
"ga sekalian belanja yang" tawaran mas Widi
sebenarnya pengen ngelanjutin belanja kemarin yang tertunda karena rista keburu emosi setelah bertemu Clarissa tapi aku urungkan niat ku ga enak dikiranya aku minta traktiran mas Widi lagi
"ga deh mas lagi ga pengen, pulang aja yuk tapi anterin aku ke RS lagi ya" pinta ku
"aku anterin pulang sekalian ya, udah malem juga"
"ke RS aja mas besok bukannya mas agak siang ke RS nya"
"aku usahain pagi anter kamu dulu sama rista ok"
"ya udah deh"
setelah sedikit perdebatan aku memutuskan untuk mau menerima tawaran mas Widi karena besok dia berjanji akan mengantar ku dan rista
saat sampai di rumah terlihat suasana sepi dan mobil pakdhe pun tak nampak terparkir di garasi
"aku masuk ya mas" ucap ku
"aku ga di ajak mampir gitu" pinta nya
"sepertinya lagi ga ada orang mas"
"emang kenapa kalo ga ada orang"
"mas,,,,! " ucap ku kesal
"iya iya aku cuma becanda yang, dah masuk udah malem besok aku jemput"
"Hati-hati" ucap ku sambil berlalu meninggal kan mas Widi
benar dugaan ku rumah sepi entah kemana perginya orang-orang aku beranjak kebelakang mencari bibi
"bi, yang lain kemana kok sepi" tanya ku saat melihat bibi sedang bersantai di halaman belakang
"eh non tika, bapak sama ibu lagi ada acara makan malam non tika ga diajak" tanya bibi
aku sedikit mengernyitkan dahi ku"makan malam tumben"batin ku
"emang acara apa bi, handphone tika mati jadi ga tau" jelas ku sambil menunjukkan layar handphone ku yang sudah tak bernyawa sejak memasuki mall tadi sore
"itu pacarnya non mawar ngajak makan malam di luar tadi" jelas bibi
"berarti kak mawar pulang bi" tanya mu
"yaudah bi tika masuk ya mau mandi"
*****
karena aku makan semenjak sore tadi alhasil tengah malam ini aku belum bisa tidur setelah menyelesaikan laporan tugas praktek kami
aku berjalan menuju dapur berharap ada yang bisa aku makan malam ini
ku buka kulkas dan tak ku temukan makanan, beralih ke lemari penyimpanan makanan kering namun naas bahkan mie instan pun tak ku temukan nasi sisa apa lagi
hendak keluar mencari makan tapi malam sudah larut tak mungkin aku keluar malam-malam seprti ini
"sedang apa" suara bariton mengagetkan ku yang sedang meratapi nasib perut ku
"eh kak yuda, aku lapar ga ada makanan" jawab ku jujur
"kamu ga makan malam tadi" tanya nya lagi
"makan sore tadi ama teman sampai rumah yang lain makan malam sama kak haris" jelas ku
"kak yuda kapan datang" lanjut ku bertanya
"tadi jam 10,mau cari makan kebetulan aku juga lapar" tawar kak yuda
"boleh tapi aku ambil jaket dulu kak" tak ada jawaban kak yuda dia hanya mengangguk kan kepala tanda setuju
"mau makan apa" tanya kak yuda saat kami dalam perjalanan
"mie goreng di ujung komplek enak kak, kakak mau ga" tanya ku karena waktu di kampung aja dia sempat risih saat kami buka bersama di warung lesehan apa lagi ini makanan gerobakan pikir ku
"yang pak maman jual kan" tanya nya
"kak yuda tau" tanya ku penasaran karena kak yuda tau juga nama penjual mie goreng depan komplek
"itu langganan dulu dari masih SMP"
setelah menentukan tujuan kami pun sampai di gerobak mie goreng pak maman
"makan disini apa pulang kak" tanya ku
"di sini aja lebih enak dimakan pas masih hangat"