
saat aku memasuki resto dimana mama ku berada nampak wanita yang telah melahirkan ku melambaikan tangan dengan senyuman merekah di bibir nya
aku berjalan menghampiri beliau tapi seperti nya mama tak sendiri dia bersama seseorang tapi aku tak mengenalnya
"Widi kamu udah dateng nak" sapa mama ku sambil bediri memeluk ku
ku sambut pelukan dari mama tercinta ku
"oh ya maaf mama sampai lupa kenalin ini lusy anak temen mama, tadi ga sengaja ketemu di sini jadi mama ajak gabung" mama memperkenalkan seorang yang sedari tadi menatap ku
"Widi" kataku mengulurkan tangan
"lusy" jawabnya sambil menerima jabat tangan ku
"kita duduk mama sudah pesan kan makanan kesuksesan kamu juga" pinta mama
"oh ya ma happy birthday" ucap ku sambil menyodorkan sebuah bingkisan yang tadi ku bawa tak lupa ku hadiahi kecupan di kening wanita yang sudah melahirkan ku
"oh sayang, kenapa mesti repot-repot kasih kado mama, mama bukan anak kecil lagi sayang, kamu bisa meluangkan waktu untuk mama saja mama sudah bahagia" ucap mama penuh haru
"sedikit hadiah kecil dari anak mama, tadinya mau aku bawakan hadiah istimewa buat mama tapi seperti nya belum untuk saat ini" ucap ku dengan senyum
"oh ya, apa itu" tanya mama
"nanti kalo sudah waktunya mama tau sendiri biar lebih surprise"
"ok kalo begitu makanan sudah tiba kita makan yu, ayuk lusy kita makan sayang" pinta mama
"iya tante, oh ya mas Widi kesibukan nya apa? " tanya lusy mulai mengakrabkan diri karena sejak tadi dia hanya diam melihat interaksi ku dengan mama
"hanya perawat di RS tapi sementara gantiin ngajar teman cuti lahiran, mungkin sebulan lagi sudah balik ke RS, "
"wah mas Widi hebat ya pasti mas salah satu perawat senior dan berbakat buktinya bisa gantiin teman mas ngajar aku sungguh kagum sama mas" puji lusy
" mama rasa kalian bisa berteman karena lusy juga akan bekerja di RS tempat kamu kerja wid"ucap mama
"oh ya, bagian apa" tanya ku
"aku bagian administrasi mas, minggu depan aku mulai masuk"
"ok, semoga kita bisa berteman dengan baik"
aku melihat gelagat lusy berbeda entah apa maksud nya, seperti nya dia begitu ingin dekat dengan ku terbukti dari dia yang sedari tadi selalu mengajak ku ngobrol bahkan tanpa segan meminta ku untuk mengantarkannya pulang sementara kami baru kenal
sebenarnya aku malas meladeni permintaan lusy tapi mama meminta ku untuk megantarkan nya dengan alasan tak baik anak perempuan pulang malam sendirian
"Terima kasih mas sudah nganterin aku pulang" ucap lusy saat kami sampai di depan rumahnya
tapi sebelum dia turun dengan tidak sopannya dia hendak mencium ku
"kamu apa-apa an" bentak ku
"ah maaf, aku refleks" jawabnya tanpa tanpa merasa bersalah dan langsung melenggang keluar dari mobil ku
"****" umpat ku dalam hati
seperti nya gadis itu sudah terbiasa dengan pergaulan bebas terbukti dengan tingkahnya yang cukup berani ingin mencium ku yang notabene lelaki yang baru dia kenal
dan sialnya aku akan lebih sering bertemu dengannya karena kami satu RS meski beda divisi
ah ini tak baik dengan status ku dan tika yang masih belum jelas aku tak mau usaha ku mendekati tika selama ini sia-sia
aku harus mengungkapkan perasaan ku pada tika sebelum lusy bertindak aneh yang akan menjadi kan salah paham antara aku dan tika dan aku tak mau tika menjauh dari ku
****Widi prov end****