
******author prov****
ting
satu pesan masuk di handphone tika setelah tika keluar dari rung pak Widi
📱kak Yuda
datang ke kantor ku di hotel yyy setelah pulang kuliah
tika mengernyitkan dahinya karena setelah sekian lama mereka kenal baru kali ini Yuda memintanya untuk datang ke kantor nya
"huft" tika menghembuskan nafasnya mau tak mau dia harus datang ke kantor Yuda
entah ada hal apa yang akan Yuda sampaikan samapai-sampai tika harus datang ke kantor bukan di bicarakan di rumah saja
lima belas menit sudah tika menempuh perjalanan ke kantor Yuda dia sedikit tercengang dengan gedung di hadapan nya
bangunan megah dengan konsep khas surabaya menjadi ciri khas dari hotel dan resto milik Yuda
"permisi kak maaf mau tanya ruang pak Yuda dimana ya" ucap tika sopan pada resepsionis yang bertugas di lobby
"maaf apa sudah buat janji" jawab ramah salah satu resepsionis
"sudah"
"mba ngaku-ngaku ya kalo sudah bikin janji sama pak yuda, biar gampang masuk menemui pak Yuda" ucap ketus resepsionis lainnya sambil menelisik tika dari atas sampai bawah
"saya ga bohong kak" jawab tika jujur
"cih,, modus lama tampang kaya mba mana bisa buat janji dengan atasan kami" ejek resepsionis itu lagi
"kok kamu gitu sih" ucap resepsionis yang pertama
"ya iya lah secara banyak cewek-cewek suka kesini ngaku sudah buat janji dengan pak Yuda nyatanya modus doang cuma mau ngerayu pak Yuda"
tika tak mau ambil pusing dengan sikap resepsionis ke dua itu
"ni mba baca sendiri" ucap tika sambil menyodorkan pesan dari Yuda
"bisa aja itu setingan dia" sanggah resepsionis ke dua lagi
"ya sudah mba telpon ke ruangan pak Yuda aja kalo ga percaya" pinta tika
akhirnya resepsionis pertama mengikuti usulan tika dan setelah mendengar penuturan orang di sebrang telepon resepsionis pertama pun mempersilahkan tika langsung ke ruangan Yuda
"selamat siang mba" sapa tika pada wanita yang duduk di depan ruang presdir
"siang, dengan mba tika ya, silahkan masuk mba pak Yuda sudah menunggu" jawab ramah sang wanita
"jauh banget sambutannya sama yang di depan" batin tika
tok tok tok
"masuk" ucap Yuda saat mendengar ketukan pintu
tika pun beranjak masuk dan dia nampak kagum dengan ruangan yang luasnya dua kali kamar nya dengan dekorasi yang simpel tapi berkelas
"duduk aku selesai kan dulu kerjaan ku sebentar" lanjut Yuda ketika tika memasuki ruangan nya
tika pun langsung duduk di sofa sebelah jendela sambil menikmati suasana kota surabaya dari dalam gedung
"kamu mau aku bersikap seperti apa" ucap Yuda tiba-tiba membuyarkan pandangan tika dari indahnya pemandangan di luar
"maksud kak Yuda" tanya tika sedikit bingung dengan penuturan Yuda
"kamu mau aku bersikap layaknya apa? " jelas nya
"layaknya adik dengan kakak seperti kak Yuda bersikap dengan kak mawar dan rista, meski kita saudara jauh dan baru bertemu beberapa waktu lalu aku berharap kak Yuda mau menerima aku sebagai adik kakak sama seperti kakak menerima rista" ucap tika
"hah bersikap seperti saudara? apa maksud nya? jangan bilang gadis ini belum tau tentang rencana perjodohan kami" batin Yuda
"bagaimana pendapat mu jika ada perjodohan diantara salah satu keluarga kita"
"kak Yuda bercanda ya,, ya meski ada salah satu diantara keluarga kita yang di perbolehkan menikah tapi aku rasa tidak mungkin karena belum ada sejarahnya perjodohan di keluarga kita semua memilih jodoh mereka masing-masing"
"tapi kalo sampai ada dan itu kamu"