
setelah sore itu kak yuda memberikan kartu debit pada ku setelah itu pula dia kembali ke Bali
aku merasa sekarang kak yuda bisa menerima aku sebagai saudara nya meski tak sedekat seperti dengan kak mawar tapi sudah cukup bagi ku dia bisa berubah
dan untuk kartu debit itu sendiri meski dia memberikan pada ku untuk uang jajan ku tapi aku masih berhati-hati menggunakan nya
tak ingin dianggap matre dan memanfaatkan kebaikan nya yang baru sesaat aku hanya menggunakan nya saat benar-benar terdesak dan untuk hal yang benar-benar aku butuhkan
karena semenjak aku praktek di RS untuk makan aku dan lista sudah dicover oleh pak Widi, entah apa maksud semua itu yang jelas semenjak aku terjun di RS kami terlihat lebih dekat dan akrab
tak hanya sekedar dosen dan mahasiswa tapi lebih seberti teman lama
"tika temenin cari kado buat mama ku ya" pinta pak Widi sore itu selepas kami bertukar shift
"sore ini" tanya ku balik
"ya kebetulan acarnya ntar malam"
"dih si bapak mamanya ulang tahun baru sempat cari kado bener-bener anak ga ada akhlak" ledek ku
"aku sibuk tika kamu tau sendiri, ini aja aku minta gantiin teman" jelasnya
"ya udah ayuk tapi jalan sendir-sendiri ya aku ga mau motor aku di tinggal lagi, Bila-bila rista ngambek seminggu ngediemin aku gara-gara aku ga bisa anterin dia sekarang" ujar ku
"ok ketemuan di lobby mal xx ya"jelas pak Widi dan aku iyakan dengan anggukan
setelahnya kami berpencar ke parkiran dan melaju menuju lokasi
" kita kemana dulu"tanya pak Widi saat kami sampai di tempat janjian
"lah katanya mas mau cari kado buat mamanya" semenjak permintaan nya mengubah panggilan saat kami berdua aku mulai memanggil pak Widi dengan panggilan mas
"iya tapi kamu ga pengen makan gitu" tanya pak Widi
"ya kalo di traktir ya mau-mau aja" jawab ku jujur siapa sih yang nolak traktiran
saat kami asik menikmati makanan kami tiba-tiba sebuah tepukan di pundak ku mengalihkan perhatian ku
"kak mawar kapan pulang kok ga kasih kabar" ucap ku kaget
"hehe sengaja kasih surprise, baru aja nih dari bandara belum sempat pulang" ucap kak mawar langsung mendudukkan diri di sebelah ku dan tentunya dengan kak haris yang duduk di sebelah pak Widi
"siapa" tanya kak mawar berbisik sambil mengarahkan pandangan ke pak Widi
"dosen pembimbing" jawab ku lirih
"ada something ya" ledek kak mawar
"ga cuma bantu nyari kado buat mamanya ultah" masih dengan berbisik agar tak di dengar dua orang di depan kami
pak Widi masih fokus dengan makanan nya sementara kak haris menatap tak suka pada ku dan pak Widi
"udah mateng, lumayan juga ga pengen di kenalin ke rumah"
"apa sih kak ngadi adi aja, kakak ga pesan makanan" tanya ku mengalihkan pertanyaan kak mawar
"oh iya sayang kita gabung di sini aja atau cari tempat lain" tanya kak mawar pada kak haris
"di sini aja gabung" ucap kak haris menatap kak mawar sambil mengenggam tangannya
aku acuh dengan tingkah kak haris sementara aku dan pak Widi menikmati makanan kami kak mawar dan kak haris asik bersendau gurau sambil menunggu makanan mereka datang
"kak aku udah selesai mau bantu pak Widi cari kado, kakak pulang mau bareng atau.. " tak ku lanjut kan ucapan ku karena terpotong dengan jawaban kak haris
"mawar aku antar pulang"
"ok kalo gitu aku duluan ya kak, sampai ketemu di rumah" ucap ku sambil beranjak dari duduk ku
"permisi mari" tak ku sangka pak Widi akhirnya bersuara setelah dari tadi nampak tak menikmati suasana semenjak kedatangan kak mawar dan kak haris