From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 26



setelah ibu beranjak dari kamar ku,, ku raihzs undangan berwarna silver dengan hiasan pita di tengah nya


disana tertera nama


Radit prasetyo utama& winda ayu putaningtyas


aku menautkan kedua alis ku saat ku dapati tanggal pernikahan mereka


mereka menikah sekitar tigeee eee eeeheea bulan yang lalu tapi mereka bilang acara resepsi sekaligus acara tujuh bulanan


astaga aku menutup mulut ku kaget mendapati sebuah kenyataan yang mengagetkan ku


itu artinya mereka? astaghfirullah aku berulang kali mengucapkan istighfar untuk menghilangkan rasa yang entah apa yang aku rasakan


...w wrdddez...


haruskah sedih karena di tinggal nikah atau harus bahagia karena mengetahui bahwa orang yang selama ini aku 🕹 mereka ysng jelas aku sudah terbebas dari orang bejat seperti nya


*******"


"assalamu'alaikum tika,, "salam dari sa yang terlihat ramai di luar sana


" waalaikum salam"jawab ku sambil membuka pintu


dan benar tiga manusia biang rusuh rizal, ari, dan dea yang langsung nyelonong masuk kerumah saat pintu sudah terbuka


"astaga kalian yah,,, ga ada romantis nya lama ga ketemu main nyelonong aja yah masuk kerumah orang" ucap ku sewot


"tika.... " teriak mereka kompak sambil memeluk ku layaknya teletubbies yang sedang berpelukan


"udah engap aku nya" kata ku sambil melerai pelukan mereka"kalian kapan pulang? "tanya ku saat kamu sudah duduk


" kami pulang barengan tiga hari yang lalu"


"kok bisa barengan?" tanya ku kepo


"jadi ari bawa mobil dan mereka berdua mampir dulu ke Bandung jemput aku" rizal menjelaskan


"ah kalian bikin aku iri aja" kata ku sendu


"udah ga usah mellow,, kita jadi ga nih buka bersama di warung tenda favorit kita" kata dea


"tapi sayang nya aku lagi ga pengen masak capek habis perjalanan jauh" kata ku


"ok deh kalo gitu let's Go kita otw" kata rizal menengagi


"eh ari bawa mobil kan kalo gitu jemput sepupu ku dulu yach di rumah eyang sepuh, aku udah janji ajakin dia jalan kalo di kampung,,, biar tau suasana kampung" kata ku


"ok yuk kita jemput sekarang keburu ga kebagian tempat" ajak dea


akhirnya kami berempat menuju ke rumah eyang sepuh untuk menjemput rista


"assalamu'alaikum mba Muti " ucap ku saat memasuki halaman rumah eyang sepuh


mba Muti adalah cucu eyang sepuh,, harusnya dia juga ikut aku kuliah di surabaya tapi dia lebih memilih menikah mudah saat lulus SMA


"wa'alaikumsalam tiak" jawab mba Muti sambil memeluk ku dan cipika-cipiki ala kami


"mau jemput rista buat buka bersama ada kan mba" kata ku menjelaskan maksud kedatangan ku


"ada ayo masuk dulu, " ajak mba Muti


"aku tunggu sini aja mba tadi udah aku chat sih rista nya''karena takut kelamaan di dalam dan ga enak sama sahabat sahabat ku jika harus ngobrol dulu di dalam


" oh ya udah mba panggilkan ristanya dulu ya"dan hanya ku angguki ucapan mba Muti sambil berlalu memasuki rumah


samar terdengar suara perdebatan dari dalam rumah seperti suara rista dan manusia kutub itu


ah dia pasti mulai deh ribetnya terbukti saat rista keluar dia nampak memanyunkan bibirnya


"kenapa? " tanya ku saat dua orang keluar dari rumah


"tau kak yuda riber pake acara mau ikut segala" jelas rista


aku mengernyitkan dahiku


"aku jagain rista ga ada penolakan, kalo ga mau berarti ga ada acara jalan-jalan" kata kak yuda menjelaskan


"oh ok" jawab ku karena tak mau banyak berurusan dengan manusia kutub akhirnya aku Terima persyaratan nya