
"tumben bareng pak Widi" lista yang tak berselang lama datang setelah aku masuk ruang ganti
aku hanya mengangguk sambil tersenyum
"ada yang aneh deh, tumben diem sambil senyum-senyum" lista mengamati ku sambil mengernyitkan dahinya
aku menengok sekitar memastikan tak ada orang selain kami di ruang ini, setelah merasa aman ku angkat jari tangan kiri ku menunjukkan cincin di jari manis ku
"omg tika! " pekik lista histeris sambil memeluk ku
"serius ini, kapan"
"kemarin sepulang dinas"
"kok ga chat aku semalam"
"surprise dunk tapi jangan ember yach"pinta ku
" kenapa, kan biar ga ada yang ganjen ama pak Widi lagi"
"cek, kamu mau aku jadi bahan gosip di RS sama kampus, apa kata orang dikiranya aku dapet nilai bagus karena pacaran sama dosen"
"dih mikirin omongan orang, au"
aku menyentil dahi lista seketika mendengar jawaban nya
"kamu lupa aku masuk lewat jalur belakang,yang ada orang liat aku cuma memanfaatkan situasi, ponakan rektor pacaran sama dosen, dah nilai bagus pasti banyak yang beranggapan bukan hasil jerih payah ku"jelas ku karena semenjak pakdhe masuk RS waktu itu aku lebih banyak bertemu dosen bahkan staf kampus yang membesuk pakdhe saat di rawat
" iya juga yach, trus gimana dengan para cewek yang ganjen sama pak Widi"aku mengerti kekhawatiran lista karena bukan hanya di kampus tapi juga di RS ini mas Widi jadi idola meski bukan dokter tapi namanya cukup terkenal seantero RS dan tentunya fansnya juga banyak
"udah ga papa masih pacaran ini, nanti kalo udah lulus kuliah kami tunangan baru aku mau go public" jelas ku
*******
siang ini seperti biasa aku dan lista menuju kantin untuk makan siang karena kami sudah lama magang kini giliran kami makan bagian terakhir
suasana kantin cukup sepi karena jam istirahat sudah habis tinggal kami yang bergantian istirahat yang ada di kantin saat ini
"Hai tika" lusy tiba-tiba berdiri di samping ku
"em Hai Mba lusy, apa kabar giman betah kerja di sini" balas ku menyapanya
"tentu betah, apa lagi satu kerjaan dengan mas Widi" ucap nya sombong
seketika hatiku sedikit tercubit dengan ucapan lusy, apa maksud nya coba
"emang kenapa kalo satu kerjaan sama pak Widi" tanya lista
"tentu lebih semangat karena ada orang yang kita sukai"
sekuat tenaga aku berusaha menahan amarah agar tak terpancing ucapan lusy, tangan kiri ku secepat kilat memegang tangan lista memberi kode agar dia diam sementara tangan kanan ku masih terkepal di bawah meja
"kamu tenang aja aku ga akan bocorin kalo kamu pacar mas Widi, karena aku ga mau dicap sebagai pelakor diantara kalian" ucapnya sambil tersenyum mengejek kearah ku setelah itu dia berlalu meninggal kan kami
"dia siap sih belagu banget, bibit pelakor itu tik"
"udah biarin aja yang terpenting mas Widi ga nganggepin dia "
"tapi kamu harus tetap hati-hati tik, secara mereka satu kerjaan dan kamu beberapa waktu lagi harus balik ke kampus dan sibuk dengan skripsi sementara setelah kita magang pak Widi udah ga ngajar lagi di kampus pasti banyak waktu si lusy itu buat deketin pak Widi"
jujur aku sedikit khawatir mendengar penuturan lista tapi melihat mas Widi yang tak merespon lusy aku yakin mas Widi ga akan berpaling