan
disana masih banyak tersaji makanan untuk sarapan kami
tapi bukannya tinggal aku dan rista yang belum sarapan kenapa masih ada sebanyak ini makanan nya
sudah lah tak usah ambil pusing dengan banyaknya makanan ini
segera ku ambil nasi beserta lauk pauk dan ku mulai sarapan beranjak siang ini
saat kami sedang menikmati sarapan kak yuda turun dengan menatap aku masih sama seperti tadi rasa takut yang sudah hampir hilang kembali hadir saat melihat sorot tajam mata kak yuda
melihat aku menundukkan kepala kak yuda berlalu begitu saja nampak dia akan pergi entah kemana
"udah kak kaya ga hafal sifat kak yuda aja, cuekin ntar juga baik sendiri, kaya awal kakak disini juga gitu kan lama-lama baik ya meski sekarang kumat lagi, huft"kata rista diakhiri tawa tertahannya
benar juga sih kata rista dulu kak yuda jutek minta ampun pada ku lama-lama dia baik juga tapi dilihat dari sorot matanya seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan dan sepertinya bersangkutan dengan ku
ah entah lah tak usah diambil pusing semoga aja kak yuda langsung balik ke Bali agar aku tak melihat wajah menyeramkan nya
****"
kulangkahkan kaki ku di Koridor kampus sambil sesekali melihat sekitar siapa tau aku melihat kak haris
"hayo lho caelingukan cari siapa" lista yang datang dari belakang mengagetkan ku
"kebiasaan banget sih lis ngagetin orang sukanya"
"heheh habis kamu dari tadi celingak celinguk cari siapa? "
"cari kak haris" jawab ku sambil melanjutkan langkah ku
"what! ada angin apa kamu nyari kak haris biasanya selalu menghindar" interogasi lista
"nih" kata ku sambil menunjukkan paper bag yang sedari tadi ku pegang
"titipan kak mawar buat kak haris" lanjut ku sebelum lista heboh lagi
"aku kira kamu ada something sama kak haris" ucap nya sambil memanyunkan bibirnya
"ga ada selain tentang kak mawar" jawab ku sambil setengah berlari saat menyadari sosok yang aku cari sedari tadi nampak berjalan menuju kelasnya bersama kak rangga sahabat nya
"kak haris tunggu" kata ku menghentikan langkah kak haris dan kak rangga
seketika dia berbalik menatap kearah ku ada raut bahagia terpancar dari wajahnya
"nih" kata ku sambil menyodorkan paper bag
"Terima kasih" jawabnya sambil tersenyum bahagia
"Terima kasih nya ke kak mawar itu dari kak mawar jangan lupa chat kak mawar dia nungguin," nampak kak haris sedikit kecewa mendengar jawaban ku
"udah ya kak aku balik kelas, jangan lupa chat kak mawar" ucap ku sambil berlalu meninggalkan mereka berdua yang masih mematung menyaksikan kepergian ku