From Nurse To Chef

From Nurse To Chef
part 40



*****autor prov******


setiba di ruangan dokter yang menangani pak seno bu wati pun di persilahkan untuk duduk


"jadi begini bu, kondisi pak seno memang sudah stabil tapi saya harap pemicu untuk kambuh di minimalis jangan sampai kejadian seperti tadi terulang, sudah cukup lama penyakit pak seno mungkin ada pemicu lain selain kecapekan? " terang sang dokter wahyu yang menangani langsung


"mungkin dok" ucap budhe


"sebisa mungkin buat bapak tak terbebani dengan sesuatu yang membuat shock" pinta dokter wahyu


bu wati masih tertunduk sambil meremat tangannya seketika bayangan tadi pagi terlintas di benaknya


saat sangat suami masih membujuk anaknya lewat telepon, entah apa yang diucapkan sang anak hingga sang suami tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri


"apa ini tentang Yuda" tebak dokter wahyu yang memang sahabat Yuda semenjak SMA


seketika raut wajah bu wati berubah kaget atas ucapan dokter wahyu


"apa Yuda sudah tau keadaan pak seno" tanya dokter wahyu


"belum dok saya takut sebelum suami saya pingsan medeka sempat berdebat di telpon, saya juga kurang tau apa yang mereka bicarakan hingga suami saya jatuh pingsan" jujur bu wati


dokter wahyu seketika memejamkan matanya mendengar penuturan bu wati dia bisa merasakan sakit yang dirasakan kedua orang tua sahabat nya


dia sudah menganggap pak seno dan bu wati seperti orang tua nya sendiri karena semenjak kedua orang tua dokter wahyu meninggal pak seno dan bu wati selalu menyayangi dokter wahyu layaknya anak mereka sendiri


"nanti biar Yuda urusan saya ibu bisa kembali ke ruang pak seno"


****autor provinsi end****


pakdhe sudah terlelap dalam tidur nya setelah meminum obat yang di resep kan dokter


aku langsung berkutat dengan laptop ku menyelesaikan tugas yang harus ku kumpulkan besok


tok tok tok


aku nampak heran karena belum waktu kunjungan dokter tapi siapa yang bertamu di jam segini


kulangkahkan kaki ku buka pintu


aku masih bingung karena aku sama sekali tak memesan makanan online


"maaf mungkin salah kamar saya ga pesan makanan" ucap ku kemudian


"tapi benar kok mba di sini ruanganya" katanya sambil menyodorkan handphone nya menunjukkan bahwa dia tak salah ruangan


belum sempat aku menerima pesanan ith tiba-tiba handphone ku bergetar menandakan pesan masuk


📱 pak Widi :


aku pesan latte art sama cemilan biar kamu ga kesepian


📱pak Widi :


sebenarnya pengen sih nemenin kamu tapi aku masih harus kerja


tanpa sadar aku tersenyum membaca pesan pak Widi


"mba gimana ini pesanannya" ucap sang kurir membuyarkan lamunan ku


"oh iya mas itu buat saya teman saya barusan yang kirim" jawab ku sambil menerima paper bag dari sang kurir


"kalo begitu saya permisi mba" pamit sang kurir


"iya Terima kasih mas" jawab ku sambil menutup pintu dan berjalan ke sofa meneruskan tugas ku


tapi sebelum nya ku buka paper bag kirman pak Widi


aku tersenyum simpul saal melihat latte artis dengan gambar love dan sebuah kardus makanan saat ku buka waow tau aja apa sekedar nebak pak Widi kirimin aku martabak telor kesukaan ku


seketika aku langsung mentambar makanan itu tak sabar untuk segera menikmati nya


sementara tangan kiri ku sibuk dengan handphone ku


📱me:


Terima kasih pak,,, tau aja kalo aku suka makanan ini🙂